Montir Cantik dan Seksi

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Montir Cantik dan Seksi

Saya ingin menceritakan suatu pengalaman unik saat saya berlibur ke kota tempat paman saya tinggal, Malang. Kejadiannya kira-kira dua minggu yang lalu. Hari Minggu itu keluarga paman yang terdiri dari paman, bibi dan ketiga anak laki-lakinya yang masih remaja mengajakku pergi ke suatu kota kecil dekat Malang, yaitu Batu. Daerah itu terkenal karena buah apelnya dan hawanya cukup dingin. Kami berenam naik mobil Panther kesayangan saya.

Perjalanan kami saat itu cukup menyenangkan. Kami ngobrol kesana kesini tentang keadaan kota kecil yang akan kami datangi. Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya bahwa mobil Panther yang saya kendarai itu bakal membuat masalah. Dan benar saja, sepuluh menit sebelum kami tiba di Batu, mobil itu mogok. Paman dan anak-anaknya berusaha mendorong dari belakang dengan sekuat tenaga. Sementara Bibi duduk dalam mobil itu dengan raut wajah cemas.
Montir Cantik dan Seksi
Montir Cantik dan Seksi
Seperempat jam mobil itu belum juga dapat dinyalakan mesinnya. Walaupun dibantu oleh beberapa orang tukang becak, namun si Panther masih juga mogok. Akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke bengkel yang tidak jauh dari tempat itu. Sementara itu keluarga Paman akhirnya pulang kembali ke Malang dengan naik angkutan umum yang lewat di sana.

Mobil yang dipaksa didorong itu akhirnya sampai juga di depan bengkel. Bengkel itu disebut BENGKEL TIARA oleh penduduk setempat, menurut mereka TIARA itu singkatan dari TIDAK ADA PRIA. Setelah kuperhatikan, ternyata semua montirnya, walau berseragam montir yang berlepotan oli, adalah para wanita muda yang cantik dan sexy. Mereka terlihat ramah dan senang diajak ngobrol. Kasirnya juga seorang wanita. Jadi sama sekali tidak ada pegawai pria di sana. Hebat juga ya? Melihat kenyataan itu, pikiran isengku muncul.

Kebetulan mobil Pantherku mereka tarik ke ruang dalam bengkel yang sunyi senyap dan tertutup. Dua orang montir cantik ditugaskan untuk menangani mobil itu. Saat mereka tengah memeriksa bagian depan mobil Panther tempat mesinnya berada, dengan sengaja kujulurkan kedua tanganku ke arah pantat mereka. Mereka sedang berdiri menunduk untuk memeriksa mesin mobil. Perlahan kuraba pantat mereka dengan pelan. Tidak ada reaksi. Karena kelihatannya mereka tidak keberatan, lalu kuremas-remas pantat mereka berdua. Nah kali ini mereka menoleh.

"Mas... tangan Mas nakal deh... kalo mau yang lebih enak, tunggu ya. Begitu kami selesai menservis mobil ini, pasti yang punya mobil akan kami servis juga. Jangan kuatir deh.., kami ahlinya dalam menservis dua-duanya. Ha-ha-ha-ha..." ujar salah seorang montir cantik yang belakangan kuketahui bernama Gita sambil tersenyum genit.

Aku kaget bukan kepalang. Nah ini dia yang kucari. Jarang lho ada bengkel seperti ini. Ternyata apa yang dijanjikan Gita ditepati mereka berdua. Saat itu juga aku diajak ke lantai atas di sebuah rumah di belakang bengkel besar itu. Di sana ada beberapa kamar yang dilengkapi dengan perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi yang serba moderen. Begitu mewah dan mentereng tempatnya. Jauh sekali perbedaannya bila dibandingkan dengan bengkel di depannya.

Kedua cewek montir tadi (seorang lagi bernama Tutut), saat aku terperangah menatap ruangan kamar itu, tiba-tiba entah dari mana muncul dengan hanya mengenakan pakaian minim. Alamaak..! Hanya BH dan celana dalam tembus pandang yang menutupi tubuh seksi mereka. Aku tidak menyangka bahwa tubuh mereka yang tadinya terbungkus seragam montir berwarna biru muda, begitu sexy dan montok. Buah dada mereka saja begitu besar. Gita kelihatannya berpayudara 36B, dan Tutut pasti 38. BH yang menutupinya seperti tidak muat. Langsung saja si penis andalanku mulai mengeras. Tanpa menunggu waktu lagi, aku segera membuka pakaianku.

Setelah hampir semua baju dan celanaku terlepas, keduanya tanpa banyak bicara mendorongku supaya jatuh telentang di atas tempat tidur. Aku pun diserbu. Saat itu hanya tinggal celana dalam yang masih melekat di tubuhku. Gita dengan ganasnya langsung menyerang bibir dan mulutku. Ciuman dan permainan lidahnya begitu menggebu-gebu, hampir saja aku tidak dapat bernafas dibuatnya. Tutut pun tidak kalah ganasnya. Tangannya langsung meraba-raba senjataku dari luar celana dalamku. Pelan tapi pasti rabaan dan remasannya itu membuatku menggelinjang hebat. Ia pun menjilati bagian penisku itu, terutama di bagian kepalanya.

Lalu dengan inisiatifnya sendiri, Tutut menurunkan celana dalamku. Maka si kecil pun langsung mencuat keluar, keras, tegak, dan besar. Tangan Gita langsung mengocok-ngocok penisku. Sementara Gita mulai terus menjilati buah zakar dan terus ke bagian pangkal penisku. Memang penisku tergolong besar dibandingkan ukuran rata-rata penis orang Indonesia, panjang 24 cm dan diameter 8 cm.

