Room Service

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Room Service

Linda baru saja , menyelesaikan studinya di salah satu , universitas pariwisata . Linda kini kerja praktek . Sesuai dengan yang di pelajari selama ini , Linda memilih kerja di sebuah hotel bungalow di daerah jawa barat , di kota yang terkenal dengan sebutan Paris van Javanya itu .

Bungalow yang terletak di kaki gunung itu memang menjadi pilihan Linda . Linda menjadi room servis di bungalow tersebut . Memang bukan jabatan yang bisa di banggakan , tapi dia tak bisa terlalu memilih , toh hanya kerja praktek sementara .
Room Service
Room Service
Usianya belum genap 22 tahun , Linda masih muda dan cantik . Tubuhnya langsing , dengan buah dada yang tak terlalu besar . Kulitnya putih mulus dengan rambut yang sebahu , kadang di ikat jadi satu membentuk ekor kuda , kadang di biarkan terurai dengan bando di kepalanya . Linda sepintas terlihat mirip ABG berusia 17 tahunan .

Linda selama ini dikenal temannya sebagai gadis yang kuper dan pemalu , jarang sekali mau ikut temannya , bepergian . Dia lebih senang berdiam diri dirumah . Pernah sekali Linda punya pacar sewaktu kelas tiga SMU , tapi kisah kasih itu hanya seumur jagung . Dari masuk kuliah hingga tiga tahun ke depan , Linda terus sendiri .

Tapi jauh dalam lubuk hatinya Linda sebenarnya mengharapkan punya seorang kekasih . Linda juga sering berfantasi soal sex yang agak liar . Tapi tak pernah di ungkapkannya . Entah mungkin terpengaruh oleh film film biru yang kadang di tontonnya .
Kalau fantasinya berlangsung dia menjadi birahi , maka dia akan melakukan masturbasi untuk memuaskan dirinya sendiri .

Hari itu , kira kira jam 7.00 malam , saat Linda berjalan menuju dapur di hotel itu , Linda melewati beberapa rumah bungalow sewaan itu . Dia menghentikan langkahnya , ketika kupingnya yang indah itu menangkap suara suara manja dari seorang gadis . Linda mencari sumber suara itu , dan dia menemukan sebuah bungalow dengan jendela yang tak tertutup rapat .

Dari celah jendela itu Linda melihat sepasang manusia berlainan jenis sedang melakukan foreplay . Mereka melakukan oral sex dengan gaya 69 . Wajah si gadis cantik menghadap jendela itu , dengan mulutnya asik mengulum penis besar milik seorang pria setengah baya yang tidur terlentang di atas ranjang itu .

Linda melihat adegan itu dengan hati berdegup , ini pertama kali dia melihat adegan itu secara langsung . Walau sering melihat adegan seperti itu di film biru , tapi sekarang adegan langsung itu membuat kakinya bergetar . Adegan itu terus berlangsung di mana si gadis itu tampaknya agresif sekali melumat penis pria itu . Kepalanya naik turun , membuat penis itu semakin tegang keluar masuk mulut gadis itu .

Birahi Linda pun naik dan terasa vaginanya menjadi lembab. Linda menghentikan intipannya . Kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan , Dia pun kawatir , ada orang lain yang melihatnya .

Linda memutuskan meninggalkan tempat itu . Tapi kemudian , suara desahan desahan gadis itu membuat dia membatalkan niatnya . Kembali kepalanya menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekelilingnya aman .

Linda pun kembali mengintip dari celah jendela itu . Dan kini Linda di suguhkan adegan utamanya . Saat tubuh wanita itu berada di atas tubuh pria itu . Dan penis besar pria itu terlihat jelas berada di vagina gadis itu , keluar masuk . Gadis itu terus mendesah desah kenikmatan . Linda pun semakin terangsang .

Linda tidak dapat sepenuhnya menikmati adegan langsung itu , sebentar sebentar dia menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekeliling aman . Tapi walau begitu Linda terangsang sekali . Menit demi menit berlalu sampai akhirnya , tubuh pria itu mengejang menikmati sex mereka .

