Oh My God.... Enak Tenan

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Oh My God.... Enak Tenan

Kira2 jam 3 sore, sedang enak2 nya baca koran di ruang tamu rumah mertuaku sambil minum kopi, Si Ami ( anaknya adik ibu mertuaku yang masih duduk di kelas 1 SMU dan adiknya Asih ) datang menghampiriku lalu duduk di kursi sebelahku dengan wajah yang agak serius. Ooom, Ami mau ngomong sedikit dengan Om ( menceng juga si Ami ini, aku masih terhitung Masnya kok malah di panggil Om ). Aku jadi agak deg-degan melihat wajah Ami yang serius itu dan aku jadi yakin kalau yang ngintip tadi malam itu pasti dia, tapi dengan mencoba menenangkan diri aku bertanya pelan .Ami ..ada apa kok .kelihatannya serius benar..sih ? Ami mau cerita ke Ibu dan mbak Sri, soal Om tadi malam dengan mbak Asih.., sahut Ami dengan ketusnya. Lho lho tenaaang..sedikit dong Aaam , Om kok nggak mengerti maksud Ami, jawabku dengan sedikit gemetar. Aaaaah .Om ini .pura2 nggak mengerti .. padahal Ami melihatnya cukup lama apa yang Om lakukan dengan mbak Asih dikamarnya.
Oh My God.... Enak Tenan
Oh My God.... Enak Tenan
Aku jadi benar2 kaget mendengar kata2 Ami, yang rupanya cukup lama melihat apa yang aku kerjakan dengan Asih, tapi aku masih berusaha tetap tenang dan berpikir

masak sih kalah dengan anak kemarin sore ? Ami , kataku lirih tapi tetap kubuat agar setenang mungkin, jadi ..Amiii .lama melihatnya ? Kok Ami .sampai tahu sih , tanyaku lagi. Dengan tetap menunjukkan wajahnya yang serius segera Ami menceritakan bahwa tadi malam, sewaktu selesai kencing di kamar mandi dan mau kembali ke kamarnya, samar2 seperti mendengar orang sedang merintih. Karena berpikiran pasti ada yang lagi sakit, lalu Ami mencari dari mana datangnya suara rintihan itu dan ternyata datangnya dari kamar mbak nya. Tetapi karena rintihannya terdengar bukan seperti rintihan orang sakit, Ami membatalkan niatnya untuk masuk kamar Mbaknya tetapi hanya mengintip lewat korden yang menutupi pintu kamarnya Asih yang setengah terbuka dan diperhatikannya agak lama. Ami segera meninggalkan kamar Mbaknya dan lalu pergi tidur karena Ami menyangka kalau aku melihatnya sewaktu wajahku menatap ke arah pintu kamar Asih.

Ooooh .., Ami melihatnya cukup lama .yaaaa ? jadi tahu doong semuanya, kataku seperti bertanya tapi nggak mendapat jawaban dari Ami yang tetap membisu. Amiii .., kataku tetap lirih sambil kupegang tangannya, toloooong .dooong . Am ., jangan cerita ke orang lain apalagi ke Ibu dan mbak Sri, Ooom janji nggak ngulangi lagi deeeh dan oom mau deh bantu Ami apa saja..asaaal .Ami nggak cerita-cerita, kataku lanjut. Ami tidak segera menjawab kata2ku dan juga nggak berusaha melepas tangannya yang kupegang, tapi tiba2 Ami menarik tangannya dari peganganku dan balik memegang tanganku sambil mengguncangnya serta berkata .jadiiiii Oom mau bantu Amiiii ? Mendengar kata2 Ami terakhir ini, dadaku terasa agak plong. Amiii , seperti kata Oom tadi, Oom akan bantu Ami apa saja .asaaaal .Ami janji nggak cerita-cerita, jawabku dengan sedikit penuh kehawatiran, kataku. Jadiii apa yang bisa Oom bantu buat Ami ..? tanyaku melanjutkan. Amiii .janji..deeeh Oom, cuman Ami saja yang tahu, kata Ami lalu diam sebentar. Oom .begini.., kata Ami lalu dia menceritakan kalau pacarnya mau Ulang Tahun besok dan Ami mau mentraktir makan dan memberikan hadiah ultah pacarnya, karena dulu dia juga diberi hadiah sewaktu ultah, tetapi waktu kemarin minta ke ibunya bukannya dikasih tetapi malah dimarahi. Setelah Ami menyelesaikan ceritanya, lalu kutanya ..Amiiii ., Ami butuh uang berapa..? Ami nggak segera menjawab, tapi kemudian katanya .yaaaa .terserah..oom saja seratus ribuu juga boleh oom, katanya sambil meremas tanganku yang dari tadi di pegangnya.

Nggak kusangka aku bisa diperas oleh anak kecil, tapi yaa..apa boleh buat daripada rahasia terbongkar, kataku dalam hati sambil terus kucabut dompetku dari kantong belakang dan mengeluarkan uang sebesar 250 ribu dan kusodorkan ke tangan Ami sambil kukatakan niiiih ..Am .oom kasih 250 buat Ami ..tapii .sekali lagi janjii..lho .yaaaa ? Ami menyambut uang yang kusodorkan sambil memelototkan matanya seperti tidak percaya serta berseru ..betuuul .niiih ..oom ? dan aku menjawabnya dengan senyuman saja dan tiba2 Ami berdiri, memelukku sehingga kedua teteknya yang kurasa lebih kecil dari teteknya Asih kakaknya menempel di dadaku serta terus mencium pipiku sambil berseru maa kasiiiih .yaaa Ooom . Ami.. janjiii deeeeeh dan langsung mau lari ngabur karena kesenangan. Tetapi langkahnya tertahan ketika tangannya kupegang dan segera kukatakan .Amiiii .tunggu dulu dooong kita ngobrol dulu . mumpung nggak ada orang. Ngobrool ..apaan sih..Oom, tanya Ami sambil duduk kembali di kursinya.

Ami ., oom mau tanya yaaaa ., tadi malam Ami melihatnya sampai lamaaaa . sekali .kenapa siiiih ? pasti Ami pernah melakukannya juga yaaa dengan pacar Ami ?. Aaaahh ..Oom siiih .mancing mancing, jawab Ami sambil ketawa cekikikan.
Bener kan .Am ? Buat apa sih Oom .mancing2, lihat dari jalannya Ami saja, Om sudah yakin kok kalau Ami sudah pernah, kataku sedikit serius agar Ami mempercayai omongan bohongku, padahal dari mana tahunya kataku dalam hati. Ami sepertinya sudah termakan dengan omonganku, lalu sambil menggeser kursinya mendekati kursi yang kududuki Ami segera bertanya bee tul yaaa Oom ? Jadi kira2 Ibu apa juga tahu .Oom ? Aduuuuh .mati..saya Oom, kalau Ibu sampai tahu ? kata Ami sedikit sedih dan ketakutan. Karena aku sudah bisa menguasai Ami, lalu kuteruskan saja gombalanku. Amiii ., coba deh ceritain ke Oom dan Om juga yakin kalau Ibu nggak akan tahu, karena sesama wanita biasanya nggak bisa melihat gelagat2nya, kataku dan kelihatannya Ami percaya betul dengan gombalanku.

Setelah diam sebentar dan mungkin Ami sedang berpikir dari mana mau memulai ceritanya, lalu setelah menarik nafas panjang kudengar Ami mulai bercerita beginiii .. oom .. Untuk menyingkat cerita, jadi pada prinsipnya Ami sudah dua kali melakukan dengan pacarnya yang duduk di kelas 2. Pertama, dilakukan dirumah pacarnya, tapi baru saja nyenggol barangnya Ami, eh..sudah moncrot dan yang kedua katanya kira2 dua minggu yang lalu dan kembali dilakukan dirumah pacarnya, barang Ami terasa sakit sewaktu pacarnya mulai menusukkan barangnya, tapi ketika Ami baru memegang barang pacarnya, eh..tiba2 barang pacarnya mengeluarkan cairan putih dan langsung letoi, katanya Ami sambil terus ketawa cekikikan.

Oom .., apa sih enaknya gituan, tanyanya Ami kok nggak pernah merasakan apa2, tapi yang tadi malam sepertinya ..mbak Asih .kok terus2an .merintih keenakan dan Oom juga begitu, katanya lagi. ..memangnya ..enak.. yaaaa .oom ? Gila juga anak2 sekarang ini, pikirku, sudah berani berbuat sejauh itu padahal Ami baru kelas 1 SLA. Yaaaa .enaaak doooong Miiii, kataku sambil kuusap-usap salah satu pipinya yang terasa sangat mulus dengan punggung tanganku dan kelihatannya Ami mendiamkan saja dan menikmati usapan itu. Pacar Ami saja yang .payah yang nggak bisa membuat Ami enak .memangnya .Ami kepingin yaaaa, sambungku.
Iiiiiihhhh .Oom .genit aaaah, jawab Ami sambil menepuk pahaku agak keras lalu terdiam sesaat seperti sedang berpikir. Oom .., kata Ami sambil terus berdiri dari kursi Ami mau pergi dulu ..yaaaa mau cari2 hadiah Oh iyaaa..Oom yang tadi terima kasih yaaa ,katanya lagi sambil terus beranjak meninggalkanku, tapi baru beranjak selangkah Ami segera berbalik melihatku sambil berkata .Oom , nanti malam tolong ajarin Ami pelajaran kimia yaaa ? Karena takut Asih curiga lalu kujawab saja permintaan Ami Nggak mau ah Am, besok siang saja nanti mbak Asih curiga. Lho .Om Tris .nggak tahu..yaaa kalau mbak Asih dan Ibu tadi pagi pergi ke Surabaya mau lihat Bapak ? Apa..tadi nggak pamit..Om ? kata Ami sambil terus pergi tanpa menuggu jawabanku.

Malam harinya setelah selesai mendengarkan Dunia Dalam Berita dan beranjak mau mengunci pintu2 rumah mertuaku lalu terus tidur, muncul si Ami dari rumahnya sambil agak berlari dan memegang pintu yang akan kututup serta langsung berkata ..lho Oom sudah mau tidur ? Iyaa Am om sudah ngantuk, jawabku malas. Yaa oom kok gituuuuu .katanya mau ngajarin Ami .ayooo..dong Oom ajarin pelajaran kimia, rengek Ami sambil mengguncang tanganku. Melihat Ami hanya pakai celana pendek dan baju yang cekak sehingga perut dan pusarnya kelihatan, memdadak kantukku jadi hilang, lalu sambil keluar dari pintu dan menutupnya dari luar, lalu kujawab ayooo .kalau mau Ami begitu .

Ami duduk ditempat di satu satunya tempat duduk yang diduduki oleh Asih kemarin di meja makan sambil membuka buku pelajarannya dan karena nggak ada kursi lain, aku berdiri dibelakang kursi yang diduduki Ami. Ketika aku menuliskan dan menerangkan rumus2 kimia, aku hanya menjulurkan kepalaku kesamping kanan kepala Ami dan sesekali kualihkan pandanganku kedalam baju Ami dan terlihat tetek Ami yang kecil tanpa memakai Bh. Melihat ini kontolku mulai berdiri didalam celana pendek yang kupakai, sedangkan Ami tetap serius mendengarkan keterangan2 yang kuberikan dan tidak menghindar atau menjauhkan badannya kala aku beberapa sengaja menempelkan pipiku ke pipinya.

Pada saat Ami sedang menulis jawaban soal2 yang kuberikan, kudekatkan wajahku ke wajahnya dan segaja kuhembuskan nafas ku ke dekat kupingnya sehingga Ami sambil terus menulis berkomentar Oom ..nafasnya.. kok panas ? Komentar Ami nggak kujawab, tapi segera kucium pipinya dua kali dan Ami segera menghentikan menulisnya dan berkata oom ..jangaaan . nakaaal dooong ., sambil kembali mau menulis. Karena nafsuku semakin meningkat dan Ami hanya mengatakan begitu, keberanianku semakin bertambah dan pelan2 tanganku menyelusup lewat baju pendeknya bagian bawah dan kudekap kedua tetek Ami yang kecil itu serta kuremas pelan, dan Ami kulihat melepaskan pinsil yang di pegangnya dan menutup kedua matanya sambil berdesah lirih..Ooom ssssssshhh .. jaa ngaaan oooom .dan memegang serta meremas pelan kedua tanganku dari luar bajunya. Sambil tetap kuremas remas teteknya, segera wajahku mencari bibir Ami dan kucium dan Ami seperti kesetanan melumat bibirku dengan ganasnya sehingga dalam benakku terlintas pikiran anak sekecil ini kok sudah pintar berciuman. Dengan masih tetap kudekap kedua teteknya dan berciuman, kugunakan kekuatan badan dan sikuku untuk merubah posisi kursi yang diduduki Ami dan setelah kuanggap baik, sambil tetap kucium bibirnya kupelaskan dekapan tangaku pada teteknya dan kuraih kedua pahanya serta kubopong badan Ami serta kukatakan ..Amiiii .. kitaaaa .kekamar ..mbak Asih ..yaaaa , Ami tidak menjawab tapi hanya memegangkan tangannya ke bahuku.