Kedua cewek montir itu sekarang bergantian menjilati, mengocok dan mengulum penisku seperti orang kelaparan. Aku sih senang-senang saja diperlakukan seperti itu. Sementara itu dengan leluasa kedua tanganku bergegas membuka pengait bra mereka berdua. Setelah penutup payudara mereka terbuka, tanganku mulai sibuk meremas-remas kedua gunung kembar mereka.

Beberapa menit kemudian, Tutut mulai membuka celana dalamnya. Lalu ia mengarahkan vaginanya ke mulutku. Oh aku mengerti. Kini gantian aku yang harus menghisap bagian liang kewanitaannya. Seumur hidupku sebenarnya aku belum pernah melakukannya. Aku takut karena baunya yang tidak sedap. Ternyata perkiraanku salah. Saat kuendus baunya, ternyata vagina si Tutut terasa amat wangi. Karena baunya menyenangkan, aku pun menjulurkan lidahku ke liang kemaluannya. Lidahku berputar-putar masuk keluar di sekitar vaginanya.

Sementara itu, Gita masih terus mengulum dan mengisap penisku. Kemudian tanpa dikomando, ia pun melepaskan CD-nya dan langsung duduk di atas perutku. Dengan lembut tangan kirinya meraih penis tegakku lalu pelan-pelan dimasukkannya ke dalam liang senggamanya.
"Bless... bless... bless..!" terdengar suara kulit penisku bergesekan dengan kulit vaginanya saat ia mulai turun naik di atas tubuhku.
Aku jadi merem melek dibuatnya. Kenikmatan yang luar biasa. Ia juga terlihat terangsang berat. Tangan kanannya memegang payudara kanannya sementara matanya terpejam dan lidahnya seperti bergerak keluar masuk dan memutar. Dari mulutnya terdengar suara erangan seorang wanita yang sedang dilanda kenikmatan hebat.

Rupanya si Tutut tidak mau kalah atau tidak dapat bagian. Ia mendekati Gita yang sedang bergerak dengan asyiknya di atas perutku. Gita pun mengerti. Ia turun dari perutku dan menyerahkan penisku kepada Tutut. Dengan raut wajah terlihat senang, Tutut pun duduk di atas penisku. Yang lebih gilanya lagi, gerakannya bukan saja naik-turun atau memutar, tapi maju mundur. Wah.., aku jadi tambah terangsang nih jadinya. Dengan sengaja aku bangkit. Lalu kucium dan kuemut payudara kembarnya itu.

Dua puluh menit berlalu, tapi 'pertempuran' 2 in 1 ini belum juga akan berakhir. Setelah Tutut puas, aku segera menyuruh keduanya untuk berjongkok. Aku akan menyetubuhi mereka dengan gaya doggy style. Konon gaya inilah yang paling disukai oleh para montir wanita yang biasa bekerja di bengkel-bengkel mobil bila ngeseks. Aku mengarahkan penisku pertama-tama ke liang kenikmatan Gita dan tanpa ampun lagi penis itu masuk seluruhnya.
"Bless! Jeb! Jeb..!"
Kepala Gita terlihat naik turun seirama dengan tusukanku yang maju mundur.

Tiba-tiba saja Gita memegang bagian kepala ranjang dengan kuatnya.
"Uh..! Uh..! Uh..! Aku mau keluar, Mas..!" erangnya dengan suara tertahan.
Rupanya ia orgasme. Lalu aku pun mencabut penisku yang basah oleh cairan kemaluannya Gita dan kumasukkan ke vagina Tutut. Perlu kalian tahu, vagina Tutut ternyata lebih liat dan agak sulit ditembus dibanding punyanya Gita. Mungkin Tutut jarang ngeseks, walau aku yakin betul kedua-duanya jelas-jelas sudah tidak perawan lagi.

Begitu penisku amblas ke dalam vagina Tutut, penisku seperti disedot dan diputar. Sambil memegang pantat Tutut yang amat besar dan putih mulus, aku terus saja maju mundur menyerang lubang kenikmatan Tutut dari belakang. Hampir saja aku ejakulasi dari tadi. Untung saja aku dapat menahannya. Aku tidak mau kalah duluan. Sepuluh menit berlalu, tapi Tutut belum juga orgasme. Maka kubaringkan dia sekali lagi, dan aku akan menusuk vaginanya dengan gaya konvensional. Seperti biasa, ia berada di bawahku dan kedua kakinya menjepit punggungku. Aku dapat naik turun di atas tubuhnya dengan posisi seperti segitiga siku-siku. Matanya merem melek merasakan kedahsyatan penis ajaibku.

Permainanku diimbangi dengan usahaku untuk mengulum puting payudaranya yang besar dan kenyal. Ternyata dengan mengulum payudara itu, spaningku semakin naik. Penisku terasa semakin membesar di dalam kemaluannya Tutut. Dan tiba-tiba.., sesuatu sepertinya akan lepas dari tubuhku.
"Crot..! Crot..! Crot..!" aku mengalami ejakulasi luar dahsyatnya.
Sebanyak dua belas kali semprotan maniku berhamburan di dalam vaginanya Tutut. Aku pun lemas di atas tubuhnya.

Saat aku sudah tertidur di atas kasur empuk itu, tanpa setahuku Tutut dan Gita cepat-cepat mengenakan pakaiannya kembali dan kemudian pergi entah ke mana. Lalu kudengar langkah seorang pria berjalan masuk ke kamar itu. Ia mendekati ranjang dan membangunkanku.
"Van.., bangun, Van..!" tangannya yang kekar terasa menggoyangkan punggungku yang telanjang.
Saat aku membuka mata, ternyata Paman!
"Lho, Paman.., bukankah Paman tadi udah pulang bersama Bibi dan adik-adik..?"

