Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku Terbaru

Kata orang,tidak baik jika kita terobsesi terhadap sesuatu,itu akan mencelakai diri kita,bahkan orang-orang terdekat kita. Itulah yang menimpa hidupku. Demi kebahagian ibu dan aku,beliau akhirnya menempuh jalan,yang tampa disadari telah masuk kedalam lubang yang hina.

Waktu kecil,aku hidup dilingkungan yang masih percaya akan orang pintar. Jika ada masalah apaun,baik kesehatan atau kehidupan,tak jarang mereka mengandalakan kepadandaian sebagian orang pintar. Ada yng mengangapnya berhasil,tapi jauh lebih banyak yang gagal, tapi walau demikian,masih saja banyak orang percaya akan kepandaian orang-orang pintar tersebut.

Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku
Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku
Aku lahir dari pernikahan ibu yang ke dua. Sedangkan ayahku,aku tak tahu pasti,ibu itu istri ke berapa,ibu bilang sih ke 4,tapi saat melihat banyaknya anak ayah,membuat aku tak yakin akan hal itu. Ayah memang hanya sesekali datang ke rumah kami,dalam seminngu dia bisa datang 3 samapi empat kali,tapi hany sesekali saja biasanya dia menginap. Hal itu,menyebabkan kedekatan aku dan ayah tidak begitu erat. Tapi aku selalu menghormatinya. Ayahlupun sebenarnya perhatian terhadapku. Ibu mengenal istri-istri ayah yang lain,tapi* hany satu yang dianngap tua,yang lumayan dekat dengan ibu. Istri pertama ayah meninngal,jadi istri ke dualah yang dianggap tua dan dia sangat dekat dengan ibu di banding dengan istri lainnya.

Sejak kecil,aku sudah tahu bahwa ibu yang hanya lulusan sd,sesekali suka mengunjungi dukun,bahkan dia menggunakan susuk.* Kebiasaan ibu diturunkan dari nenek. tapi sepengetahuanku. Ayahkupun kadang ke dukun. Dan ketika ibu mengetahui ayah punya perempuan lagi,biasanya ibu akan kedukun dan meminta bantuan. Meski tahu bahwa* ibu bukan interi terakhir ayah,karena ayah masih punya satu istri sah selain ibu,tapi ibu sepertinya paling tak rela jika ada perempuan lain hadir dikehidupan ayah.

Dan kebiasaan ibu,makin terlihat,saat itu usiaku sekitar 10 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar,ketika ibu kembali uring2an. Karena mengetahui ayah mempunyai wanita baru. Tapi sepertinya usaha ibu sia2, walau akhirnya ayh sering menginap ditempatku di banding dulu,tapi tak menghintikan ayah untuk kembali mempunyai istri,walau dia nikahi secara siri. Bahkan satu tahun kemudian,ayah kembali dikaruniai anak lelaki,entah yang ke berapa.

Setelah itu,karena factor usia,kulihat ayh sering sakit-sakitan,saat sakit,ayah sesekali beristirahat di rumahku,di rawat ibu dibantu nenek. kami memang tinngal bertiga ketika ayh tak di rumah. Kata ayah masakan nenek enak,jadi saat sakit dia betah di temaptku.

Saat *usia sekitar 12 ,aku makin sering melihat ibu mencari orang pintar. Saat itu kesehatan ayah makin memburuk, dia bahkan hanya bisa berbaring di rumah istri tertuanya. Saat itu,aku makin sering mendengar ibu membicarakan ayah dengan nenek. “kita harus cari orang pintar mbo,kalau ada apa2,si mas bisa meninggalkan warisan buat anaknya,kita harus bikin dia makin sayang sama si eno” kata ibuku suatu hari. Aku hany bisa mencuri dengar dari kamarku.

Akhirnya,suatu hari,nenek member tahu ibu. “ndo,ini ada,katanya bagus,tapi lumayan jauh”kata nenek setelah itu dia bercerita kepada ibu,tentang berita yang didapat dari orang yang member alamt itu. ‘ya gpp mbo,kita coba datangi aja”kata ibu. “Cuma nanti katanya kamu dimandiin2 gitu,malah tampa2 baju gitu”bisik nenek. “ya gpp mbo,kan dulu2 juga pernah”kata ibu. “hati2 aja ya ndok”.”tenang mbo”kata ibu yakin.