Kutidurkan Ami ditempat tidurnya kakaknya dan segera kuangkat bajunya dari bawah serta kujilat dan kuisap-isap tetek Ami yang masih terbilang kecil, maklum baru kelas 1 SLA tapi sudah berani belajar ngewe dengan pacarnya dan Ami meremas-remas rambutku sambil mendesah Ooooom ooom sssssshhhh .. ssssshhh . ooooom. Kuteruskan jilatan dan isapanku di kedua teteknya bergantian dan kugunakan tangan kananku berusaha mencari dan membuka celana pendek Ami dan setelah kutemukan ternyata celana pendeknya memakai resleting. Kubuka resletingnya pelan2 dan kususupkan tanganku kedalam Cdnya serta kuelus permukaan memeknya yang kecil dan terasa masih licin dan mulus seperti punya bayi tanpa ada bulu2 nya dan ketika kuelus permukaan memeknya, terasa Ami menggerakkan pinggulnya pelan dan masih tetap dengan desahannya yang kudengar semakin agak teras oooooomm . sssssshhhh .. ssssshh oooom. Lalu sambil mengelus memek Ami yang cembung, kuselipkan jari tengahku di belahah memeknya dan terasa sudah basah sekali dan jari telunjukku itu kutekan agak masuk dan kuusap-usapkan sepanjang belahan memek Ami dan ketika sampai di itilnya yang terasa kecil, kuusap-usapkan di seluruh itilnya sehingga membuat Ami menggelinjang agak keras dan mendesah semakin kuat ooom ..ssssshhh ..ooom ..jaaaa ngaaaan oooom .ssssshhh..dan desahan ini membuat nafsuku semakin tinggi dan kontolku semakin tegang dan agak sakit terjepit celana pendekku.

Perlahan-lahan aku menurunkan badanku kebawah dan jilatankupun sudah disekitar perut dan pusarnya, dan kedua tanganku kugunakan melepas celana pendek dan celana dalam Ami bersamaan, sedang tangan Ami masih tetap meremas-remas rambut dan kepalaku. Sambil melepas kedua celananya, mulutku sekarang sudah sampai di memeknya yang menggembung mulus tanpa bulu2 sama sekali dan tercium bau aroma memek yang khas. Karena Ami masih tetap merapatkan kedua kakinya, lalu kugunakan kedua tanganku untuk membuka kedua kakinya. Pertama-tama agak susah karena Ami berusaha menahan supaya kakinya tetap rapat sambil terdengar rintihan desahannya.. oooom ..jaaaaa ngaaaaaaan ..oooom suuuu .daaaah .ooom, tetapi ketika lidahku kujulurkan dan kujilatkan sepanjang belahan memek Ami yang agak terbuka itu, pertahanan kaki Ami untuk tetap merapat itu sudah hilang dan kedua kakinya dapat kubuka lebar dengan mudah dan terlihat bagian dalam memek Ami yang basah dan kemerahan itu dan malah terasa Ami menaik naikkan pinggulnya tapi tetap mengeluarkan rintihannya ..ooooom ..suuuu daaaah oooom .ssssshhhh .oooom.

Semakin Ami mendesah atau merintih, nafsuku semakin kuat dan kujilati seluruh bagian memek Ami dan sesekali itilnya kuhisap-hisap membuat desahan Ami semakin kuat dan kedua tangannya semakin keras meremas-remas rambut dan menekan kepalaku sehingga seluruh wajahku terasa basah semuanya dengan cairan yang keluar dari memek Ami, dan beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggulnya naik turun semakin cepat dan jambakan di rambutku semakin kuat serta desahannya semakin keras oooooohh ..ooooooh .oooom aduuuuuuh ..oooom sssssshhh ..aaaaaahh ..oooooh.. dan aku jadi agak kaget karena tiba2 kepalaku terjepit kedua kakinya yang dilingkarkan dibadanku serta kepalaku di tekan kuat2 kedalam memeknya serta tubuhnya bergerak kekiri dan kekakan sambil mgngeluarkan erangan agak kuat .aaaaaaaaah aaaaaah aduuuuuh ..ooooom aaaaahh oooom .enaaaaaaaaaaaak, lalu Ami terkapar diam, kedua kakinya yang tadi menjepit kepalaku jatuh diatas kasur disertai nafasnya terengah-engah dengan cepat, rupanya Ami telah mencapai orgasmenya.

Aku hentikan jilatanku di memeknya dan merangkak keatas dan kupeluk Ami serta kuelus elus rambutnya, serta merta dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal, Ami menciumi pipiku serta berkata oooom .aduuuh kook .begitu yaaa rasanyaaaa.

Itu..belum seberapa .Am .., nanti pasti Ami akan merasakan yang lebih enak lagi, kataku meyakinkannya sambil tetap kuusap-usap rambutnya dan kucium pipinya . Ami tidak menjawab tapi malah menutup kedua matanya dan kelihatan sedang mencoba mengatur nafasnya.

Setelah kuperhatikan nafas Ami mulai teratur, lalu sambil kucium pipinya kubisiki.. Amiiii .sekarang ..Oom..boleh masukin punya .oom .ke punya Amiii ., Ami yang masih menutup matanya tidak segera menjawab. Setelah kutunggu sebentar dan tetap tidak ada jawaban lalu kuulangi bisikanku didekat telinganya .boleeeeh .. Aaaaam ? dan Ami membuka matanya sebentar dan melihatku dengan wajah yang agak khawatir serta menjawab tapi dengan suara agak lirih yang hampir2 tidak terdengar ooom ..Ami ..ta kuuut oooom. Takut apa Am .,tanyaku pelan .oom . nanti pelan2 koook ..nggak apa2, sambil pelan2 kunaiki badan Ami dan kupegang kepalanya dengan kedua tanganku serta kuelus-elus rambutnya serta kucium kedua pipinya bergantian, sementara kurasakan kedua kaki Ami bergerak agak terbuka sedikit, entah karena menghindar tindihan kakiku atau memberikan persetujuan permintaanku serta kudengar suaranya kembali yang pelan didekat kupingku ooom Amiiii .ta .. kuuuut ..jaa .ngaaaaan ..ooom.

Sambil kembali kucium pipinya, kubisiki Ami .Ammm .nggak..apa2 ..oom .pelan2 kok, sambil segera kugunakan tangan kananku untuk memegang batang kontolku serta mulai kuusap-usapkan kepala kontolku di belahan memek Ami, sedangkan Ami yang mungkin merasakan memeknya tergesek oleh kepala kontolku lalu dia membuka kaki nya lagi agak lebar. Kepala kontolku sekarang kumasukkan sedikit di belahan memeknya dan kuusapkan keatas dan kebawah beberapa kali sepanjang belahan memek Ami yang masih sangat basah. Lalu ketika kepala kontolku berada di bagian bawah memeknya dan kurasakan sudah tepat di lobang yang kutuju, lalu kucoba menekannya kedalam sedikit dan kusetop tekanan kontolku ketika terasa mentok. Karena nggak ada reaksi dari Ami, segera kutekan lagi kontolku lebih dalam dan kuperhatikan wajah Ami agak meringis sambil berkata agak berbisik aduuuuh ooom saa..kiiiiiit jaaaaa ngaaaan oooom dan mendengar suara ini segera ku hentikan tekanan kontolku kedalam memeknya. Setelah kudiamkan sebentar, kutekan lagi kontolku dan kembali kudengar Ooooom ..saa .kiiiiit, sambil kurasakan kuku Ami mencengkeram di punggungku.

Aku jadi berpikir, kata Ami kontol pacarnya sudah pernah masuk walau belum semuanya, kok sekarang sulit betul masuknya, padahal ukuran kontolku termasuk ukuran normal-normal saja. Setelah beberapa kali kucoba tekan dan setiap kali kuhentikan karena Ami berkata sakit. Pada tekanan kontolku yang entah ke berapa kali nya dan tekanan kontolku kulalukan agak kuat, tiba2 kontolku terasa seperti menyobek sesuatu crrrreeeeet ., terperosok sedikit lalu terjepit dan bersamaan dengan itu kudengar Ami agak berteriak aduuuuuuh . ooooom .. sakiiiiiit .. dan dari kedua matanya yang masih tertutup terlihat keluar air mata. Kuhentikan tekanan kontolku dan aku juga tidak berusaha untuk menariknya keluar, jadi kubiarkan kontolku terjepit di memeknya dan bisa kupastikan kalau kontolku saat ini sudah masuk sedikit dalam memek Ami. Lalu kulepas pegangan tanganku pada batang kontolku dan kembali kugunakan kedua tanganku untuk memeluk kepala Ami serta mengelus rambutnya serta kucium kedua matanya yang tegenang air mata.

Lalu kucium bibir Ami yang serta merta dengan matanya masih tetap merem mengimbangi ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku dan kesempatan ini kugunakan untuk menekan kontolku masuk lebih dalam ke memek Ami dan kulihat Ami merapatkan merapatkan matanya lebih rapat lagi serta melepas ciumanku serta berteriak kecil aaaaaaaaah sakiiiiiiiiit oooom dan kembali kuhentikan tekanan kontolku walau posisinya sekarang mungkin sudah setengahnya masuk kedalam memek Ami dan kembali kuciumi kedua pipinya dengan harapan Ami akan lebih tenang. Ketika kembali kucium bibirnya dan Ami kembali meladeni ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, kembali kugunakan kesempatan ini untuk menekan kontolku masuk semuanya kedalam memeknya dan kulihat sekarang hanya memejamkan matanya lebih rapat lagi seakan menahan rasa sakit tapi ciumanku tidak dilepaskannya dan untuk sementara kudiamkan kontolku tanpa gerakan. Beberapa saat kemudian, sambil tetap masih berciuman kugerakkan kontolku naik turun pelan2 dan kulihat sesekali Ami lebih merapatkan kedua matanya seperti menahan rasa sakit. Tetapi lama kelamaan sambil tetap kumasuk keluarkan kontolku dalam memeknya, wajah Ami sudah tidak lagi kelihatan tegang lalu gerakan kontolku sedikit kupercepat dan aku tidak menyangka kalau sekarang Ami juga mulai menggerakan pinggulnya pelan2. Beberapa saat kemudian kuhentikan gerakan kontolku keluar masuk sambil kubisiki Amiiii ..coba Ami sekarang hentikan gerakan pinggul Ami dan konsentrasikan otot2 memek yang bagian dalam sehingga memek Ami bisa .menjepit dan menghisap ..kontol Oom.

Ami nggak menjawab tapi segera menghentikan gerakan pinggulnya dan diam sambil tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku. Ooom ..Amiii ..nggak bisaaaaa , kata Ami lirih, cobaaaa teruuus Aaam tadi sudah terasa memek Ami .sudah menjepit-jepit ..cuma masih lemah, jawabku sambil kucium bibirnya. Kulihat Ami tetap diam tapi wajahnya dengan matanya masih tertutup, terlihat seperti lebih berkonsentrasi dan sekarang kurasakan jepitan-jepitan memek Ami terasa lebih kuat dan membuat kontolku lebih enak karena terpijit-pijit memek Ami dan kubisiki dengan desahanku dan sekalian memberitahukan kalau usahanya mempraktekkan pelajaran kilatku sudah cukup berhasil..Amiii yaaaa ..begituuuu Aaaam teruuus . enaaaaak aaaam . ooouuhhh .. yaaaaa begituuuu enaaaak .aaam, dan sehingga secara nggak sadar aku kembali menggerakkan kontolku keluar masuk memeknya lagi dengan agak cepat dan Ami pun segera menggoyangkan pinggulnya serta jepitan-jepitan memeknya pada kontolku terasa makin kuat dan kembali kudengar desahan Ami lirih ..Oooom ..ooom . ooouuhhh .ssssshhhh .oooouuuuhh . enaaaaaak ooom berulang-ulang sambil kedua tangannya menekan nekan punggungku dan kuimbangi desahan Ami dengan bisikan berulang ulang yaaaaa . Aaam ., teruuuus ..saa .yaaaang . aaaaaooohh . teruuuus . Aaam ., jepit yang keras Aaaam .aduuuuh . enaaak .sayaaaaaang. Mungkin merasa usaha menjepit-jepit kontolku berhasil dan mungkin menjadi terangsang dengan bisikan-bisikanku,

Ami semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan tangannya semakin kuat menekan punggungku dan kadang terasa agak sakit karena kuku2 tangannya seakan menusuk punggungku serta desahannya semakin kuat terdengar ooooooh oooouuh ..ooom .. oooouuuh aduuuuuuh ..ooom dan kuimbangi ini semua dengan mempercepat kocokan kontolku keluar-masuk memeknya yang kayaknya sudah sangat becek dengan cairan2 sehingga sangat jelas terdengar bunyi ccccrrooot ..ccccrrrooottt cccrroooottt. Beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggul Ami semakin cepat dan liar serta kepalanya digeleng gelengkan kekiri kekanan dan wajahnya menegang seperti menahan sesuatu dan tiba2 Ami mengeluarkan teriakan agak keras dan panjang, sambil menekankan tangannya kuat2 dipunggungku oooooouuhh .. aaaahhh . ooooooom .. aaaaacccrrrhh .. oooouuh . aaduuuuuuh .ooooom . aaaaaaaarrrccchhhh ..dan terus terkulai lemas dengan nafas terengah engah, rupanya Ami sudah mencapai orgasmenya.