Ia menjawab sambil mengganggukkan kepala, "Benar, Ivan... kedua wanita tadi adalah pegawai-pegawai Paman sebenarnya... Mereka berdua Paman suruh men'servis' kamu karena Paman dan Bibi tidak sempat memberimu hadiah ultahmu ke 28 bulan yang lalu, jadi itu hadiahnya. Dan mengenai mobil Panther itu, Paman sengaja mengotak-atik kabel mesinnya, lalu kuajarkan si Sri Hadiyanti dan Regita Cahyani itu untuk membetulkannya. Anggap aja kejutan ya, Van... tapi kamu puas kan atas pelayanan mereka berdua? Jangan kuatir.., selama kau berada di sini, Paman mempersilakan kamu mengencani mereka sampai kamu bosan. Kebetulan kan tiap hari mereka masuk kerja. He-he-he-he..."

Wah.., pengalaman tidak terlupakan nih! Memang sejak itu, selama 15 hari aku berada di Malang dalam rangka libur semesteran kuliahku di Amerika, aku sepertinya tidak bosan-bosan melayani kencan seks kedua gadis seksi itu. Setiap kali kami selesai melakukannya, Gita selalu berkata, "Mas Ivan... kami belum pernah merasakan penis yang begitu hebat dan perkasa menerobos vagina kami.., biasanya kalo tamu Pamanmu, mereka baru 1 menit udah KO! Tapi kau kuat sekali... bisa sampai dua setengah jam... minum apa sih, Mas..?"
Setiap kali ditanya begitu, aku hanya tersenyum simpul dan menjawab, "Ada deh..."
Keduanya menatap keheranan...

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Montir Cantik dan Seksi

Agustus 05, 2018 Add Comment

Nikmatnya Seks menuju MUNAS di Hotel Surabaya

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Nikmatnya Seks menuju MUNAS di Hotel Surabaya Terbaru

Sementara ini aku baru saja mendaftar jadi anggota DSer. Cerita ini sebenarnya sulit untuk dipahami karena baru pertama kali aku belajar mengarang Cerita yang mungkin susunan kata-katanya banyak kekurangan. Dalam cerita ini merupakan pengalaman perjalananku ke MUNAS DI SURABAYA, Aku mohon maaf dan butuh bimbingan serta sarannya dari Anggota Forum DSer.

Kegiatan MUNAS sebenarnya tidak ada hubungannya dengan aku, karena ingin tahu gimana situasinya Daerah Surabaya maka dengan adanya MUNAS aku ikut pergi ke Surabaya.

Sebenarnya kami langsung berangkat dari kediamanku menuju ke Surabaya, mengingat ada urusan bisnis lain maka kami ke Jakarta dulu. Rencana sudah kami susun dengan matang agar tidak ada jadwalnya yang ketinggalan. Tujuan Utamanya adalah Surabaya, dan jalan-jalan ke Bali kalau tidak ada halangan.
Tepatnya jam 10.30 kami berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya menuju Bandara Udara Soekarno – Hatta. Selama 55 menit perjalanan kami sampailah di Bandara Soekarno – Hatta. Setibanya diBandara dan turun dari pesawat kami telah ditunggu Taxi yang kebetulan sudah langganan teman aku.
Nikmatnya Seks menuju MUNAS di Hotel Surabaya
Nikmatnya Seks menuju MUNAS di Hotel Surabaya
Dalam perjalanan temanku sibuk menghubungi teman bisnisnya yang akan dijumpainya. Rekan bisnis temanku telah memesankan tempat untuk kami beristrirahat. Dan kami pun menuju Hotel Sahid Jakarta.

Sesampainya di Hotel Sahid Jakarta, kami beristirahat sebentar sampai menunggu pesanan untuk makan siang. Kami semua berjumlah 4 orang.
Kita mau makan apa nich ? “kata temanku
Aku nasi sop buntut saja, dan teman yang lain juga memesan yang sama.
Sesudah pesanan datang, kami langsung menyantapnya, selesai makan kami beristirahat dan kebetulan udah dipesan 2 kamar yaitu kamar 708 dan 709.
Menjelang malam kami terbangun dari istirahat dan bergegas mandi karena orang yang akan ditemui akan datang jam 19.00 WIB.

Mandipun sudah selesai dan kami santai sambil baring-baring ditempat tidur. Tidak lama kemudian HP temanku berbunyi, dan ternyata orang yang mau ditemui udah menunggu di Loby Hotel. Kami berdua turun untuk menemui rekan bisnisnya temanku itu.

Ternyata rekan bisnisnya seorang wanita yang cukup cantik, katanya sih orang kelahiran Menado. Setelah memesan makanan temanku mulailah membicarakan bisnisnya dan tidak terasa jam menunjukkan pukul 24.00 WIB, setelah telah kata sepakat maka rekan bisnis temankupun pulang.

Aku dan dan temanku kemudian kembali ke kamar untuk merebahkan badan sebentar.

Setelah melihat arloji yang ternyata udah jam 01.45 malam.
Kemana kita nich ? “kata temanku

Ya kemanalah ....... masak kita kesini cuma mau tidur saja, kalau mau tidur enakan dirumah saja. Nah kalau gitu kita jalan saja ke tempat pijet selancar. Pijit selancar yang dimaksud wanita yang pijetnya dengan menggunakan tokednya.
Wach mantap tuch, kataku kepada temanku. Kalau gitu hayo kita keluar cari taxi untuk pergi kesana.

Sesampainya di loby hotel, kami melihat wanita cantik berjalan dengan pakaian yang seksi. Pak, dari mana tuch cewek cakep mau pergi sendirian tidak ada yang menemani ? kataku bertanya kepada Security Hotel. Itu mas, cewek yang habis di booking sama tamu hotel. Mas rencananya mau kemana, ini kan sudah malam ? “kata Security tersebut kepada kami. Ini Pak, kami mau cari cewek, mau nggak ya cewek itu temani kami untuk melepaskan keletihan dalam perjalanan ? “kataku kepada security.