Ya ibu memang telah terbiasa dengan ritual-ritual. Bahkan sepertinya dia tidak takut. Bahkan kali ini dia juga berkehendak pergi,meski jauh dan tidak begitu mengenal derahnya. Kali ini,aku yang di ajak, aku pernah dua kali ibu aja,tapi seringnya ibu mengajak nenek. perjalanan yang ditempuh selama 4jam lebih,dengan 3 kali naik umum dan sekali ojek,ditambah satu jam berjalan kaki menaiki bukit,tak membuat gentar,bahkan sepertinya dia antusias. Aku bahkan samapi tidak sekolah.karena dari subuh,kami sudah berangkat.

Akhirnya,kami samapi di tempat yang dituju,tempat yang sepertinya berada di suatu bukit,aku sendiri merasa seram,tapi tidak dengan ibu.lelaki setengah tua berkumis tebal,dengan wajah ditutupi berewok menyambut kami,dia berusaha ramah,tapi mukanya tetap kelihatan seram. Saat pertama bertemu,matanya terus memeloti ibu,seperti hendak menelanjanginya. Dia kemudian duduk,setelah member ibu minum dia berkata. “sepertinya ada wanita muda yang menghalangi keberuntungan kamu ndok”katnya. “mas mbah”kata ibu,dari wajahnya terlihat sedikit kaget,ibu akhirnya mengutarakan keinginanya. “dia ada istri muda kan?kata mbah,ibu mengangguk,”lebih mudah menyingkirkan yang muda,daripada merubah fikiran suamimu,bsiknya. Tak lam ibu akhirnya di suruh masuk ke satu ruangan. Kurang dari satu jam ibu keluar. “tolong ya mba,apapun akan saya lakukan”kata ibu,ditanganya ada secarik kertas. Yang kemudian kutahu isinya syart-syarat. “tapi ini berat ndok,mbah harus tafakur dan puasa dulu”tapi nanti kita coba.lebih bagus malam pas wedal kamu”kata mbah dukun. “saya usahain mbah”kata ibu.

Kembali kami melakukan perjalanan pulang. Tiba di rumah,ibu langsung member tahu nenek.nenek bilang,kalau yakin,laksanakan saja.

Akhirnya 2 mingu dari yang direncanakan,kami kembali pergi. Hari itu selasa siang kami berangkat,karena ibu lahirnya rabu. Kami berangkat selain membawa baju ganti,sesajen,juga sedikit lauk pauk,buat makan nanti,kata ibu.”ibu gak takut kalau nginap”kataku. “gak lah,ini juga nanti buat kamu”kata ibu.aku sama sekali tak mengerti. Tapi aku sendiri percaya dengan orang-orang pintar tersebut. Kepercayaan yang aku tahu sejak kecil tentang kemampuan atau kelebihan mereka. Bahkan aku pernah* di ruat supaya pintar dan jauh dari penyakit,walau terbukti jarang sakit,tapi tetap nilai ku tak bagus2.