Walaupun nafsuku sudah mendekati puncak tapi aku masih bisa menahan diri agar pejuku tidak keluar dan melihat Ami sudah terkapar lemas dan untuk memberi kesempatan Ami melepaskan lelahnya aku segera menghentikan gerakan kontolku keluar-masuk memek Ami, tapi masih tetap berada di dalam memeknya sambil kupegang kepala dan keciumi seluruh wajahnya. Setelah nafas Ami mulai agak teratur, sambil mencium pipiku Ami berkata lirih ooooom , Amiiiiii ..capeeeeeek ..ooom ., sudaaaaah yaaa ooom ? sambil tangannya terasa berusaha sedikit mendorong punggungku.

Amiii ., Oom kan belum selesai .sayaaaaaang ? Ami istirahat dulu saja sebentar sampai cepeknya hilang , sahutku lirih sambil kucabut kontolku dari dalam memek Ami dan tiduran disampingnya dengan tangan kiriku kuletakkan dibawah kepalanya sambil kuelus elus rambutnya serta tangan kananku kuremaskan pelan di salah satu teteknya yang kecil dan hanya terlihat menonjol sedikit karena Ami tidur terlentang dan Ami dengan masih merapatkan matanya, hanya diam saja dan memegangkan serta sedikit meremaskan tangan kirinya ke tanganku yang sedang mendekap teteknya.

Setelah berdiam beberapa saat, lalu sambil kucium pipinya segera kubisiki didekat telinganya Amiiiii masih capeeeek .yaaaaang ? Ami tidak segera menjawab bisikanku melainkan hanya sedikit meremaskan tangannya yang ada ditangan kananku, entah apa yang dimaksud dengan remasan ini. Setelah kutunggu sebentar dan masih tidak ada jawaban dari Ami, lalu segera kucium pipinya dan kubisiki lagi..Amiiii .., kalau sudah nggak capek ..tolooooong doong ..isap .punya Oom dengan .iniiii yaaa .sayaaaang , sambil ku letakkan jari tangan kananku di mulut Ami dan kembali kuremaskan di teteknya serta kucium lagi pipinya sambil menunggu jawaban Ami.

Ami membuka matanya sebentar seperti terperengah mendengar kata2ku tapi kemudian matanya ditutup kembali seraya menjawab lirih .Ooom ., Ami nggak bisaaa ..oom, Ami ..belum pernaaah. Aku segera menjawab dicoba . sayaaang, nanti juga bisa ., kataku sambil terus bangun dan memiringkan badan Ami kearah kanan serta aku duduk agak mengangkang sehingga kontolku sekarang sangat dekat dengan wajah Ami. Lalu kupegang tangan kanannya dan kubimbing serta kupegangkan di batang kontolku yang masih basah kuyup dengan cairan yang keluar dari memek Ami, mula2 jarinya seperti ditegangkan dan nggak mau memegang batang kontolku, tapi setelah kuremaskan tanganku di jarinya, sekarang jarinya sudah memegang seluruh batang kontolku walaupun terasa agak kaku sambil berkata lirih jaaaa ngaaaan .oooom. Kemudian dengan tanganku masih menggenggam jarinya yang sudah menggenggam kontolku, kubawa mendekati mulutnya dan sekarang kepala kontolku sudah menempel pada mulutnya dan mungkin karena merasa mulutnya ditempeli kontolku, Ami berusaha menggeleng gelengkan kepalanya lemah sambil dari mulutnya berbunyi ..hhhhhmmmm ..hhhhmmmm.. hhhhmmm tanpa kata2, mungkin karena takut membuka mulutnya.

Usaha ini terus kulakulan sambil menggeser-geserkan kepala kontolku di sepanjang mulutnya yang kecil mungil itu dan kadang2 sedikit kutekankan pada mulutnya yang semakin dirapatkan sambil tetap berbunyi hhhhmmm ..hhhmmm . hhhmmm.., tapi sekarang sudah tidak sering lagi menggelengkan kepalanya. Pada usahaku berikutnya, ketika kepala kontolku kembali kutekankan lebih kuat pada mulutnya yang masih tertutup rapat itu, dari mulut Ami masih terdengar bunyi hhhhhmm ..hhhhmmmm, tapi tiba2 kudengar dia mengatakan jaaaaa .ng dengan mulutnya sedikit terbuka, kesempatan ini nggak kusia siakan, segera kusodokan kepala kontolku pada mulutnya yang terbuka sedikit dan masuk seperempat batang kontolku kedalam mulutnya dan terdengar suara hhhhhppppp dari mulut Ami yang tidak sempat menyelesaikan kata2nya tadi karena sekarang sudah tersumpal oleh kontolku. Ayoooo .Aaam .tolooong .diisaaaap .yaaaang, kataku sambil kulepaskan tangan kananku dan kugunakan untuk mengelus elus rmbut Ami dan dari mulut Ami hanya terdengar benyi hhhhhmm .hhhhhmmm hhhhmmm tanpa mau menghisap apalagi menggerakkan mulutnya.

Terpikir dalam benakku, mungkin Ami nggak mau berbuat lebih jauh mungkin malu karena wajahku ada didekatnya, apalagi ini baru pengalaman pertamanya mengulum kontol orang. Lalu aku berusaha merebahkan badanku disampingnya sehingga sekarang kepalaku sudah berada di depan memek Ami ( posisi 69 ) dan aku menjadi agak kaget karena di bibir memeknya terlihat ada bekas darah yang sudah mengering. Aku jadi terpikir, kata Ami sudah pernah dengan pacarnya walau nggak masuk semua. Dasar Ami belum pengalaman, mungkin waktu itu punya pacarnya belum sampai masuk. Jadi aku rupanya yang beruntung dapat perawannya dan dengan agak was-was kucari di alas tempat tidur Ami mungkin ada tercecer disitu dan untungnya nggak ada, sehingga was-was ku menjadi hilang.

Segera saja kujilat jilatkan lidahku pada belahan bibir memeknya dan benar saja dugaanku tadi, sekarang Ami sudah berani menggerakkan tangannya yang memegang batang kontolku dan mulutnya maju mundur walaupun masih pelan2 sehingga membuat kontolku terasa enak dan secara nggak sadar aku menyuarakan Aaaam ..teruuuus aam .enaaaak .aduuuuh . enaaak . Yaaaang, teruuuus .sampai dalaaam yaaaang .sedooooot ..aaam, sedangkan dari mulut Ami hanya kudengar suara hhhhmmm ..hhhhhhmm hhhhhmm saja.

Karena posisi badan Ami yang miring dengan kedua kakinya bertumpu satu dengan lainnya, sehingga membuat memeknya Ami menjadi rapat dan ini membuatku sulit untuk menjilati dan menyedot lobang memeknya, lalu kuangkat kaki kirinya dan kuselipkan kepalaku diantara kedua kakinya, sehingga sekarang kepalaku bersandar pada kaki kanannya serta kugunakan kedua tanganku untuk memegang kedua bibir memek Ami dan membukanya lebar2 sehingga dengan mudah lidah dan mulutku menjilati dan menghisap bagian dalam memek Ami yang kemerahan serta penuh dengan cairan itu sehingga terasa seluruh wajahku seperti basah semua dan mungkin jilatan dan hisapanku ini membuat nafsu Ami semakin tinggi sehingga membuat Ami semakin cepat dan semakin dalam mengulum kontolku keluar masuk mulutnya dan sesekali disertai sedotan yang kuat serta kocokan tangannya di batang kontolku semakin cepat disertai suara yang keluar dari mulutnya hhhhhhmmm .hhhhmmm .. hhhhhmmm hhhmmm . semakin keras.

Ini semua membuat nafsuku semakin tinggi dan lagi lagi secara tidak sadar, kubalik dan kuangkat badan Ami sehingga sekarang sudah berada diatas tubuhku dengan memeknya menutupi seluruh mulutku dan sekarang makin leluasa mulut dan lidahku menjilati seluruh memeknya tanpa perlu harus membuka bibir memeknya dan kugunakan kedua tanganku bergantian kadang2 kucengkeramkan di pantatnya, kadang2 ku remas-remas kedua teteknya yang kecil dan memijat badannya dan posisi ini pun yang ada diatasku , rupanya membuat Ami lebih bebas sehingga Ami dapat memaju-mundurkan mulutnya lebih jauh sehingga kadang2 kontolku terasa ditelannya semua dan kocokan tangannya lebih cepat dan Ami pun menggerak pinggulnya naik-turun dengan cepat sampai2 kadang2 terasa sulit bernapas karena hudingku tertutup memeknya. Hal ini berlangsung beberapa menit dan akhirnya aku merasa agak sulit mempertahankan agar pejuku jangan keluar dulu, lalu kudekapkan tanganku pada pantat Ami dan berteriak Aaammm .aaam ..ooom . nngak tahaaaaan ..mau .keluaaaaaar ayoooo .yang cepaaaat ..aduuuuhhh . aaam . aaaarrgg... aaacrrrhh, sambil kutekan kontolku kuat2 kedalam mulut Ami dan kutumpahkan pejuku didalam mulutnya dan yang kudengar dari mulut Ami hanya suara ..aaaaarcccrhhh ..aaaarrccrhh ..aaaarrccchhhhh sambil melepas kontolku dari mulutnya dan membantingkan badannya turun dari atas badanku.

Dengan nafasku masih terengah engah, aku memutar badanku dan sambil kupeluk dan kucium dahinya aku bilang Aaam ..terima..kaaa siiiiiiih .sayaaaaang, sedangkan Ami sambil mengelap mulutnya yang penuh dengan ceceran pejuku dengan tangannya lalu memencet hidungku sambil berkata Ooom ..jahaaat ..mau keluar nggak bilang2 .sampai ada yang ter telaaaan sambil terus memelukku dan mencium pipiku. Sambil balas kupeluk dan kucium bibirnya yang masih tercium bau pejuku, kubilang . saayaaaang . nggak apa apa, ..itu ..vitamin kooook.

Setelah berciuman beberapa kali, lalu kubilang Aam .sudah..malaaam .oom mau pulang yaaaa .terima kasih yaa Aaam, kataku sambil terus bangkit dari tempat tidur serta melihat lihat seluruh alas tempat tidur Ami, siapa tahu ada darah gadisnya yang tercecer dan untungnya nggak ada dan Ami pun segera bangkit dari tempat tidur dan segera mengenakan Cdnya sambil terus merangkulku dan mencium pipiku sambil berkata .Ooom , Ami . puaaas oom, dan setelah berhenti sebentar dia lanjutkan kata2nya Oom kalau nanti Ami kepingin lagiiii .gimana .doooong ? Lho kan ada pacarnya..Ami , kataku. Aaah nggak enak..oom .dia masih..bodo.

Setelah selesai kukenakan celana pendekku lalu aku pamit Aaam oom pulang yaaa.. dan sekali lagi Ami mencium pipiku sambil berkata..tidur .yang nyenyak yaa..oom.

Nah begitulah kawan2, true story yang kudapat selama cuti di rumah mertuaku yang secara nggak sengaja maupun direncanakan aku bisa meniduri 2 keponakanku yang sedikit bandel serta yang satu masih perawan dan mungkin nggak akan bisa terulang lagi.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Oh My God.... Enak Tenan

Agustus 09, 2018 Add Comment

Anugrah Tak Terduga

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Anugrah Tak Terduga

Semasa SMU aku dikenal sebagai kutu buku yang bercita-cita tinggi, yang tak bisa memegang bola basket, minder terhadap urusan cewek dan tak punya pacar. Sehingga hampir setiap sabtu teman-teman melantunkan lagu Koes Plus untukku, "Sabtu malam kusendiri..." Namun ketika kami mengadakan reuni sepuluh tahun kemudian, ternyata teman-temanku justru terlihat seperti suami yang hidup di bawah bayang-bayang istri dan mertua, sedangkan aku justru mendapat pengalaman-pengalaman seks yang berkesan.

Tanpa sepengetahuan mereka, pengalaman pertamaku terjadi justru ketika aku masih mereka kenal sebagai kutu buku. Berawal dari kepindahan tugas ayahku ke kota lain, aku si rangking satu di sekolah diminta kepala sekolah untuk tidak ikut pindah dan menyelesaikan sekolahku di SMU itu, karena ada undangan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia agar rangking pertama dari SMU-ku kuliah di sana. Demi masa depan, orang tuaku setuju dan menitipkanku di rumah temannya yang kebetulan anaknya, Budi, adalah teman sekelasku, sehingga aku menghabiskan kelas tiga SMU seribu kilometer jauhnya dari keluarga yang kucintai.
Anugrah Tak Terduga
Anugrah Tak Terduga
Kamar kost-ku tidak berada di ruang utama bangunan, tetapi cukup strategis untuk memonitor penghuni dan tamu yang keluar masuk rumah itu. Malam minggu itu seluruh keluarga temanku menghadiri pesta pernikahan sepupunya, meninggalkan aku si kutu buku asyik belajar sendiri. Untuk menghilangkan kantuk, aku menuju dapur di bangunan utama bermaksud membuat secangkir kopi dan semangkok mie instan. Tiba-tiba terdengar pintu pagar terbuka, rupanya Yumul, adik Budi, pulang lebih awal ditemani pacarnya Wadi. Mereka sudah pacaran setahun lebih dan kelihatannya telah direstui oleh kedua orang tuanya, karena Wadi meskipun baru berusia 21 tahun tetapi sudah hampir menyelesaikan kuliahnya dan Yumul berusia 17 tahun menjelang kelas tiga SMU.