Bisa mas kalau mau, butuh berapa orang ? “ kata security itu menjawabnya, seperti sudah ada kerja sama antara Security ama papinya wanita malam itu.
Kami berdua saja Pak ? “jawabku dengan spontan.
Itu mas didalam mobil itu banyak ceweknya. Mas tunggu aza di kamar nanti saya antar.

Kamar nomor berapa mas ? “kata Security, kamar nomor 708 Pak.
Dengan hayalan yang sudah menerawang bakal dapat mencicipi kenikmatan surga dunia.

Berdebar juga dada ini, karena ini pengalamku yang pertama untuk menikmati surga dunia di hotel berbintang.
Tok . . tok . . . tok, bunyi pintu kamar digedor dari luar, bergegas aku melangkah ke pintu untuk membukanya.
Ternyata muncul dua orang gadis cantik, dan satu orang papinya. Betapa gembiranya hatiku melihat seorang gadis yang bisa dikatakan masih bau kencur, itu kalau aku lihat ditempat aku tinggal, aku membayangkan wach pasti sempit banget nich vagina cewek yang kecil ini. Sesudah nego sama papi, aku segera menutup kembali pintu kamar dan papinya bergegas pulang.
Aku milih cewek yang kecil, dan temanku yang satunya lagi.

Dengan tidak sabarnya aku membuka pakaian yang melekat pada tubuhku, Aku tidak memberikan kesempatannya untuk beristirahat. Aku langsung memeluknya dan melumat bibirnya. Dia tidak kuasa untuk menolaknya ketika Aku mulai membuka kaos ketat putih dan membuka celana panjangnya. Dia kusuruh duduk berbaring disofa. Dengan elusan tanganku, Aku membuka branya yang berukuran 32 dan celana dalamnya. Rasanya aku tak tega melihat gadis kecil yang sudah telanjang bulat tidur dihadapanku. Aku semakinanjril beringas, bagaikan macan kelaparan. Aku mulai menciumi pipa, bibir dan tak luput juga lubang kewanitaannya.
"Ah.. uh.. ah.. uh.. ah.. knditeru..s mas ... Ah.. Enaa..k ah.. uh shh.. shh.. uh.."
Rasanya tidak terlukiskan, badannya menggeliat-geliat bagai ulat kepanasan. Tanganku mulai menonjok-nonjok vaginanya dan memilin-milin klitoris yang sebesar kacang kedelai.

Aku lihat dianya santai saja, dan aku membayangkan apakah lubang kewanitaannya muat untuk "barang antikku".

Satu jari kumasukkan ke dalam lubang kewanitaannya. keluar-masuk jariku dan kuputar-putar. Digoyang ke kanan dan kiri. Satu jari kumasuk lagi. Karena masih penasaran, Aku memasukkan jari yang ketiga. Nikmat sekali bagi dirinya, karena ku lihat dari matanya yang mulai kelihatan putihnya karena merasakan kenikmatan permainan jariku. Sedangkan tangan kiriku membuka lubang kewanitaannya untuk mempermudah memasukkan jari-jari kananku.

"Ah.. uh.. ah.. sh.. uhh.. shh.. terus mas.. aduh.. nggak kuat mas ... Aku mau keluar nich.."
Akhirnya memeknya basah. Dia tersenyum puas.
"Sekarang gantian ya, karaoke ya punyaku ..." aku mohon kepadanya. "Iya mas, tapi punyamu panjang, muat nggak ya..?" jawabnya. "Coba saja dulu, Nanti juga terbiasa." Kataku. "Auh.. aw.. jangan didorong dong mas, punya mas gede banget sampai ke tenggorok, pelan-pelan saja ya. Punya mas kan panjang." Katanya.

"Ah.. uh.qndrz. oh.. ah.. sh.. uh.. oh.. uh.. ah.. uh.." dia hisap semakin kuat dan kuat, Aku sangat menikmati permainan lidahnya. Aku mulai ingat, tanganku bekerja lagi mengelus vaginanya yang mulai mengering, basah kembali. Mulutnya masih penuh dengan kemaluanku dengan gerakan keluar masuk seperti penyanyi karaoke.

"Sudah dulu ya, ajqnpku nggak tahan.., masukkin saja ya punyaku..?" pintaku.
Dia hanya menganggukkan kepala saja, sambil berharaf-harap cemas apakah senjataku muat atau tidak dimasuki ke vaginanya. Kedua kakinya kuangkat ke pundak kiri dan kanannya, sehingga posisinya mengangkang. Aku dapat melihat dengan jelas kemaluannya yang kecil namun kelihatan mantap untuk dinikmati.

Aku mengelus kemaluannya, dan menyenggol-nyenggolkan senjataku pada kemaluannya, Dia mulai kegelian. Kubuka kemaluannya dengan tangan kiriku, dan tangan kanan menuntun kemxhomaluanku yang besar dan panjang menuju lubang kewanitaannya. Kudorong perlahan, "Sreett.. sreet . . .sreet," dia melihatklmrejvu sambil tersenyum dan kucoba sekali lagi. Mulai kurasakan ujung kemaluanku masuk perlahan. Dia muldbqleiai geli, dan blesssss…….. barang antikku masuk kedalam vaginanya.

Wow ….. ternyata vagina cewek ini gede juga lubangnya. Perlahan tapi pasti aku mulai menggoyangkan pantatku agar senjata antikku dapat menikmati vagina dia.
Karena senjataku tidak merasakan gesekan yang padat, maka aku gendong dia dan sambil berdiri ku goyangkan pantatku agar simanis dapat menikmati gesekan-gesekan yang membuatnya muntah,. Ditekannya pantatku kuat-kuat agar tidak berputar lagi, justru dengan menahan pantatku kuat-kuat itulah aku meestyznjadi geli dan berusaha untuk melepaskannya dengan cara bergerak berputar lagi, tapi dia semakin kuat memegangnya. Kulakukan lagi gerakan berulang dan kurasakan senjata antikku semakin licin. Rupanya Dia termasuk kuat juga, berkali-kali kemaluanku mengocek kemaluannya.