Saat itu aku kembali tak sekolah,malah minta ijin 2 hari. Sekitar jam 5 sore kami sampai,wajah senang langsung kulihat di muka mbah dukun saat kami tiba. kemudian ibu ngoibrol,sambil memeriksa semua bawaan disaksikan si mbah. Sesaat kemudian,si mbah menyalakan beberapa lampu cempor dan satu patromak di tengah rumah, aku baru tahu bahwa tidak ada listrik. Sekitar jam 7,kami makan dari nasi si mbah dan lauk pauk yang kami bawa, si mbah sendiri lebih sering berada di ruang belakang sebagai tempat prakteknya. Sungguh sangat sepi. Tak ada barang berharga di temapt itu. Ada radio,yang tergeletak diatas lemari butut. Rumah itu hanya terdiri dari satu kamar keci tampa pintu,hany tirai.l,menempel pada satu ruangan besar tempat si mbah praktek sekaligus tidur.dibelakang ruangan besar ada pintu yang hany ditutup tirai,2 meter dari pintu,ada kamar mandi. Didepan karma kecil,ada sedikit ruangan guna menerima tamu,kemudian ada jalan lebar sekitar 1 meter lebih antara ruang besar dan dinding bilik,yang menghubungkan ruang tamu tersebut ke dapur dan kamar mandi. Bahan bangunan rumah itu hany kayu,bamboo dan bilik. Aku duduk di ruang tamu beralas tikar saat mbah menghampiri kami.”nanti kamu istiraht di sana aja”kata mbah sambil menunjuk kamar kecil dihadapanku,kamar yabf hany berisi ranjang bale dan kasur serta lemari kayu setengah badan menempel bilik. “mbah,nanti mulai jam berapa?kata ibu. “sekitar jam 11 aja,nanti jam 12,kita mulai ritualnya. Sesaat kemudian,si mbah memanggil ibu ke ruanganya. Aku masuk tak lantas masuk,tapi mendekati bilik kamar mbah,sekedar ingin tahu yang dibicarakan.”ndo,apa siap dengan semua ritualnya,kamu harus mantap”kata mbah.”saya siap mbah”kata ibuku.”soalnya kamu harus melepaskan semua penghalang dihari wedalmu.mbah sudah puasa,dan nanti mbah salurkan semua kemapuan dan energy pengasihan mbah suaranya bergeram,tapi jelas.

Entah apa yang di obrolkan,aku beranjak ke kamar,disana ternyat samar-samar suara mbah terdengar juga.sekitar jam 9 ibu masuk ke kamarku,aku lantas pergi ke kamar mandi,di dapur aku ketemu mbah yang tengah memisah-misahkan bunga,saat masuk kamar mandi,2 ember besar air berisi bunga ada di situdidepanya ada bak yang merapatke sumur,lalu ada ruang mandi kecil tertutup tembok bata* setengah badan yang dikerjakan seadanya.”nak tolong angkat inu yuk”kata mbah saat aku keluar wc yang tampa penutup itu. Kami mengangkat satu ember lalu masuk ke ruang si mbah dan meletakanya di samping bale tak jauh dari pintu masuk. Dipojok yang menempel dengan kamarku,ada ranjang berukuran sedang beralas kasurdan berkelambu. Bau menyan dari dupa langsung menyengat, lampu cempor hany menempel didinding tak jauh dari pintu dengan cahaya yang sedikit redup. Selain lemari sedang dan meja kecil,tak ada apa2 lagi diruangan itu,hanya kulihat ada golok,pedang,dan arit mengantung di bilik kamar.

Sekitar jam 10,ibu menuyuruhku tidur,aku asalnya merasa kantuk,tapi kemudian,saat perlahan ibu bangkit,kantuku sedikit* berkurang. Aku kemudian merapatkan badanku ke bilik,sambil pura-pura merem.ternyat percakapan mereka lumayanterdengar. Sesaat terasa hening,tapi sesekali kudengar kemudian kudengar mbah berkata.”ya ndok,ganti pake kain aja”katnya.kemudian kudengar ibu disuruh mengikuti mbah. Hening sejenak,kurasa mereka pergi ke kamar mandi,fikirku. Tak lam kudengar suara mbah kembali. “ya ndok,kita mulai,lepaskan saja tak apa2. Hening kembali terdengarmtapi sesekali kudengar tarikan nafas panjang ibu..”pejamkan matamu ndok,mbah akan memberi semua pengasihan mbah,”katnya sesaat terasa hening,tapi kemudian kedengar nafas ibu* yang mulai seperti terengah .”aduh mbah”kata ibu,saat itu aku mulai penasaran,apa yang dilakukan mbah. Ruang tamu sudah gelap,patromak sudah diredupkan di matikan,perlahan aku bangkit,berjalan pelan kesaping kamar mbah,aku bersaha mencari lubang,tapi* tak ketemu,nafas ibu makin jelas,bahkan desahan mbah terdengar lebih jelas.”matamu jang dibuka ndok”kat mbah gemetar. Aku melihat ke dapur,gelap sekali,perlahan aku berjalan,aku hendak pura-pura kencing fikirku,langkahku aku hentikan,saat melihat tirai sedikit terbuka,aku dekatkan diriku, ya tuhan,dalam keremangan lampu cempor,aku melihat si mbah yang tampa busana sedang berada tepat didepan tubuh ibuku,walau badan ibuku tertutup punggung mbah,tapi aku tahu yang mereka lakukan. Perlahan aku kembali kekamarku dengan jantung deg degan. Entah berapa lama mereka disana,yang jelas aku terus melamun,samapi kemudian kurasakan ada tubuh berbaring disampingku.