"Tuh liat, kamarnya si kutu buku lagi terang. Seperti biasa, paling-paling dia lagi asyik ngapalin rumus-rumus yang njelimet, jadi kita aman di sini," terdengar suara Yumul. Selang beberapa menit setelah mie dan kopiku siap hidang, aku beranjak menuju kamarku, namun aku terkesima karena di ruang tamu kulihat pemandangan yang jauh berbeda dengan rumus matematika yang sedang berputar di otakku. Yumul sedang merem-melek karena buah dadanya sedang dikulum Wadi. Karena khawatir mereka tahu kehadiranku bila kuteruskan langkahku maka aku berhenti, dan dengan hati berdegup terpaksa kuikuti lakon itu. Wadi terus menghisap kedua puting dari bukit mini namun ranum langsat, sembari tangannya menyusup ke dalam gaun pesta Yumul, dan seketika membuat Yumul menggeliat lirih, "Aahh.. uhh.." Berdasarkan ilmu biologi, jari tangan Wadi menemukan klitoris sensitif Yumul.

Sambil mendesah, tangan Yumul mencoba melakukan serangan balasan dengan mencari persembunyian meriam Wadi, meskipun harus bersusah payah melepas ikat pinggang, membuka reitsleting, memelorotkan celana panjang dan menyusup ke dalam benteng terakhir celana dalam. Wadi yang sudah tahu arah serangan, tetap saja tersentak dan mengerang sambil menekan pantatnya ke depan. Yumul terlihat lebih cekatan, mengeluarkan meriam Wadi dan mengulumnya hingga menekan tenggorokan. Wadi yang sempat terkesima sesaat, tergopoh-gopoh menyusun posisi untuk dapat memelorotkan celana dalam Yumul dan melahap kemaluan yumul dengan rakus sambil jari tengahnya merogoh ke dalam liang kewanitaan Yumul. Sambil berbaring mereka membentuk posisi enam sembilan dan terdengar duet alunan merdu. "Mmmh.. nyam-nyam.. sluurrp.. yessshh.."

Setelah merasa puas tiba-tiba Wadi berdiri, dan Yumul bagai telah hapal akting selanjutnya, juga ikut berdiri. Mereka berdekapan erat, berpagutan bibir, dan menggoyangkan pantat saling bertabrakan. "Astaga, mereka bersengggama," pikirku sambil menelan ludah dan mengusap keringat saking menghayati ketegangan adegan.

Entah telah berapa puluh kali mereka saling menghunjam, tiba-tiba kudenggar Yumul berkata lirih, "Mas, kali ini dimasukkin beneran yach, jangan cuma dioles-oles."
"Kamu nggak takut," tanya Wadi dan dijawab dengan gelengan kepala Yumul.
"Nanti kamu nyesel," tanya Wadi dan sekali lagi Yumul menggeleng sambil berkata, "Khan kata Papa kita akan menikah dua tahun lagi, yang penting jangan sampai hamil dulu."
Wadi menghentikan goyangannya dan menatap Yumul dalam-dalam, "Jangan sekarang, kita beli kondom dulu."
Yumul menggelayut manja dan merengek, "Yumul nggak tahan, pinginnya sekarang, nanti maninya mas jangan dikeluarin di dalam tapi di luar saja, seperti biasa."
Meskipun adegan makin menegangkan, namun aku menghela napas lega, "Ah syukurlah, mereka belum bersenggama, tapi mereka akan... bagaimana cara mencegahnya?" Pikiranku buntu untuk bisa menghentikan mereka, karena jantungku terlalu kencang berdegup tak memberi kesempatan otakku berputar, sedangkan ujangku ikut-ikutan tegang tanda setuju adegan selanjutnya.

Nun jauh disana, Wadi telah menidurkan Yumul di atas karpet, Yumul membuka gerbang kangkangan kaki, dan laras torpedo Wadi mulai diarahkan, perlahan maju, mendekati liang, menempel dan.. tiba-tiba Wadi menghentikan gerakannya, menatap Yumul, sambil menelan ludah berkata, "Sebaiknya Kamu yang di atas, biar menekannya hati-hati, biar nggak terlalu sakit, soalnya kata orang hubungan yang pertama sakit buat perempuan." Yumul yang sedari tadi memejamkan mata menghitung mundur saat terobosan pertama, kaget dan menjawab, "Yumul sudah merasakan sakitnya waktu Mas memasukkan jari ke memek Yumul." Wadi belum mengerti maksudnya tapi kurang lebih Wadi harus tetap di atas dan menekan meriamnya ke dalam liang kewanitaan Yumul. Maka sekali lagi Wadi mengambil ancang-ancang, meluruskan, perlahan menekan dan akhirnya... "Kriingg..." suara telepon berdering, Wadi dan Yumul terkejut dan setelah sadar itu suara telepon mereka saling tersenyum, "Oo cuma telepon.. tapi bagaimana kalau si kutu buku mendengar dering telepon dan datang ke sini mau ngangkat telepon? Cepat Mas angkat dulu teleponnya biar nggak berdering terus," Kata Yumul. Dengan mengendap Wadi mengangkat telepon, sesaat wajahnya serius, menutup telepon, sekonyong-konyong mengenakan kembali celana dan pakaiannya dan tergesa-gesa berkata, "Aku harus pergi, Mama sakit keras.." seraya menuju pintu keluar. Yumul yang berharap dapat melanjutkan adegan penerobosan pertama hanya terbengong tanpa sempat melakukan sesuatu kecuali mengucapkan, "Salam buat Mama, semoga lekas sembuh!"

Terkesima oleh pembatalan sepihak yang dilakukan sekejap, Yumul hanya dapat memandangi tubuhnya yang telah bugil. Perlahan tangannya membelai bibir kemaluannya seolah membujuk agar tidak sedih. Lalu Yumul memutuskan untuk menghibur diri dengan mempermainkan klitorisnya sendiri. Aku yang merasa drama telah berakhir bermaksud menyelinap ke kamarku, namun Yumul menangkap ada gerakan di dekat dapur. Sambil menutup tubuh seadanya ia menghampiri dapur dan memergokiku berdiri di sana. Yumul kaget dan terpaku, akupun gemetar tak mampu mengucap maaf. Antara malu, menangis, marah dan tertawa Yumul berkata, "Bang Obi dari tadi melihat kami?" Aku menunduk, tak berani menatap dan berkata lirih, "Maaf..." Sejenak hening, lalu tiba-tiba Yumul tesenyum simpul, "Hi, ada burung apa di celana Bang Obi.." Rupanya meriamku belum turun dan menyembul diantara celana hawaiku, karena memang kebetulan aku tidak pernah memakai celana dalam bila menjelang tidur. Belum hilang kagetku, tiba-tiba Yumul maju menangkap burungku dan mengelus, sementara aku tak bisa mundur meskipun ingin, karena kakiku terlalu gemetar.

Melihat aku tak berdaya bagai patung, Yumul memelorotkan celanaku sehingga burungku tak bersangkar lagi, dan seperti telah kulihat sebelumnya, Yumul mulai menjilati dan mengulum batang kejantananku. Aku semakin gemetar dan gagu serta tak mampu menghindar dari wanita birahi yang belum sempat terlampiaskan dengan Wadi. Yumul menarik pundakku turun lalu mendorong untuk merebahkanku. Di hadapanku terpampang gadis manis berambut ikal yang selama ini hanya kukenal keayuan wajahnya, kini memamerkan kemulusan tubuhnya. Lehernya yang jenjang menyatu dengan pundaknya yang lebar. Sembulan dua gunung kecil dengan puting centil merah muda, padat menantang selaras lekukan pinggul. Bulu-bulu halus di selangkangannya tak mampu menyembunyikan bibir tebal liang kewanitaannya dan mancungnya klitoris yang masih sedikit memerah akibat gesekan meriam dan jari Wadi.

Bidadari 17 tahun itu melangkahkan kaki jenjangnya berdiri mengangkangiku dan perlahan turun. Sambil memegang batang kejantananku Yumul meluruskan liang kewanitaannya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Yumul langsung menekan.., "Blesss..." mulai terjadi penetrasi, aku merasakan sempit dan seretnya. "Yumul.." hanya itu yang keluar dari mulutku tak tahu apa lanjutan kalimatnya. Yumul berhenti sejenak, mengatupkan mulutnya rapat-rapat, sedikit menutup matanya. Antara nikmat dan sakit, perlahan Yumul menekan lebih dalam..., "Blesss..." aku merasakan batang kejantananku didekap dan diremas hangat oleh liang kewanitaannya. Yumul berhenti lagi sejenak, menengadahkan wajahnya sambil menggigit bibirnya sendiri dan memejamkan mata. Lalu kembali perlahan Yumul menekan..., "Blesss..." terus menekan perlahan hingga selangkangan kami beradu, Yumul menghentikan tekanannya. Ah, burungku telah bersangkar di dalam liang kewanitaan Yumul dan merasakan pijatan dinding kewanitaannya. Yumul menatapku sambil tersenyum, akupun berusaha tersenyum sementara detak jantungku sudah tak beraturan dan keringatku mengalir dimana-mana.

Yumul menggoyangkan pantatnya kekiri kekanan dan berputar, stress-ku mulai mengendur dan mulai merasakan nikmatnya pijatan nikmat terhadap batang kejantananku. Lalu perlahan Yumul menaikkan dan menurunkan kembali pantatnya, semakin lama semakin cepat. Berulang naik turun, kiri kanan, berputar. Ketika melihat senyumnya yang menandakan kepuasannya, tanpa sadar akupun ikut menaikturunkan pantatku seirama dengan gerakannya. "Uhhh, mentok Bang.. enaak." Karena batang kejantananku memang sudah tegang lama, maka tak lama kemudian kurasakan sesuatu mendesak untuk dimuncratkan. "Uhh.. aku mau keluar Yumul, uhh.." kataku tak jelas. "Iya.. hh.. tapi.. hh.. jangan dulu Bang, hh.. tunggu Yumul, hh.. nanti dikeluarinnya Bang.. hhh diluar saja.." kata Yumul sambil mempercepat goyangannya. Aku tak tahu bagaimana cara menahan pancaran yang siap mendesak keluar, hingga akhirnya, "Aaahh..." dan "Crottt.. crottt.." aku mengeluarkan maniku di dalam liang kewanitaan Yumul. Meskipun tahu aku sudah ejakulasi, Yumul terus bergoyang, seolah tak peduli atau mungkin karena iapun sedang menuju puncak. Tiba-tiba Yumul berteriak panjang dan keras sekali, "Aaahhhww..." dan terkulai lemas di atasku. "Sssttt.." kataku, karena takut terdengar entah oleh siapa.

Tanganku yang sedari tadi berperan sebagai penonton, memberanikan diri mendekapnya dan beberapa saat kami berpelukan erat. Aku penasaran dan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meraba buah dadanya, dan Yumul sedikit mengangkat badannya memberi kesempatan dan ruang gerak bagi tanganku agar leluasa meremas dan bahkan mempermainkan putingnya. Dan mulutku tak mau ketinggalan jatah, ikut mencium, mengulum dan mengisap puting yang baru mekar di bukit yang kenyal. Sementara dibagian bawah, batang kejantananku terus bersangkar di dalam liang kewanitaan Yumul, namun semakin lama semakin lunglai dan akhirnya keluar dari lubangnya, "Plup.."

Yumul menatapku dan berkata, "Bang Obi, tadi ngeluarinnya di dalam yaa.."
Aku mengangguk pelan.
"Bagaimana kalau Yumul hamil, Bang?" tanyanya.
"Yumul tetap dalam posisi tegak atau di atas, dan biarkan maniku mengalir keluar kemaluanmu sesuai gravitasi bumi," entah teori apa yang kukatakan tapi Yumul menurut.
Setelah Yumul yakin bahwa maniku telah keluar semua ia beranjak dan berkata, "Kalau Bang Obi melaporkan hubunganku dengan Mas Wadi yang sudah cukup jauh, Yumul juga akan laporkan pada orang tua Bang Obi dan Guru bahwa Bang Obi telah menggauli Yumul, dan masa depan kita sama-sama hilang," Yumul setengah mengancam dan segera beranjak dari tubuhku.

Yumul memperhatikan betapa banyak semprotan yang keluar dari liang kewanitaannya dan betapa banyak maniku yang mengalir kembali keluar dari liang kewanitaannya dan membasahi batang kejantananku. Selintas Yumul tersenyum namun tiba-tiba ia terkejut karena di batang kejantananku ada darah merah cukup banyak. "A..Aku masih perawan?!, oh.. kukira aku sudah tidak perawan karena tusukan jari Mas Wadi." ia tampak menyesal dan segera meraih gaun pesta, celana dalam dan bra-nya serta berlari menuju kamarnya. Sayup-sayup terdengar gemercik air siraman mandi Yumul, lalu senyap.