Kucoba mempercepat gerakan pantatku berputar semakafdjpuin tinggi dan cepat, rasanya aku mulai keletihan, dia terpengaruh iramaku yang semakin lancar. Diaehlnpw turunkan kakinya menggampit pinggangku, Aku semakin tidak bergerak berputar lagi, tapi dia semakin kuat memegangku. Kuturunkan kakinya menggampit pinggangku, sehingga aku semakin leluasa untuk bergerak, sehingga akctpvu dapat mengaturnya. Aku merasakan dia sudah mengeluarkan cairan untuk membasahi kemaluanku, tetapi Aku belum keluar juga.

Dia pegang batang kemaluanku yang keluar masuk liang kewcseuianitaannya, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke liang senggamanya.
Dia pun terus mengzojlaerang keasyikan, "Auh.. auh.. terus mas.. auh.. Ena..k mas.. Ugh.. ah.. lebih cepat lagi mas.. ugh.. ah.. jifgzesshh.. uh.. oh.. uh.. ash.. sshh.. lebih cepat lagi mas.. ugh.. "
"Kecepek.., kecepek.., kecepek..," bunyi kemaluannya saat senjata antikku keluar masuk vaginanya, aku mau keluar, Tahan ya..," pintanyacehi.

Tanpa membuang waktu, kutarik senjata antikku dari kemaluannya, kugenggam dan dengan lincah kumasukkan senjata ke dalam mulutnya, kukocok sambil dia hisap kuat-kuat, dengan cepat mpqmclkulutnya maju mundur untuk mencoba merangsang agar air maniku cepat keluar.

"Sreet.., sreett.., sreett..," kurasakan senjataku mulai memuntahkan lahar semburan hangat air mani bersamaan dzeukengan keluarnya pelicin di kemaluannya, dia memelukku erat demikian pula aku.
Dia tersenyum puas. " aku baru merasakan nikmatnya Vagina wanita di Hotel Sahid Jakarta.

Setelah mendapatkan kenikmatan, kamipun mandi bersama, setelah itu dia mohon izin untuk menemui papinya, dan tidak lupa aku memberikan Tip untuk beli pulsa kataku kepadanya. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 04.15 pagi. Aku tidur karena keletihan sudah mendaki gunung dan menikmati surga dunia bersama gadis Hotel Sahid Jakarta.

Keesokan harinya tepatnya jam 09.30 kami bergegas ke Bandara untuk tujuan pergi ke Surabaya.

Sampai disini dulu ya ……. Perjalanan aku.

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Nikmatnya Seks menuju MUNAS di Hotel Surabaya Terbaru

Agustus 03, 2018 Add Comment

Kenangan Dibali Yang Tak Terlupakan

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Kenangan Dibali Yang Tak Terlupakan Terbaru

Baiklah, ceritaku begini. Disana menurut ku sangatlah bebeas maka dari itu saya begitu tertarik untuk menjelajah di pulau yang penuh dengan kesenangan dan kebebasan. Saat itu saya yang sedang mencari-cari bus tour wisata ke pulau dewata. Dan setelah saya mendapatkannya, saya menunnggu beberapa hari.

- Di hari kemudian saat jadwal pemberangkatan saya untuk wisata berlibur ke pulau dewata saya berkumpul bersama dengan yang lainnya di tempat tersebut. Dan sebelumnya masuk ke dalam bis tour kami satu persatu di data oleh agen tour tersebut.
 Dengan nomor bangku yang telah di tentukan. Saat saya melihat setiap peserta yang di data, terlihat sekali dominan kawula muda yang satu bis denganku. Hadugh ,saya hampir lupa mina…nama saya Joko, sering di panggil jeck untuk teman2 ku.
 Saya yang kebetulan bekerja di suatu perusahaan deller motor dan asalku dari semarang..
Kenangan Dibali Yang Tak Terlupakan
Kenangan Dibali Yang Tak Terlupakan
- untuk usia ku masih terbilang muda yaitu 24 tahun. Oiya kembali ke cerita semula ya mina, saat itu saya sedang mencari bangku saya yang telah bernomor dan beberapa detik kemudian saya telah ketemu untuk nomor bangku saya. Namun di bangku nomor saya sudah ada seseorang, yang sepertinya telah menaruh barang bawaaan nya di bangku nomor saya. Lalu saya menyapa dan sedikit menegurnya ,

" maaf , permisi untuk bangku nomor itu , boleh saya duduk."

- Karena saya juga ingin duduk di bangku pesenan saya. Sapaan ku terhadap wanita yang kebutlan satu bangku dengan ku. Dengan perempuan yang berdandan sangat menggoda sekali , di hiasi rambut yang berwarna kuning sedikit2 dan hitam. Lantas perempuan itu menjawab

" oiya , maaf ya..mari2 silahkan duduk."

- Dengan melihat ku juga. Lalu perempuan itu segera merapikan barang bawaan nya dan memindahklan segera di atas bangku dengan sedikit saya menbantunya.
 Mungkin saya kira2 usia perempuan itu kisaran 23 tahun , hampir samam denganku. Dengan tinggi badan yang terbilang lumayan juga dan di lapisi kulit yang putih bersih juga mirip2 artis agnes monica, (coba bayangkan mina , bagaimana rasa nya kalo sebangku dengan perempuan yang cantik mirip artis ) pasti kemeceran pasti nya untuk kaum adam.