Sekitar jam 8 aku baru bangun,kulihat ibu dan mbah sudah bangun. Aku kemudian makan, saat akan pulang si mbah berkata.’ingat ndok,apapun yang terjadi dan terlihat,jangan diceritakan ke siapaun,nanti malah jadi bencana pada kamu”kata mbah,iya mbah.kata ibu. “kamu juga,apa yng dilihat jangan cerita ke orang ya?katnya menatapku.”iya mbah,gak”kata ibuku menyakinkan.

*Saat pulang,kulihat ibu sedikit melamun,tapi aku tak berani tanya. Samapi dirumah,ibu tak banyak cerita,nenekpun tak banyak tanya. Selang 2 hari,ayah mengirimiku uang. Ibu jadi kaget,dan sekaligus bahagia. Wajahnya kembali ceria. “mbok,aku nanti mau kesana lagi,liat hasilnya”kata ibu.nenek keliatan bahagia.”mang kita harus kesana lagi,cape bu”kataku. “kamu nanti gmana kalau gak ada uang,nanti gak sekolah”kata ibu. Aku akhirnya diam.

Seminggu kemudian,kami datang kembali. “ndok,ternyata istri mudanya punya orang pintar juga,tapi gpp,aku sudah minta bantuan teman,nanti kami lawan bertiga”kata mbah dukun. “maksud mbah?tanya ibuku. “iya,nanti nritualnya di bantu mereka”.”tapi mbah”kata ibuku sedikit ragu. “kita sudah setengah jalan ndok,jangan mundur,gmana?kata mbah.”terserah mbah”akhirnya ib uku diam. “bagus,kan hasilnya sudah terlihat,walau belum maksimal”kata mbah dukun,saat itu ibu kembali tersenyum. Sekitar jam 7,ada orang mengeruk pintu dapur. Kemudian datang dua lelaki menghampiri kami,menyalami ibu dan aku, wajahnya tak kalah seram,semuanya berbaju hitam seperti mbah. Satu mbah dukun,terus melihatku, “anaknya ndok”tanya dukun yang kelihatan paling muda.”iya”jawab ibu. “kalau kamu mau apa,nanti si mbah kasih”kata dukun itu. “mau pintar mbah”kataku. Dia tersenyum. “bukan mau kaya atau disenangi cewe2?tnya si mbah. “itu juga mau”katanya. “sini mbah jampein,supaya sehat dulu ajah,katanya kemudian kumat-kamit dan menyembur kepalaku dengan air putih dari gelasku, “nanti mulainya jam 9 atau 10 ajah”kata si mbah dukun pertama ibu. “tapi mbah”kata ibu sambil melihat ke arahku. “gpp,nanti kamu di kamar aja”kata mbah. “kamu nanti kalau dengar apa2,diam dikamar aja ya”kata ,mbah kemudian,aku mengangguk. *“lagain gpp,kan ayahnya supaya sayang sama dia,mungkin nanti dia juga harus didoain”kata mbah ke 2 yang menyemburku tadi. “kamu lahirnya kapan?tanyanya. aku melirik ibu.Si mbah yang lainnya yang ke 3 banyakan diam,hanya sesekali matanya melirik ibu.

Setengah sepuluh,mbah kemudian berkata. ‘hayu,sekarang aja”katanya. Ibu melihatku yang masih terjaga didalam kamar. “kamu disini aja ya,jangan ke mana”kata ibu. “mbah aku boleh liat ga”tanyaku. “boleh aja,gman ibumu”kata mbah.”jangan,kamu di kamar aja ya”kata ibu. Kulihat si mbah ke 2 melirik dan tersenyum kepadaku.

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku Terbaru

Juli 05, 2018


EmoticonEmoticon