Ketika keluarganya pulang dari undangan, aku sedang membersihkan keringat, bercak-bercak mani dan darah yang berserakan di lantai. Kukatakan bahwa mie instanku tertumpah. "Yumul sudah tidur, tadi pulang diantar Mas Wadi," kataku ketika mereka menanyakan Yumul.

Keesokan harinya kudengar Yumul seharian mengurung diri di kamarnya dan hanya sesekali keluar untuk makan. Karena aku memang jarang ngomong sama Yumul tak ada yang curiga kalau Yumul sama sekali enggan ngomong denganku. Aku menyesal telah membuat Yumul menjadi pendiam dan aku berdoa agar dia dapat ceria kembali. Rupanya doaku terkabul. Tiga minggu kemudian kulihat ia sangat ceria, dan pada suatu kesempatan ia menghampiriku. "Maafkan Yumul ya Bang dan Bang Obi juga sudah Yumul maafka," bisiknya mesra. "Koq?" aku tulalit. Seolah mengerti maksud pertanyaanku, Yumul menjawab, "Aku telah bersetubuh dengan Mas Wadi, dan dia yakin bahwa perawanku telah hilang saat dia masukkan jarinya padaku, dan keluargaku yakin murungku selama ini adalah karena mamanya mas Wadi diopname, jadi masa depanku cerah lagi." Hanya itu yang dikatakan dan ia berlalu dengan ceria, gaya manja khas belia 17 tahun.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Anugrah Tak Terduga

Agustus 09, 2018 Add Comment

Risti Adik Kelas SMA Ku

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Risti Adik Kelas SMA Ku

Siang itu aku mengunjungi SMAku, salah satu SMA favorit di Jakarta. Sebagai alumni di SMA tersebut, aku Robert masih sering ikut membina kegiatan ekstra kulikuler yang ada, di antaranya melatih Volley dan Bulutangkis. Kesempatan ini juga aku pakai sebagai kesempatan untuk mengunjungi adik2 kelasku yang cantik2. Dan sebagai kakak kelas kadang kala membuat usahaku untuk mendekati mereka tidak terlalu sulit. Salah satu adik kelas yang dekat denganku adalah Risti. Berparas biasa saja, berkulit sawo matang, pintar dan mempunyai body yang proposional. Maklum, dia selain mengikuti kegiatan keilmuan dibidang bahasa Inggris, aktif juga di dalam kegiatan Paskibraka dan Cheersleaders. Hubunganku dengan Risti sendiri sudah berjalan 3bulan. Dan sampai saat itu masih terbatas ciuman saja.
Risti Adik Kelas SMA Ku
Risti Adik Kelas SMA Ku
Hari itu adalah hari Sabtu, di mana aku menyempatkan diri untuk bermain bulutangkis. Dan Risti, sedang mengikuti latihan cheers sore itu.

"Hai, kak Robert... mau main bulutangkis yah di atas? " tanya Risti saat berpapasan denganku. "Hai, Ris. Iya nih lagi mau main ke atas. Kamu lagi latihan? "tanyaku balik.
"Iya, kak. Tapi Risti haus mau beli minum dulu di depan." "Oke, sampai jam berapa latihannya, Ris?"
"Jam 4 juga sudah selesai, Kak"
"Baiklah. Kalau sempat nanti main-main lah ke atas."
"Beres deh.... kebetulan aku minta di jemput pak Min agak lama kak. Biar kita bisa berduaan lebih lama...."
Seeerrr mendengar kalimat Risti membuat pikiran ku sekilas membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

Sekitar jam 4, pintu aula atas terbuka dan muncullah Risti dengan mengenakan kaus gombrong dan celana hotpans yang membuat cetakan lembah di antara kedua pahanya terlihat samar2.

"Lho, kak...mana yang lain? Kok kak Robert sendirian?", tanya Risti mellihatku sedang bermain shadow dengan tembok.
"Iya, yang lain baru aja pulang." Sahutku sambil menghampiri Risti dan mengecup bibirnya.
"Ahhhhh, kak....jangan begitu nanti kalo ada yang masuk bisa repot." Desah Risti saat kukecup bibirnya.
"Hehehehe.... nga ada yang bakalan ke sini Ris."
"Kamu mau menemani kakak bermain? "
"Boleh, Kak..."

Lalu setelah 15 menit kami bermain terlihat Risti memberikan tanda untuk menghentikan permainan. "Kak, udah dulu ya...Risti capek." Lalu kamipun duduk2 di pinggir lapangan. Dan Risti tiduran di atas pahaku.

"Capek, Rist?"
"Iya, kak. Tadi soalnya lumayan latihannya. Dan tadi waktu Risti jadi base sempat terjatuh."
"Nih, lihat memar kan lutut Risti', kata Risti sambil menunjukkan lututnya yang memang seperti lebam.
"Duh, kamu, hati-hati donk Ris"
"Tuh liat sampai lebam gitu lutut kamu."

"Sakit? " tanyaku sambil memegang dan mengelus-ngelus lututnya.
"Nga, kak...Geli iya..." jawabnya sambil tertawa kecil. Melihat Risti tertawa membuatku gemas dan langsung saja kucium bibir mungilnya.

"Kak.....Kak Risti takut ada yang datang"
"Tenang" kubangunkan Risti sebentar dan "Klek..." suara pintu aula kukunci dan kemudian kumatikan lampu aula tersebut.

"Sini, sayang mana tadi yang lebam? Kakak lilat lagi.."

Tak lama segera kurangkul Risti dan kukecup lembut bibirnya.
"Makanya lain kali hati-hati yah sayang...."
"Iya kak...."
Lalu kamipun kembali bercumbu kembali. Semakin lama cumbuan kami semakin panas dan membara. Dengan adrenalin yang keluar sehabis kami berolahrga membuat suasana di dalam aula menjadi panas.

Kuberanikan diri untuk mencumbu Risti lebih jauh lagi. Ciumanku turun menyusuri leher jenjang Risti.
"Oh.... kak...." Risti membalas cumbuanku dengan desahan dan tangan yang semakin erat dileherku.

Melihat sambutan yang mendukung, tanganku mulai berani bergerilya. Tangan kiriku tetap menopang badan Risti sedangkan tangan kanan mulai menuruni dadanya. Terasa sangat kenyal sekali payudara Risti di tanganku yang merabanya dari lluar kaosnya....

"Ouuughh, kak Robert...."
Segera kukulum lagi bibir Risti untuk menghentikan desahannya. Dan tanganku meremas pantadnya yang begitu kenyal.....

Segera kutarik Risti ke dalam Ruang ganti. Hasratku untuk berbuat lebih jauh semakin tak tertahan. Segera kurebahkan Risti ke atas meja yang ada di ruang ganti tersebut.

Kembali kami berciuman dengan liarnya. Tanganku tak tinggal diam. Kusingkapkan dan kulepas kaos yang dikenakan oleh Risti. Kuremas remas dengan lembut kedua bukitnya dibalik Bra model sport yang dikenakannya.

"Oh....Kak..." Risti pun semakin liar dengan remasan2 lembut yang kuberikan. Tangannya tak tinggal diam melepaskan kaos yang kukenakan yang semakin basah oleh keringat nafsu.
Kutanggalkan Bra yang melekat,36B sempat kulirik dari kaitan bra yang kutanggalkan, dan kududukan Risti di meja. Ciumanku bergerilya menuruni lehernya yang jenjang dan turun menuju kedua bukit kembar yang begitu menggoda.

Kuelus lembut dan kemudian kujatuhkan ciumanku di bukit sebelah kirinya. Kekecup dan kemudian kusedot kecil... "Awww, kak....oughhh" pekik Risti sebagai reaksi atas aksi yang kuberikan kepadanya. Melihat reaksi demikian membuatku mengekplorasi lebih lanjut. Kuremass-remas dada Risti sebalah kanan. Dan pentil yang kecil kupilin-pilin lembut.

Ristipun semakin liar dan lenguhan2nya membuat adrenalinku semakin kencang mengalir. Membuatku gemas. Kutarik lembut pentil membuat Risti berpekik..."Awww, kak...sakit..."
Tak kuhiraukan pekikan Risti. Tanganku segera menarik lepas celana hotpans yang melekat. Di bagian tengan celana dalam Risti yang bermodel mini tercetak sebuah pulau kecil. Mungkin akibat cairan yang keluar, tanda Risti sudah terangsang sekali.

Kuelus2 bagian tengan celana dalamnya membuat Risti semakin menjerit...."Ouchhh, kak...Ochhh..."
Kuselipkan jariku kedalam celana dalamnya, dan kumainkan jari-jariku di atas klitorisnya...."Ochh kak....terus kak....geli...."
Merasa terganggu dengan celana dalamnya, segera kulepas dan kubuang ke lantai.

Setelah celana itu terlepas, kubuka celana pendek dan celana dalamku. Segera aku berlutut. Mengamati dan mengelus-ngelus kemaluan Risti dengan lembut. Semakin cepet elusan yang kuberikan membuat Risti semakin melenguh dengan keras..."Ochh,kak.....Ouchhh"
Kukecup vagina itu...Hmmmm wangi khas vagina yang saat itu aneh bagiku namun memberikan sensasi lain...

Kuberanikan lidahku untuk bermain di vagina Risti...Kusapu permukaannya atas dan bawah....
"Kak, robert...ouchh....terus kak...."
"Kak, ah..... "
Seiring desahan yang keluar...vagiana Risti mengeluarkan cairan...Kujilat dan kuhisap seakan tidak ingin membiarkan cairan itu keluar begitu saja...
Akibat dari hisapanku Risti berteriak " Ah....Ah...Ah...Kakkkk!! Risti mau pipis Kakkk.....Ahhhh" Melihat ini segera kumasukan jariku dan kukocok didalamnya semakin lama semakin cepat disertai dengan jilatan2 lidahku....akhirnya "Arrrgggggghhhhh Kakkkkkkkk..." Tubuh Risti mengejang hebat....

Kubiarkan Risti menikmati Orgasmenya. Orgasme yang mungkin pertama baginya. Saat membuka matanya Risti berkata " Kak, oh.....nikmat sekali.." Kukecup bibirnya dan kemudian kubisikkan " Risti, I Love U So Much..."
"Love U So Much To...." Kembali kami berpagutan dengan mesra. Kubimbing tangan Risti untuk menyentuh kemaluanku yang berdiri tegak. Ku berikan contoh untuk mengocok kemaluanku yang berukuran 18cm diameter 4cm...Kocokan tangan Risti yang mungil dan lembut membuatku berdesi "Oh....ya Risti...Oh...Enak sayang". Kumainkan kembali kemaluan Risti yang masih basah....Kupilin2 clitorisnya..."Ouhhhh Kak....Gatel lagi kak...."

Segera kuposisikan diriku diantara kedua kakinya. Dengan isyarat kumohon izin darinya. Tak ada kata terucap...hanya anggukan kecil. Kuposisikan kemaluanku tepat di depan kemaluannya...kugosok-gosok kecil dan berputar memainkan klitorisnya...membuat Risti tak tahan dan merebahkan badannya di meja sambil meremas-remas bukitnya...

Setelah kurasa pas..dan kemaluan Risti kembali basah oleh lendir kenikmatannya..Kutekan kepala kemaluanku menyeruak membuka jalan di dalam kemaluan Risti....."Ah.... kak....Sakittt!!!" pekik Risti saar kepala kemaluanku berhasil menerobos masuk. Kebelai rambutnya dan kupagut bibirnya untuk menenangkan Risti....Setelah kurasa kemaluannya mulai beradaptasi dengan adanya benda asing d dalamnya kutekan dan kukeluarkan masukan kemaluanku pelan-pelan...sampai akhirnya "Crreeeetttzzz....." kemaluanku seperti menyobek sesuatu dan "Blessss!!!" masuklah seluruh kemaluanku di dalam vagina Risti. "Kakkkkkk......Awwww!!!" Jeritan Risti dan kulihat tetes air mata di ujung matanya

Oh....vagina yang sempit dan peret...mencengkeran kemaluan begitu erat..Kuremas-remas payudara Risti dan kucumbu bibirnya untuk menenangkannya. Setelah kulihat Risti lebih tenang...kuayun perlahan-lahan kemaluanku......

Ristipun mulai menikmati ayunanku. Kucoba dengan ayunan 9 kecil 1 dalam. Satu....Dua....Tiga....Empat....Lima....Enam....Tu juh...Delapan...Sembilan....Seeeeepppppuluh......S aat hitungan kesepuluh kubenamkan semua kemaluanku menyeruak ke dalam vagina Risti...."Ohhhhhh.....kakkkkk.....".

Kuulangi lagi....Satu....dua.....Tiga...Empat..Lima...Enam. ...Tujuh...Delapan...Seeeemmmmbiilllaannn....Seepp pppulluhhhhh....kuulangi....dengan tekanan pada ayunan kesembilan dan kesepuluh " Ohhh....kakk.......Enakkkk...kakak.....Terus Kakk....!!!" Desah Risti....
Kuulangi lagi dengan kombinasi sama...dan pada ayunan yang keempat Risti berteriak "Kakkkkk ayo Kakkk Risti Mau keluar lagiiii....." Ayunan ke enam saat baru saja kubenamkan kemaluanku dihitungan keempat.....Risti menjerit " Ahhhhhh......ahhhhh...........Kakkkkk......"dan tubuh Risti kejang-kejang dan digigitnya tanganku "Ahhhhh..." Kubiarkan kemaluanku masih berada di dalam kemaluannya....