- Nah , yang terpenting lagi di bagian dada nya dengan ukuran payudara yang medium (gak terlalu gede ataupun kecil ) sehingga nyaman sekali jikalau di pandang dengan mata yang melek.
 Begitu padat dan berisi , sangat segar sekali untuk meremas- remas nya. Dan saat saya melihat nya ,nafasku tersa berat dan menarik nafas dalam2. Setelah saya duduk di bangku sebelahan dengan permepuan itu, saya mencoba untuk mengajak ngobrol dan basa-basi sedikit sudah berapa kali berkunjung ke Bali.
 Dan gak tersa bis tour sudah berjalan menuju ke Pulau Dewata , dan kami pun sudah mulai akrab untuk sekedar berbincang saja, sambil dengan melirik ke arah payudaranya yang sekal dan padat berisi ( wow…sangat segar sekali…!!).

- saya begitu terhanyut sekali sampai2 tak bisa kubayangkan kalo seandainya daging yang sekal itu bisa ku genggam dan kuaraih dengan telapak tangan ku. Saat mengobrol dengan nya tak terasa begitu asik lama kelamaan dan menjadi akrab.
 Dengan cara bicara nya yang dewasa meskipun usia masih belom di katakan dewsa membuat saya betah berhadapan dengannya. Saat berkenalan dnegan nya , dia bernama Bunga
( memang benar seperti bunga dari desa yang begitu asri kecantikan nya dan menawan , sehingga membuat para lebah untuk mendekatinya).

:: Lalu saya menyakan ke bunga,

" untuk apa kamu ingin pergi ke Bali " tanyaku .
" jawabnya ya untuk refresing untuk jalan2 menghilangkan penat dari seseorang."

:: Waduh , terlihat ada yang di tutup2pi sedikit prediksiku. Lalu saya mencoba untuk mengoreknya .

Saya : kenapa ??

Bunga : gpp kok jeck..

Saya : ayo donk ,kenapa kook, mulai sekarang kita kan teman ..?

Bunga : lha kok kamu nanya itu terus sih…???

Saya : lha trus kenapa , kok tadi kamu bilang , hilangkan penat dari seseorang..?

Bunga : trus kenapa kalo aku penat lari dari masalah..?

Saya : kagak kok , saya kan Cuma nanya , biar saya paham masalahmu dan dengan jelas cara ngatasi masalah mu. Dan biar saya juga tau siapa kamu , dan kalo kita sudah akrab gini , saya gak mau ada yang marah..

Bunga : baik , aku certain ya , ntar giliran kamu lho ya..??

Saya : OK bunga.

Bunga : aku ini lari ke bali , hilangkan penat karena aku di tinggal pacarku kawin dengan seseorang. Dan seketika aku kecewa sekali . dan dia begitu saja meninggalkanku.

:: Dalam hatiku, geblek banget tu cowok , perempuan cantik2 gini malah kawin sama orang lain duh …rugi banget deh!!

Bunga : ah , udah ya..jangan di lanjutin , ak jalan jalan ke bali bukan untuk cerita masalah itu ya, aku pingin refresing sja dan sedikit bersenang-senang dengan waktu ku.

:: Dan aku juga gak pingin tau tentang mu lebih dalam juga jeck.

Saya : oke deh , saya mengerti Bunga.


- Dengan melihat ke arahnya , alih2 pengin liat ke arah payudaranya yang sekal itu.
 Saat itu , bis masih berjalan sampai arah jawa timur dan malam semakin larut. Makin asyik aja saya dengan bunga, lalu saya arahkan jaket yang saya kenakan ke Bunga karena saya melihatnya sepertinya kedinginan karena Ac yang begitu kencang.
 Sedangkan dia memakai baju yang sedikit tipis, biasa lah wanita kalo memakai busana suka nya yng tipis2 biar terlihat lekukan tubuhnya. Lalu bunga menerima jaket yang saya kenakan tadi dan di pakai nya untuk menutup di bagian dadanya. Bunga sepertinya sudah mulai mengantuk.

- Tak terasa Bunga mulai terlelap dan bersandar di dadaku. Sangat hangat dan nyaman sekali , dengan sedikit tekat dan nekat saya arahkan tanganku untuk memeluknya, hahaha…saya begitu beruntung banget karena dia tidak menepisku bahkan semakin menempatkan diri dalam cengkramanku.
 Bis sudah memasuki kota Malang dan Bunga semakin nyenyak di pelukanku dalam tidurnya.
 Saya lelaki normal melihat hal seperti ini timbul rasa nafsuku. setelah menyadari ada daging empuk di dada Bunga yang menempel pada tubuhku, lunak dan lembut apalagi saat bis melewati jalan zig zag dan bergelombang gesekan dadanya semakin kuat terasa, saya mulai merasakan ada yang bergeliat di dalam celanaku, semakin keras dan keras tambha2 semakin sempit saja celanaku.

-  Saat Lampu bis di redupkan dan saya melihat bangku disebelahq sudah terlelap juga. Saya mulai mengadakan serangan fajar, dengan perlahan namun pasti saya rambatkan tangan kanan yang sedang memeluk ke arah bawah ketiaknya, saya sentuh dengan lembut daging empuk yang menonjol yang sejak tadi saya incar.

Wooooooooah ..,

- kenyal dan lembut, lalu Bunga menggeliat namun tetap diam, makin asik aja dan berani melihat kondisi saat ini, saya singkap perlahan kaosnya dari bawah melalui pinggangnya yang ramping, dengan berani saya renggut tetek nya sebelah kanan dengan menyingkap kutang nya,

saya rasakan ujung teteknya mengeras, saya usap lembut dan semakin mengeras saja , dia menggeliat terbangun sedikit mengerang dan berbisik,

Bunga : “ Jeck…Jeckk.., kamu nakal.., Jangan ah”, pintanya tanpa berusaha melarang lebih lanjut.

- Nafsuku semakin menjadi, saya cium wajahnya sekilas dia malu dan merunduk, menempelkan wajahnya di dadaku dan merunduk, saya lanjutkan serangan fajar dengan mengusap terus payudaranya yang kenyal nan lembut.
 Tonggakku semakin mengeras dan tampaknya dia menyuadarinya , perlahan dia sentuhkan dan arahkan tangannya ke arah kemaluanku dan dia menatapku.

" Aku.., Aku..", belum sempat dia bicara, saya sodorkan bibirku dan disapu nya dengan mesra. Saya lihat sekelilingku masih tetap terlelap dan saya terus meremas payudaranya sambil mempermainkan pentil susunya yang semakin mengeras tersebut.

- Saya semakin menjadi bringas dan merasa aman saja karena bagian dada Bunga telah tertutup dengan jaket hangatku, dan tangan Bunga juga gak diam dengan cekatan dan terampil tanpa arahan dielusnya burungku dari luar yang semakin mengeras itu dan saya semakin tak tahan saja karena geli dengan elusannya. saat itu waktu menunjukkan jam 02.00 saat bis memasuki hotel di Bali, sesuai dengan kamar yang telah dipersiapkan kebetulan juga kamar saya bersebehan dengan kamar Bunga, saya bantu dia menurunkan barang-barangnya untuk dimasukkan dalam kamarnya.
 Pada pemindahan barang yang terakhir dipersilakannya saya untuk duduk dulu, dan saya sudah tak sabar lagi, pintu segera saya tutup dan saya raih pinggang rampingnya, saya sodorkan bibirku dan diraihnya dengan liar dan ganas.

- Lalu saya dan dia saling melumat, tanganku mulai bergerak menangkap gumpalan di dadanya, sambil berjalan saya dudukkan dia di ranjang sambil saya peluk dan saya raba punggungnya, kini sampailah pada pengait kutang, saya tarik pengaitnya dan lepas, saya semakin bebas memegang dadany yang sekal padat dan dia menggeliat liar sambil mendesis, kancing kemejanya yang dikenakan saya tarik sampai lepas dan dengan segera saya lepas kemejanya.
 Saya begitu takjub sekali dan terkagum, saya lihat pemandangan yang sungguh amazing gadis dengan tubuh bagus dengan dada ternganga tergolek indah, seperti gundukan yang mencuat dengan puncak coklat kemerahan mencuat, kulit putih mulus dengan memakai celana jeans nya dia terpejam, mulut saya mulai menyusuri wajah turun ke leher dan akhirnya terhenti pada ujung payudaranya.., saya hisap..hisaap.., terus sambil tak henti-hentinya tanganku meraba pada bagian lain.

" waduuuh….Oh.., aaahh.., jeckk….", gumamnya.

- Dengan tangan ini mulai turun ke bawah, saya buka kancing celananya dan perlahan saya masukkan tanganku pada bagian lunak berbulu lebat dan mulai becek2.
 Saya usap dengan lembut, dia pun tidak menolak bahkan memegang tanganku untuk lebih lama bersemayam di tempat becek tersebut. Saya masukkan perlahan jari tanganku..,  basah dan semakin becek aja, dia semakin liar bergerak dan saya lihat wajahnya memerah.

- Tanganku terhenti pada benda kecil yang ada diantara bukit berbulu tersebut, dengan lincahnya saya mainkan putar-putar benda kecil yang bernama itil dan saya dapatkan vaginanya semakin banjir aja.

Bunga : " Jeck…Jeck…Aku nggak tahan Jeck.., ah.., aahh", Dipeluknya saya erat-erat dan mulutku masih tetap menghisap pentil dadanya. Dengan perlahan dia menurunkan seluruh kain yang menempel di tubuhnya, kini semuanya terlihat gamblaang, gadis dengan kulit mulus tanpa sehelai kain pun tergolek mesra di ranjang.

- Dengan ada gundukan yang tertutup hitam penuh bulu menarik sekali nampaknya. di sontakkan tanganku untuk menjauh dari kemaluannya, dan dengan tiba-tiba dia terbangun, didorongnya perlahan tubuh saya sampai telentang dan Bunga mulai merangsangku dengan ganas, ditariknya kancing bajuku, celanaku, semuanya terlepas tinggal CD saja, kami tersenyum dan dengan perlahan Bunga mulai melakukan aksinya, di cumbui dan dihisapnya dadaku dan dikecupnya perlahan, dia meraba CD ku dari luar pelan dan terasa nikmat, tangannya yang gemulai mulai merambah ke dalam CD ku dan

" Tuuuuiiiingg….", ditariknya keluar batang kontolku yang sudah tegak berdiri.
" Haaahhh….,", serunya berdesah,

Bunga : " Belum pernah aku melihat burung yang seperti ini".

- saya lirik burungku dengan ujung yang membonggol memerah dan berdenyut keras.

Bunga : " Ini punya manusia apa supeer hero?", tanyanya memanja.

Saya : " Punya manusia dengan kekuatan dan ukuran super hero…", jawabku terpejam dan pada saat itu pula saya lihat ujung burungku sudah masuk dalam mulut Bunga .

- Di sepongnya burungku sampai pipinya kelihatan kempoot sekali. Dengan Mataku yang terpejam merasakan nikmatnya sepongan Bunga. Tanganku membelai rambutnya sambil sesekali saya tarik rambutnya.
 Tidak berhenti sampai di situ saja buah zakarku tidak lepas dari keganasan mulut Bunga, terasa bergerinjal dan basah.
 saya mengerang dan Bunga semakin liar dan brutral memasukkan burungku ke dalam mulutnya yang mungil dengan cepat keluar masuk sampai terlihat otot kemaluanku semakin memerah dan tanganku juga tidak mau diam dengan meraih kemaluan Bunga,

- saya obok2 dengan jemariku memelintir itilnya. Dia mulai memuncak, dipegangnya gagang kemaluanku dan ditutunnya ke dalam lubang mekinya, dia diatasku.