Saat Risti mulai menguasai diri, kuminta iya untuk membelakangiku dengan posisi nungging dan bertumpu di meja. Melihat posenya membuatku gemas...kukecup vaginanya dan kuberikan tepukan ringan pada bongkahan pantaddnya.....

Segera kemudian kutancapakan kembali kemaluanku ke dalam vaginanya. Posisi ini membuat kemaluanku semakin dalam masuk ke dalam vaginanya.

"OHHHH Kakkkk....." tusukan pertama dengan posisie doggie membuat Risti melenguh. Kuayun dan kupompa kemaluannya.
"Cleppp....Cleppp....Clepppp" Suara kemaluan kami beradu diiringi dengan suara beceknya vagina Risti oleh cairan yang keluar dari kemaluan Risti....

Kupompa dan semakin lama kutingkatkan Rpm kocokan pada kemaluannya membuat Risti tak tahan

"Kakkkk Ouuchhh....Ouch..."
"Ouch....Kakkk Risiti Mau Keluar lagi..."
"OOuuuchhh....Ahhh....Iya Sayang....Kakak juga sebentar lagi keluar, kita bareng yah sayang..." Kukecup bibirnya dari belakang sambil kuremas bukit kembarnya.
Kembali kugenjot Risti dengan cepat....
"ochhh....oh....Kak....."
"Ayo sayng....Ohhh.....Ohh...."
"Oh....Kak....Risti Luv U kak Robert"
"Iii...Luv...U....Tooo Risti..."
"Crrrrooooottttsss.....Croooots....Crooootsss..... Crotsss...Croootsss" semburan spermaku didalam rahimnya mengiringi orgasmeku
"Ochhh..oH....kAKK..kAKKKKKKK" Jeri Risti menjemput orgasmenya kembali...

Setelah kami mencapai orgasme kami bersama, kurebahkan badanku di atas Risti. Sambil memejamkan mata menikmati orgasme bersama yang baru kami reguk. Kubiarkan kemaluanku tetap berada didalam kemaluan Risti yang serasa menjepit dan mengurut2.

"Plooopp..." Suara kemaluanku yang mengecil dan keluar dari sangkar emas Risti. Kubuka Mata. Dan ku kecup kening Risti sambil mengucapkan.."Terima Kasih ya Sayang...."

Risti hanya tersenyum. Segera kami memakai kaus kami kembali dan di lantai lulihat ceceran sperma bercampur dengan darah perawan Risti.

"Kak...Jangan tinggalin Risti."
"Risti Takut kehilangan kakak "

Demikian kata-kata terakhir yang kuingat membayangkan kejadian tahun lalu. Lulus SMA Risty melanjutkan pendidikannya di Australia dan aku sibuk dengan pekerjaanku. Membuat kami memutuskan untuk mengambil jalan sendiri2.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Risti Adik Kelas SMA Ku

Agustus 07, 2018 Add Comment

Ngeseks di Pantai

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Ngeseks di Pantai

Hai... Lex lagi nih. Gw mau ceritain pengalaman gw di Bali ama temen cewe gw, sebut aja Vivie (panggilannya dia). Sebenernya gw suka ama dia, mukanya manis, imut, badannya cukup langsing, kulitnya kaya gw, kuning (soalnnya sama ? sama keturunan Chinese). Tapi kita ga pernah ada ikatan pacaran, dan gw ama dia sendiri juga belom pernah gituan bareng. Nah ini cerita gw waktu ama dia pertama kali.

Ceritanya gini, waktu itu mau malem minggu, gw lagi ga ada kerjaan, gw pikir ngapain yah malem mingguan, jomblo, sendirian. Temen - temen gw pergi semua soalnnya uda pada punya pasangan. Trus kepikiran sms Vivie aja. Awalnya Cuma mau sms an, tapi keterusan dan di sms dia juga bilang sumpek, soalnnya bokap nyokapnnya lagi ke Surabaya. Jadi tinggal dia doang di rumah. Gw ajak dia jalan - jalan, gw ajak ke pantai Nusa Dua, soalnnya gw tinggal deket Nusa Dua dan lagi ga terlalu rame kaya di Kuta. Ga taunya dia mau - mau aja. Berhubung uda malem, katanya nanti pulangnya dia minta anter ke kost temennya aja, di Nusa Dua juga soalnnya rumahnya di Denpasar, jauh dari Nusa Dua. Gw bilang ya terserah. Sekitar jam 6.30 gw sampe di rumanya di Denpasar. Trus dia kluar bawa 1 tas kecil yang isinya perlengkapan dia buat nginep. Kita jalan dari rumahnya dan makan malam dulu di cafe di jalan By Pass (nama jalan menuju Nusa Dua). Abis puas makan malam, kita lanjut ke Pantai Nusa Dua, sampe di Pantai, kira - kira uda jam 8 malem.
Ngeseks di Pantai
Ngeseks di Pantai
Seperti biasa, pantai Nusa Dua uda sepi banget, di pantai deket pintu masuk cuma ada 2 ato 3 pasangan yang pacaran, ada yang ciuman, ada yang rangkulan. Sambil becanda, gw ngegoda: "dari tadi ngeliatnya pasangan pacaran mulu, berarti malem ini kita juga pacaran dong"? "Yee... maunya" bales dia sambil senyum. Trus kita cari yang sepi dan kita mulai becanda, ngobrol, tidur - tiduran di kursi pantai. Malem itu, bintang banyak banget, kita becanda. Trus karena bosan tidur - tiduran, gw mulai ke deket air, awalnnya dia cuma ngeliatin gw jalan di pinggir air. Dari jauh gw liat dia sendirian aja, jadi gw lari ke arah dia dan narik tangannya. Kita akhirnya maen di pantai sambil lari - lari kecil, ketawa, becanda, pokoknya gw seneng banget. Trus dia tersandung dan mau jatoh, reflek gw nerima badan dia yang mau jato,tapi namanya pasir, gw pun berdirinya ga seimbang, akhirnya kita jatoh bersama, dan bibir dia kena di bibir gw. Uda jatoh, kita sama - sama diem, mungkin karena sama - sama kaget kali yah... waktu dia nindih badan gw, ngerasain toketnya ada di atas badan gw, anget, dan jantungnya berasa berdebar kenceng. Mungkin deg - degan juga dia.

Trus dia bangun dan kita saling malu - malu dan dia bilang "Maaf ga sengaja." Tapi gw langsung bilang "Ga apa, harusnya aku yang bilang maaf, soalnnya ga bisa nahan badan kamu". Kita sama - sama bersiin pasir di badan kita masing - masing sambil berdiam diri gitu. Sambil bersiin pasir, gw ngelirik muka dia, mukanya jadi merah karena malu. Setelah kita ngerasa bersih, gw ngajak dia balik ke kursi pantainya, di kursi itu, gw ngelus pipinya dengan alesan ada pasir. Tapi dia malahan merem, mungkin dia menikmati elusan tangan gw. Mulailah gw deketin muka gw dan pas dia buka mata lagi, pas bibir dia beda 1 Cm ama bibir gw. Dalem hati gw bilang mati gw! tapi ternyata dia malah merem lagi... dan gw pun nerusin dan akhirnya bibir kita saling nempel. Dan dia sama sekali ga bereaksi, cuma merem aja. Sampe gw ngejilatin bibirnya pelan dan lembut (walo aga asin kena air laut...) terus dia buka mulut tiba - tiba, sehingga lidah gw masuk ke mulut dia. Dan mulai saat itu, lidah kitalah yang saling berkenalan dan bermain bersama. Tangan gw belom nakal, masih megang leher dan pipi dia, sedangkan tangannya diem aja.

Setelah mulut kita terpisah, gw ngomong sama dia "Sorry, aku kelepasan, ga bisa...Vivie tiba - tiba nutup mulut gw pake tangannya.

"Ga apa, aku juga menikmatinya kok, kamu uda jomblo berapa lama?"

"Uda setaon-an, kalo kamu?" jawab gw

"Aku belom pernah pacaran lagi... sebelom kuliah ga boleh ama mama"

"Kalo gitu... kamu... mau ga... ng... jadi... teman hidupku...??? aku nembak sambil terputus - putus karena grogi banget.

Dia ga bilang apa - apa, dia cuma ngedeketin mukanya lagi dan kita mulai ciuman lagi. Kali ini dia mulai ngasi rangsangan ke gw, tangan dia mulai megang tangan gw yang di paha gw. Tangan gw juga mulai megang tangan dia yang satu lagi. Sampe dia akhirnnya ngegeser tangannya, dan tepat diatas anu gw. Gw kaget, kok dia berani juga, ternyata dia ga sadar tangannya ada di atas anu gw. Namanya cowo, kalo anunya dipegang cewe, pasti reaksi... dia ngeliat apa yang bergerak, soalnya badan gw diem, cuma yang di tangannya doang gerak. Diapun kaget kalo dia uda pegang anu gw. Saat itu, tangan gw uda ngerangkul dia kaya ngajak pelukan, dan kita akhirnya pelukan sambil tiduran di kursi itu.

Dia bilang: "kok anu kamu gerak sih? Terangsang yah?" tanpa bicara aku langsung buka celana, dan dia malu ngeliat punyaku uda ngeras dan besar. Dia bilang ini pertama kalinya dia ngeliat punya orang lain selain keluarganya. Dia reflek nutup muka dia pake1 tangan. Tapi tangan satunya gw pegang dan gw anter ke barang gw itu, gw bilang "Ga apa." Dan dia akhirnya megang barang gw dan ngelepasin mukanya dari tangannya yang satu. Trus gw cium dia lagi. Kali ini tangan gw mulai ngegerayang ke punggungnya dia dan berhasil ngelepas BH nya dari belakang, sampe Bhnya jatoh keluar dari kaosnya. Trus gw mulai coba bukain kaosnya, awalnya ga dia ga mau, karena takut diliat orang. Tapi gw bilang kalo dipantai ini udaga ada orang, apalagi uda kaya waktu itu, jam 11 malem. Akhirnya dia mau juga. Itu pertama kali gw liat dadanya yang mulus banget, putingnya masi pink, sekelilingnya warna kulit orang cina laennya, kuning. Dan dia pun bukain baju gw sampe akhirnya gw yang bugil duluan. Sambil maenin toket dia dan ciuman, gw buka seleting celananya dan gw masukin tangan gw ke dalem CD nya, gw ngerasa dia pun uda mulai basah. Trus gw telanjangin dia dan kita mulai permainan yang sesungguhnya? nikmat banget. Gw sekali lagi bilang dalem hati, untung banget, merawanin anak orang, orang yang gw suka lagi. Sampe akhirnya kita kira - kira orgasme 3kali. Dan yang terakhir, gw orgasme, gw minta keluarin di dalem. Dan diapun ngizinin. Soalnnya dia juga lewat masa nya.

Malem itu kita pulang ke kost gw, dia ga jadi nginep di kost temennya, tapi dikost gw. Di kost gw, kita juga maen lagi ampe jam 6 pagi. Kira - kirajam setengah 7kita baru tidur, tentunya... sambil telanjang. Dia nginep 3 hari, soalnnya senen dia kuliahnya sore, sedangkan gw lagi masa training. Sejak saat itu kita bener - bener pacaran dan beberapa kali "maen" tapi sekarang uda putus, soalnnya dia uda kerja di luar Bali.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Ngeseks di Pantai

Agustus 07, 2018 Add Comment

Pengalaman Pertama Dengan Claudya

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Pengalaman Pertama Dengan Claudya

Halo" nama ge Lex. Dulu gw tinggal di JKT, tapi sekarang pindah ke Bali. Ini pengalaman petama gw kenal ama yg namanya ML. Waktu itu gw masi umur 15 - 16an. Gw punya temen yg gw kenal dari kecil, cewe, namanya Claudya. Umur dia juga sama ama gw. Anaknya tomboy banget. Temennya banyakan cowo, tp gw bukan temen biasa, gw sahabatnya dari kecil. Dia ama keluarganya deket ama keluarga gw, soalnnya emang bokap nyokap kita juga uda temenan lama. Kakak " kakak kita juga uda temenan lama.

Keluarga dia ama keluarga gw sering jalan2 bareng ke Puncak. Soalnnya keluarga Claudya punya villa di Puncak. Waktu itu, gw inget banget, hari minggu, semuanya lagi pergi, tinggal gw ama dia aja maen di komplek villa ampe sore. Pas uda agak sore, kita sama " sama takut masuk villa, soalnnya lampu villa belom ada yang dinyalain, sering kedengeran suara tokek. Kita sendiri uda nanya " nanya, kmana bokap " nyokap kita. Akhirnnya sekitar jam 5 an, dia punya ide gila, katanya: "Mandi bareng yuk!". Kita waktu itu masi agak polos " polos lugu. Gw kaget: "Hah, gila luh!!! Kita kan beda jenis". "Trus knapa" Bokap nyokap gw aja kalo mandi barengan." Dia motong omongan gw. Trus gw uda ga bisa ngomong apa " apa lg, akhirnya yah gw iyahin aja. Trus kita masuk villa en ambil handuk masing " masing di jemuran. Tapi handuk gw agak basah soalnnya pas siangnya gw pake buat ngeringin badan gw abis berenang. Trus dia bilang pake anduknya barengan aja.
Pengalaman Pertama Dengan Claudya
Pengalaman Pertama Dengan Claudya
Terus kita kunci villa, dan masuk ke kamar mandi utama. Di dalem, awalnya kita sama " sama ga mau buka baju, nyurur masing - masing buka baju duluan, masi malu " malu. Trus gw ngasi ide, "Gini aja deh, kita sama " sama balik badan, trus buka baju, bajunya dilempar ke luar kamar mandi supaya kita ga ada yang bo"ong." Eh" ga taunya dia setuju. Kita balik badan dan ngerjain ide gw. Setelah kita sama " sama telanjang, kita balik badan lagi dan saling nutupin bagian " bagian "sensitif" kita. Trus muka kita sama " sama agak merah. Baru trus gw buka tangan gw, ngeraih tangan dia di dadanya, gw bilang: "yuk mandi". Gw sendiri sebenrnya agak kaget ngeliat dada dia uda mulai tumbuh, soalnnya ga pernah nyangka, di balik tomboynya dia, ternyata badannya cakep juga.

Awalnya kita Cuma sabunan biasa sendiri " sendiri, sampe bagian punggung baru gw minta dia gosokin, soalnnya kan gw ga sampe. Dia mau, dia gosokin dari baru ampe pinggang gw. Waktu itu gw pikir uda selesai, makanya gw balik badan. Ternyata tangannya yang masi nempel di badan gw terpeleset megang kemaluan gw. Gw reflek, badan gw gemeter bentar, trus batang gw agak mengeras. Dia dengan polosnya bilang: "Sorry, ga sengaja, tapi kenapa ama punya lu" Kok tiba2 gerak?" Rupanya dia ga belom tau, kalo cowo kena rangsang, batangnya bakal gemeter, trus agak mengeras. Gw bales dengan agak nakal: "Ga sengaja apa emang mau nyobain megang?" Dia jadi malu trus baik badan sambil nyuruh gentian gosokin punggungnya.

Libido gw saat itu uda mulai naik, apalagi saat gw ngelus punggungnya dia, mulai bahu, punggung ampe ke pinggang, gw ngerasain kiuilit dia aluuusss" banget. Waktu itu gw ga sadar, tangan gw uda sampe di pantatnya dia (tapi bukan di lobangnya). Dan itu ngebangkitin nafsunya dia, walau gw ga sadarin betul. Tiba " tiba dia balik badan, trus ngedekep di badan gw, ampe gw sendiri ngerasa payudaranya kejepit antara dada dia ama dada gw" oh" my" Trus dia ngomong pelan" "Tangan kamu juga nakal yah?" Trus gw yang uda ga tau mau ngapain lagi langsung aja nyium bibir dia. Dia pun ngebales ciuman gw, dan tangan gw mulai tamasya dari pinggang dia naik ke punggung, ke bawak ketek dia, trus ke dadanya" Dia pun mulai ngegerayangin badan gw, mulai dari punggung gw trus turun ke pantat gw. Rupanya dia lebih dulu pernah nonton film BF ketimbang gw. Jadi dia uda lebih ngerti yang namanya nyedot batang, ngocok batang dsb.

Sedikit demi sedikit gw ngerasa batang gw mulai tegak, sampe akhirnya ga tau mentok sesuatu, tapi ga keras. Ternyata mentoknya ke bibir Ms V punya dia. Dia langsing geli dikit gitu. Trus tangan kanan gw buka air pancuran, biar sabun di badan kita turun semua. Tapi batang gw belom pol, jadi masi bisa manjang lagi. Waktu gw maenin payudaranya, dia ngelepasin mulutnya dari bibir gw dan dia ngerang dikit, gw awalnya ga tau knapa, tapi gw sadar, tiap gw maenin, gw cubit dikit, ato batang gw ngegesek Ms V-nya, dia ngerang dikit ato ngerasa geli " geli gimana gitu. Ga lama trus dia nyium gw lagi. Batang gw makin jadi waktu dia ngeluarin lidahnya di mulut gw, sampe kepala batang gw akhirnya masuk ke Ms V-nya. Dia ngerang lagi, tapi kali ini aga kerasan, trus dia bilang kalo itu sakit. Waktu itu, kita uda mulai dingin, soalnnya kita uda basah " basahan sekitar 1 jam, jadi kita udahan trus handukan. Kali ini uda ga malu " malu lagi, gw ngelap badan dia ampe ke Ms. V-nya. waktu itu, belom banyak bulunya, masih dikit banget, hampir ga ada. Waktu gw ngelap, gw jongkok, jadi muka gw pas didepan Ms V-nya. dan dia sengaja, dia tiba " tiba majuin pinggulnya sampe Ms V-nya mendarat di mulut gw, tapi akhirnya dia sendiri yang kegelian. He"he"he"

Abis mandi kita lari ke kamar gw, soalnnya ga ada yang bawa baju, di kamar kita maen sambil telanjang, gw disuru duduk diatas pinggang dia. Ternyata dia uda ga sabar pengen dimasukin. Bener aje" dia nyuruh masukin batang gwke dalemnya, tapi gw ga ngedengerin malah gw maenin dulu, soalnnya gw belom pernah ngeliat sedeket ini sebelomnya, warnanya masih merah muda. "Dy" kok kamu punya wangi yah?" aku bilang sambil memperhatikan punya dia. Trus dia bilang rasanya manis, makanya gw disuru coba jilat. Trus gw coba jilat, dan dia ngerang, seolah keenakan, tapi rasanya asin. Rupanya cairannya uda keluar dikit. Trus gw maenin pake lidah gw sampe dia ngeremes bantal " bantal di kepala dia, rupanya uda ga tahan. Sambil ngegereng, dia juga mendesis, persis kaya yang di film BF.

Trus, dia bangun, dia bilang mau gantian. Kali ini gw yang terlentang, dan dia yang masukin batang gw ke mulutnya. Gw cuma bisa ngomong: anjing gila" oh" sssttt" aaahhh" Clau?" Rupanya suara gw bikin dia tambah On" dia makin kenceng keluar masukin batang gw ke mulutnya" kali ini gw yang inisiatif megang kepalanya dia dan gw tahan, sampe batang gw gw rasa mentok di tenggorokan dia.

Setelah sekitar 5 menitan dia maen ama batang gw, dia bilang: "gw ud ga tahan" coba gituan deh yuk?" Kita berdua tau, masing " masing dari kita belom pernah negelakuin ini sebelonnya. Dia masi perawan, dan gw masi perjaka tulen.

Gw pegang barang gw yang uda kenceng banget, trus gw duduk bentar di pojok luar tempat tidur buat ngambil nafas sesaat, tapi dia dari depan langsung duduk di pangkuan gw dengan posisi ngebuka kakinya dan badannya ngadep ke badan gw. Gw langsung lahap dadanya dia dan dia makin jadi, kepala gw di bekep di dadanya, ampe gw sendiri ada susa nafas. Gw beruntung, dia itu tipe cewe tomboy tapi sering disuru minum jamu ama nyokapnnya, soalnnya nyokapnnya itu apoteker, katanya buat ngejaga kulit. Jadi dadanya itu lembut banget, wangi lagi"

Trus dia megang batang gw dan diarahin ke lobangnya dia, gw Cuma ngeliatin aja dari atas. Bless" masuk dikit batang gw ke lobangnya" dan dia langsung nindi badan gw, dia bilang: "aauuh" sakit ternyata?" mungkin karena ini yang pertama kali. Tapi ngedenger suara dia, gw makin ngegenjot dikit, gw ngangkat pinggang gw, jadinya batang gw makin masuk, kira " kira masuk setengah. Trus dia makin merintih, ga tau sakit apa enak. Abis keangkat gw puter badang, jadinnya sekarang dia yang di bawah dan gw yang diatas. Dengan posisi itu, gw mulai masukin pelan " pelan, dan dia makin merintih: "aahh" sssttt" Lex" sssttt" uda" oohhh?" Gw takut dia triak, gw bilang bentar lagi" trus gw cium dia supaya dia diem"

Akhirnya setelah sekitar setengah jam, jw sodok terakhir dan masuk semuanya" dia kali ini ga minta uda, malah keasikan, sambil mengerang, dia mulai senyum, trus dia lanjutin ngerang lagi" sesekali gw liat batang gw, kalo " kalo masuknya salah, tapi ternyata bener dan gw liat ada darah di antara batang gw ama Mr V-nya dia. Dia bilang ga apa, itu darah perawannya" trus gw mulai maen, gw keluar masukin batang gw, dan dia pun mengerang keenakan sambil sekali " sekali mendesis. Setelah setengah jam-an, gw ngerasa ujung batang gw berdenyut di dalem lobangnya dia, dan mulut lobangnya dia juga bergetar dan makin ngejepit batang gw, gw bilang "Klimaks" Dy" Mau kuar?".
Dia bilang lagi: "Cabut Lex", gw juga mau klimaks" tapi karena badan uda aga lemes, akhirnya kita klimas barengan dan" crot"crot"crot" ternyata muncrat di dalem"

Claudya sempet kaget juga, gw numpahinnya di dalem, apalagi dia nyadar kalo waktu itu dia belom dapet, soalnnya masih awal bulan, sedangkan dia biasanya dapet katanya di minggu " minggu ke tiga. Tapi mau gimana lagi" uda ga ketahan. Trus gw ciuman lagi ama dia, dia bilang: "kenapa ga ditarik keluar" gw belom dapet, tar kalo ampe knapa " knapa gimana?" Gw sendiri ga tau, yah uda kejadian" trus kita ngelakuin hal gila lagi" dengan batang masih nancep dilobang, kita coba turun pelan " pelan dari tempat tidur, trus jalan ke kamar mandi, kita berencana mandi lagi soalnnya badan kita uda keringetan. Trus kita mandi dengan keadaan masi 1 badan. Seru deh" sambil lucu2an.

Abis mandi baru kita ngelepasin masing " masing punya, trus pake baju dan nontot Tv sambil rangkulan. Ga lama abis itu, bokap " nyokap kita pulang, tapi kita uda ketiduran disofa, untungnya rangkulan kita uda lepas.

Pulang dari puncak, kita sering banget telpon " telponan, gw maen ke rumah dia, tapi ga pernah sampe ML lagi, paling cium " ciuman, saling jamah. Soalnnya kita masi nunggu waktu dia mens. Kita berdua ada sedikit ketakutan kalo dia ampe pregnant. Untungnya pas akhir minggu ke-3, dia dapet. Waktu itu dia lagi mandi, orang rumahnya ga ada semua, dan gw lagi di rumahnya. Tiba " tiba dia teriak manggil " manggil gw, dan dia keluar kamar mandi sambil telanjang melok gw. Katanya dia uda dapet. Trus kita ciuman dan besok " besoknya setelah dia selesai mens-nya kita jadi sering sering gituan. Kalo ga di rumah dia, di rumah gw ato di tempat rahasia kita. Sekarang sayangnya dia uda pindah ke Amerika. Terakhir ketemu pas kakanya ada yang merried, dia makin cakep, body-nya makin ajubilai ditutup dengan gaun. Sebelom dia berangkat balik ke Amerika, kita gituan lagi dan lupa pake kondom lagi. Tapi diapun bersih kok. Soalnnya biasanya dia pake kondom, buat gw katanya ada pengecualian.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Pengalaman Pertama Dengan Claudya

Agustus 07, 2018 Add Comment

Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML

Hai pembaca. kenalin gue nando .. gue mau ceritain pengalaman gue yang terjadi 3 tahun yang lalu .. waktu itu gue baru lulus SMA .. ciri'' gue badan cukup berisi , tampang gak jelek'' amat .. kata orang gue cool , dan gue orang nya asik .. ukuran penis gue 12 cm dan diameter 4 cm .. lumayan lah ..

waktu itu sih masih booming nya sama jejaring sosial Fb .. jadi suatu malam gue ngerasa suntuk banget di rumah .. jadi gue mutusin buka laptop , cuci mata sambil download bokep baru ..

Iseng , gue coba ngajak cwe chating di Fb , doi namanya Ria .. cwe baik , cantik , tembem , imut banget dah ..
si doi kayaknya alim banget , soalnya hampir semua fotonya di Fb pake jilbab ..

asik chating , alhasil gue dapat nomor hp si doi .. setelah kontak beberapa hari deal deh kami berencana ketemuan di salah satu cafe di kota gue itu ..

sumpah deh doi emang imut banget , pas lah untuk cwe berumur 16 tahun kyak dia ..
Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML
Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML
Si doi emang alim banget .. dia datang ke cafe make jilbab dan dengan pakaian yg tertutup dari bayangan gue ukuran toket si doi skitar 34 .. cukup gede untuk ABG 16 tahun .

Belum ada pikiran gue ke hal yg negatif .. setelah seharian jalan , pas gue nganterin si doi pulang gue mutusin buat nembak dia .. ternyata dia juga punya perasaan yang sama ma gue .. dan gue di terima , pas doi mau turun mobil gue pipi gue di cium .. itu bikin gue jadi tambah sayang sama dia ..