Bunga : " Sekarang ya Jeckk, aku nggak kuat.., uuhhh….", erangnya. saya diam saja dan,

Saya : " OK , Siap", Lalu ditekannya kuat-kuat mekinya menutupi rudalku.


- Saya geli bukan kepalang, tapi saya lirik masih kepala kontolku saja yang tenggelam dalam vaginanya, digoyangnya lagi vaginanya perlahan, perlahan-lahan amblas di santap mekinya.
 Dia menjerit dan mengerang begitu merasakan mekinya penuh dengan kontolku, sesak rasanya kontolku tidak dapat bergerak di dalam vaginanya. Kami diam sejenak, saya rasakan kontolku seakan-akan dipijat-pijat dan berdenyut,

Saya :" ooouaahh", erangku.

- Bunga mulai bergerak maju mundur dan naik turun. Semakin lama semakin cepat disertai erangan manja yang membuat saya semakin terangsang. Saya pegang pinggangnya untuk membantu lancarnya gerak kontolkuu menerjang mekinya . Dan,

Saya : " Ooohh.., " dengan kuat sekali dia memelukku dengan kaku sambil berteriak histeris.

Bunga : " Aduuuuuh aku nggak kuat mau keluar jeck", erangnya.

- Saya rasakan semakin licin kontolku menerjang mekinya. Dipeluknya saya erat-erat dan saya rasakan adanya cakaran yang menancap di punggungku.

BUnga : " Jangan gerak dulu jeck aku nggaak tahaaaaan..", pintanya.

- Saya diamkan kontolku tetap bersembunyi di mekinya. Tidak lama kemudian dia lemas dan telentang, saya lihat kontolku masih tegak berdiri dan siap menancap.

- Saya ambil handuk dan saya usapkan pada mekinya yang banjir. Setelah kering saya coba memberikan rangsangan dengan membiarkan mulutku menjilatinya.
 Dan Supeerrr, BUnga mulai ereksi lagi, Bunga menggeliat begitu lidahku mempermainkan itilnya, saya gigit kecil dan saya dengarkan suara teriakannya semakin mendesah tak karuan . Di sudutkan pantatnya dan hidungku ambles ke lubangnya, tercium aroma segar dan nikmat di mekinya dan batang kontolku semakin keras tegak dan memerah.

- Saya berdiri dengan memegang batang kontolku, saya urai rambut di seputar kemaluan Bunga dan saya gesek-gesekkan kepala kontolku untuk menyodok itilnya, bunga pun semakin tak karuan .
 saya tuntun pelan-pelan dan tidak seperti pertama tadi, batang kontolku lebih mudah menerobos meki Bunga yang sudah mulai becek itu.

- Dengan lancar mulai saya gerakkan maju mundur ke mekinya , dan BUnga menggoyangkan pantatnya mengimbangi style ku sembari tangannya menggapai punggungku dan sesekali desahan suaranya menambah gairahku.

Bunga : " lanjuut ….Teruus.., jecckk,.. aahh".

Saya : " Yaahh ..ahhh….".

Bunga : " Ahh….uhhh………..ouuuuuhh……………" Semakin lama semakin saya rasakan mudah menggoyang kontolku dan terasa suara ciplaaaak cepluuuk beradunya meki Bunga dengan hujaman kontolku. Kepalaku mulai hangat dan kemaluanku mulai meregang.

saya : " Bungaaaaa.., aahh…..."

BUnga : " Apa Jeck.

Saya : " Saya nggak tahan Bunga.., sepertinya Mau muncratt…."

Bunga : " Aku malah sudah 2 kali Jeck.., Tapi sebentar Jeck., jangan di muncratkan dulu, Tiba-tiba ditariknya batang kontolku dan dikocok sambil mulutnya menyedot ujung kemaluanku, dengan ganasnyaa ditarik dan dimasukkan secara cepat kontolku pada mulutnya yang mungil dan tak henti-hentinya dia berguman, saya semakin geli dan geli,

Saya : " AAAaahh", sesaat kemudian,

" crooot….croooott……criiiitttt…."

- Saya rasakan cairan yang muncrat keluar dari kontolku dan tidak disia-siakan sama mulut Bunga , dihisap dan di sedot terus, tak terasa mulut Bunga penuh dengan tumpahan pejuhku bahkan ada yang muncrat sampai ke pipinya.
 Bunga tersenyum, dibersihkannya sisa semburan pejuhku dengan mulutnya sambil terus diciumi tanpa henti dan terasa kepayang pecah rasanya kepalaku menahan nikmat yang tidak ada bandingannya.
 lalu saya tergeletak tak berdaya dengan tetesan keringat yang mengucur dari tubuhku. Dipeluk, dikecupnya tubuhku sama Bunga. Dipegangnya kontolku yang mulai mengecil dan diciumnya kembali.

saya: " Aahh.., geliiii……jangan dulu yah.., saya masih letooy ",

Bunga : " tenang aja , kagak kok , bunga membersiin yang tadi saja, ini masih ada sisanya ", sambil terus melumat kontolku dan menghisapnya hingga bersih.

Bunga : " Thank y Jeck , kamu bener2 herooo buatku ". lalu saya usap rambut dan tubuhnya yang polos,

Saya : " Ah.., sama saja, saya juga belum pernah merasakan hal yang nikmat seperti ini".

- Lalu esok pagi menjelang dan Paginya rombongan tour melanjutkan perjalanan ke obyek wisata di bali berikutnya dan saya berdekatan dengan Bunga dan dia dengan manjanya menggandeng tanganku .
 Lalu setelah pulang dari wisata Bali petualangan birahiku dengan Bunga terus berlanjut sampai Bunga melangsungkan pernikahan.
 Sejak Bunga sudah menikah kami tidak pernah lagi bertemu, karena Bunga sekarang tidak lagi ada di kota asal yang sama.

Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Kenangan Dibali Yang Tak Terlupakan Terbaru

Agustus 02, 2018 Add Comment