Selang beberapa hari , si doi ngebet banget ngajak ketemuan .. kebetulan mobil lagi di service .. gue mutusin aja jemput dia pake motor ..

Nyampe di rumah si doi nyambut gue dengan senyuman manisnya .. Gue di kenalin sama ortunya sebagai teman sekelas , mklum lah si doi belum boleh pacaran .. Trus gue minta izin deh sama nyokap nya buat ngajak doi keluar bentar ..

Nasib sial menimpa kami di persimpangan , hujan turun .. berhubungan persimpangan itu gak jauh dari rumah gue , gue ajak aja si doi ke rumah ..

"emang gpp kita kerumah yank? "katanya . "gpp , aku cuma tinggal sendiri" jawab gue meyakinkan .

"oke deh" kata doi mengiyakan ajakan gue . mendengar persetujuan dari si doi , langsung aja deh gue terobos tu lampu merah , daripada kehujan ..

Nyampe di rumah , gue suruh aj doi ngeringin badan dengan handuk yang gue ambil dari kamar ..

Trus doi juga minta izin mau shalat bentar , untung kamar nyokap gue gak di kunci , jadi gue bisa ngambilin mukena dan sajadah buat dia ..

Selesai shalat si doi manggil gue .. "yank, ada baju ganti gak? basah banget nih" teriak si doi dari kamar gue ..
Gue masuk kamar dan bongkar lemari , gue kasih satu baju kaos dan 1 celana pendek buat dia .. "buka aja semuanya dulu, pake ini aja" kata gue .

Dengan senyuman manis si doi mengangguk tanda menyetujui kata2 gue . Langsung deh gue keluar kamar "aku tunggu di meja makan ya, udah aku bikin teh panas buat kamu" kata gue sebelum nutup pintu ..

Selang beberapa menit , si doi ngagetin gue yang lagi asik main game di laptop , gue kaget dan ngelirik ke belakang . gue makin kaget lagi ngeliat si doi yang udah make baju dan celana gue .. dia keliatan sexy dan cantik banget , ternyata rambut doi lurus dan panjang sepunggu .. baju gue kebesaran buat dia tapi menghadirkan sensasi yang lain yang bikin birahi gue naik .. konak deh penis gue ..

"dooorr!!" kata nya ngagetin gue yang lagi asik dengan lamunan gue .. "aku sexy yah? " tanya si doi sambil ngedipin mata ..

merasa di pancing gue berdiri dan ngasih kecupan di kening nya .. "iya kamu cantik banget sayang, makin sayang deh" kata gue ngerayu .

si doi membalas ciuman gue , dan mendaratkan bibir manis nya di pipi gue ..

Setelah mendapatkan ciuman dari si doi , gue ambil laptop dan ngajak si doi duduk di sofa .. Asik2 cerita sama dia , si doi ngajak gue foto2 pake laptop gue .. abis foto2 dia buka2 folder di laptop gue , dengan usaha mencari dimana hasil foto kami berdua tadi .. sedangkan gue minta izin sama si doi untuk ke kamar mandi ..

Pas gue balik mau duduk di sofa , gue heran ngeliat si doi bengong plototin layar laptop gue .. Ternyata si doi nonton video bokep hasil gue download .. Gue kaget campur malu sama si doi . "kamu suka nonton ini ya yank? " tanya doi .. salting , gue jawab aja dan nanya balik "lumayan yank, kenapa emangnya?

"Gpp sih, aku juga pernah nonton dirumah, hehe" kata nya sambil nyengir . Bahagia banget gue, gue pikir si doi mau marah .. Gue beraniin diri buat ngajak dia nonton bareng "nonton bareng yuk yank" ajak gue . "yuk sini" kata nya sambil senyum ..

Langsung deh gue ambil posisi duduk merapat dengan dia.. beberapa menit nonton, si doi keliatan gelisah banget pas adegan cwo lagi jilat vagina cwe artis video itu .. Gue elus2 kepalanya , dan merapatkan di bahu gue.. "udah horny ya yank?" tanya gue . Doi cuma senyum dan langsung mendaratkan ciuman nya di bibir gue . Gue balas ciumannya dengan kuluman kecil dan lidah gue yang berusaha mencari lidahnya .. Sampai akhir lidah kami berpagutan yang bikin penis gue langsung berdiri .

Tangan gue udah mulai liar menjalar ke dadanya , dengan sekali ayunan gue berhasil memegang bongkahan gunung yang berukuran 34 itu .. ternyata si doi gak make bra lagi , mungkin di buka karna basah tadi pikir gue . Merasakan sensai indah di dadanya , si doi makin liar berciuman dengan gue ..

Dengan sedikit usaha , gue berhasil mengingkap baju kaos gue yang di pake si doi , dan gue buka sampe si doi bertelanjang dada .

pandangan indah melihat gunung kembar si doi yang gak ada penutup satupun , putingnya berwarna pink menandakan belum ada yang menjamah dada indahnya itu .

Si doi tersandar di sofa , dan gue langsung mendaratkan ciuman di dada kirinya , sedangkan tangan kiri gue sibuk meremas dada kanannya ..


"AAhh .. heeemm .eeehh aaah ...eeeenaaakkk yaaankk.....teruuuuusss yyaaank " hanya itu yang keluar dari mulut doi .

Puas memberi cupangan di dada kiri si doi, gue ngambil posisi cipokan lagi sama dia dan tangan kiri gue yang belum berhenti meremas dada kanannya .. Tangan si doi juga ikut liar , dengan sedikit usaha tangan kanannya sudah sampai di celana gue .. Dia meremas2 kecil penis gue yang masih terbungkus celana pendek gue itu .. "boleh aku buka yank" katanya si sela2 proses ciuman gue dengannya .

"boleeh sayaang, itu emang punya kamu kok ... aaah" kata gue .. Si doi beranjak dari posisi dan menurunkan celana pendek gue beserta CD gue .. terpampanglah penis besar gue yang udah konak banget dari tadi .. Tanpa pikir panjang si doi mengocok2 penis gue itu .. "aaaahhh...kocok teerruus sayaang ... eeennnaak bangeet kocokaan kmuu " erang gue . Si doi mulai berani mencium2 kepala penis gue di sela2 kocokannya .. di jilatnya dan penis gue akhirnya di kulum nya .

Mungkin udah cukup belajar dari video yang kami tonton tadi , si doi memberikan sepongan yang yahuuut banget .

Gue mutusin untuk ngajak si doi pindah tempat "kita kekamar aja yuk yaank" ajak aku sama si doi .

Dia mengangguk dan tidak lupa senyum sama gue . Langsung deh gue gendong dia dan berjalan ke kamar gue yang berjarak sekitar 3 meter dari sofa tadi .. Sesampai di kamar gue menidurkan si doi di spring bed gue dengan penuh cinta ..

Gue langsung memberikan ciuman dari kening pipi , bibir , leher hingga ke dadanya .. "geliii saayaang... tapiii eennaakk ... teruuuuss yaank" kata si doi . Tidak menghiraukan ceracaunya .. gue memberikan kuluman di puting dada kanannya .. Tangan gue udah mulai menjalar dari paha sampai ke selangkangan si doi , gue elus2 vaginanya yang masih terbungkus celana pendek gue yang di pakainya itu . berusaha gue menurunkan celana itu , dengan sekali gerakan gue berhasil melorotkan celana itu sampai ke pahanya .. vagina indah dengan bulu2 halus khas ABG perawan 16 tahun terpampang di hadapan gue .. gue meneruskan ciuman gue di vaginanya dan terus menurunkan celananya sampai akhirnya si doi bertenjang bulat di depan gue ..

Tanpa pikir panjang gue buka selangkangan dia sampai akhirnya dia mengangkang .. gue merubah posisi untuk menjilat vaginanya dan membuka baju kaos yg gue pake .. ciuman dan jilatan kecil gue daratkan di klitoris si doi .. "aarrrgghh .. geliii sayaaanggg " katanya . tidak menghiraukan erangannya , gue terus menjilat vagina yang wangi itu .. 5 menit gue menjilat vaginanya , tubuh si doi mengejang dan mengeluarkan cairan dari vaginanya tanda dia telah orgasme untuk yang pertama kalinya . gue jilat sampai habis tak bersisa cairan itu .. si doi terkulai lemas dan gue merubah posisi berbaring di sebelah kirinya .. dia memeluk gue dan mencium bibir gue . "makasiih sayang.. aku ciinta kamuu" bisiknya di telingaku .

Setelah beberapa menit istrahat dan merasa tenaganya terkumpul kembali si doi mencium bibir gue , sambil tangannya mengelus2 kenjantanan gue .. Tidak mau kalah gue meremas lagi bongkahan dada montok nya , selang beberapa menit tangan gue menjalar lagi ke vaginanya .. gue elus bagian sensitif itu hingga akhiirnya lenguhan dan erangan kembali keluar dari mulult si doi ..

Gue kembali berusaha membuka pahanya , dan membuat dia mengangkang lagi . gue merubah posisi bersimpuh di antara pahanya itu .. gue cium bibirnya .. dan gue memposisikan penis gue untuk menyodok vagina indah itu . "jangaaan yank... sakiiittt.." pintanya sama gue . "cuma sakit dikit sayang, nanti pasti enak, janji deh" kata gue meyakinkan . "pelan2 ya yank, ini yang pertama buat aku" balasnya . ternyata si doi belum pernah merasakan penis menerobos masuk vaginanya ..

Gue elus2in kepala penis gue di bibir vaginanya , dan mencoba memasukan ujung penis gue itu .. sedikit usaha kepala penis gue udah masuk ke liang kenikmatan itu ..

"aaakkkhhhh yaaankk" pekiknya . aku kembali mencium bibirnya , sambil lidah kami saling bertarung . aku tusuk vaginanya itu sampai semua bagian penis gue tertanam di dalam liang kenikmatan wanita yg gue cintai itu .."aaaakkhhhh yyaankk sakiiit bangeeett" teriaknya dan airmatanya mulai keluar dari matanya .. gue memaju mundurkan pinggang gue dan gue melihat bercak merah keluar keluar dari vaginanya di sela2 goyangan penis gue di vaginanya .. teriakan si doi akhirnya menjadi lenguhan indah "aaahh uuuhhh eeehhhmm" begitulah yang keluar dari mulutnya 15 menit gue menggenjot si doi , gue mencabut pusaka gue tersebut dan meminta si doi untuk nungging dan mengambil posisi doggystyle .. lalu gue mengarahkan penis gue ke bibir vaginanya .. setelah masuk semua nya .. gue menggenjot lagi seperti menunggangi kuda ..

10 menit gue genjot, si doi teriak "akuuu mauuu keluuaar sayaaanggg aaahhhh" .. "akuu jugaa sayang.. kitaa barengan yaah" kata gue ..

tak lama tubuh si doi mengejang dan gue merasakan cairannya mengalir keluar dari vagina .. dan crrooott croott crrooott .. gue menumpahkan lahar panas gue di dalam vagina si doi .. si doi jatuh ambrok di spring bed gue , gue pun terkulai di samping nya .. kami tertidur sambil berpelukan ..

Beberapa lama , sebuah ciuman di bibir gue membangunkan gue dari tidur .. "makasiih sayang... jangan tinggalin aku yaa,, aku cinta banget sama kamu" katanya . "aku juga cinta kamu sayaang" kata gue membalas kata2nya .

"kita mandi yuk" ajak nya . aku mengangguk dan kami bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi , di kamar mandi kami cuma berciuman di bawah shower .. setelah merasa bersih , gue mengambil handuk dan mengeringkan badan si doi .. dan si doi juga melakukan hal yang sama terhadap gue .. lalu kami keluar kamar mandi dan berpakaian kembali ..

Setelah kami berpakaian rapi , si doi meminta untuk di antar pulang , jam dinding ketika itu menunjukan pukul 17.15 .. aku mengiyakan sambil memberikan ciuman di bibirnya , kami berciuman beberapa menit .. lalu menggandeng nya keluar rumah dan gue mengantarkan si doi pulang .. sekitar pukul setengah 6 , kami sampai di rumah si doi .. dan mengantarkan dia sampai ke depan rumah .. kedatangan kami di sambut nyokapnya ..

"asik jalan2 nya hari ini Ndo?" tanya nyokap si doi . "asik tante, Ria nya gak bandel kok" kata aku nyengir sambil nyubit kecil pipi si doi .

Gue pamit lalu pulang untuk istirahat ..

Setelah kejadian itu si doi mulai melepas jilbabnya dan sering berpakaian sexy ketika pergi main sama gue .. dan selama setahun lebih kami pacaran sampai si doi lulus dan kuliah di kota gue itu , kami selalu ML di rumah gue .. 2 kali seminggu bahkan 3 kali seminggu kami melakukan hubungan badan ..

Gue terpaksa ninggalin dia karna gue mau ngelanjutin kuliah di luar pulau .. dan tidak pernah lagi berhubungan dengan si doi . Kabar terakhir yg gue dengar setelah 2 bulan gue pisah dari si doi , ternyata dia mau nikah karena hamil di luar nikah . Mungkinkah itu anak gue atau anak pacar baru nya . Ah entahlah.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML

Agustus 06, 2018 Add Comment