Linda segera berlalu dari tempat itu , dia ke dapur sesuai rencana semula . Dia menemui seorang teman nya . Yang sama sama praktek kerja di sana . “ eh , Lin , eloe udah ganti shif yah ..” tanya Susan temannya itu . “ iyah , eloe ..” tanya Linda . “ bentar lagi deh , tanggung .. “ kata Susan yang masih di dapur mendapat tugas membersihkan piring .
“ eh.. yah udah kunci kamar mana ..gua mau mandi dulu ..” kata Linda .

Setelah mendapatkan kunci kamarnya dari Susan , Linda pun ke kamarnya . Susan teman sekamar Linda di temat kerja prakteknya itu . Mereka di beri tempat sebuah rumah di belakang bungalow itu . Rumah yang cukup besar dengan lima kamar . Setiap kamar di isi oleh dua mahasiswa .

Linda masuk ke rumah itu , beberapa rekannya menyapanya . “ Lin .. cepe yah ..” kata seorang temannya . “ yah lumayan lah .. “ jawab Linda . “ eloe gantian sama siapa , shif siapa sekarang ..” tanya temannya lagi . “ oh si Jeni ..” jawabnya sambil memutar anak kunci pintu kamarnya . Setelah pintu terbuka Linda masuk ke kamarnya . “ eh gua mau mandi dulu yah..” katanya lalu menutup pintu kamarnya .

Linda bediri di hadapan cermin di depan kamarnya . Dia melepas bajunya . Baju seragam hotel itu , kemeja putih , dan rok hitam . Lalu branya yang pink terlepas , buah dadanya yang yang hanya sekepalan pria dewasa itu tampak menawan dengan lingkar agak kemerahan , serta putting yang kecil . Putting itu tampak menonjol sedikit karena desakan birahi Linda .

Tangannya perlahan meraba sendiri buah dadanya , matanya terpejam saat jarinya meraba putting susunya sendiri . Rasa nikmat segera dirasakannya .

Tangan yang sebelahnya pun menyusup masuk ke balik celana dalam yang berwarna senada dengan branya . Sambil mengatup bibirnya rapat , jarinya merabai vaginanya sendiri .

Sesaat kemudian Linda berbaring di atas ranjangnya , lalu perlahan melepas celana dalam pinknya . Kakinya pun membuka lebar . Vaginanya yang basah , bukit vaginanya , dengan bulu bulu halus , terlihat merangsang untuk di nikmati . Jarinya segera merabai bibir kemaluannya yang rapat itu .

Jari Linda bergerak ke atas dan kebawah . semakin lama gerakkan jarinya kian cepat . Pikirannya melayang berfantasi , dirinya sedang bercumbu hebat dengan seorang cowok . Semua itu membuat Linda semakin birahi , vaginanya tampak semakin basah sekali ..

Pantat gadis itu tiba tiba terangkat , dia menahan sebentar lalu terlihat tubuhnya bergetar beberapa kali , kemudian pantat sexynya terhempas kembali ke ranjangnya .

Linda hari itu tampak seperti biasa , mendorong troly membawakan makan atau minuman kepada tamu yang menginap di bungalow tersebut . Merapikan kamar bungalow , jika tamu sudah chek out dan lainnya .Selebihnya dia hanya menunggu perintah dari atasannya . Sampai jam kerjanya berakhir.

Malam itu setelah tugasnya selesai dan temannya sudah mengambil shiftnya . Linda berniat kembali ke kamarnya . Dia pun melewati bungalow yang kemarin dia mengintip .
Tamu yang menginap itu baru akan chek out esok hari .

Saat Linda melintas , jendala kamar itu malah terbuka lebar membiarkan semilir angin gunung menyejukkan kamar itu . Linda terus saja lewat dan menoleh ke arah jendela itu . Pria setengah baya itu menatapnya . Linda pun agak grogi lalu menyapa dengan sopan “ maaf , pak ..selamat malam..”

“ malam…. “ jawab pria itu sambil duduk di sofa dengan gadis muda duduk di sebelahnya yang memakai lingeri putih itu . Linda segera berlalu . “ ah .. dia pasti habis main .. atau belum mulai yah ..” demikian katanya dalam hati . “ wah ..gua udah gila nih ..koq jadi mau ngintip aja sih …” ujarnya dalam hati .

Jam 8.30 malam , setelah Linda selesai mandi dia keluar dari kamarnya . Kebenaran malam itu teman sekamarnya mendapat shitf malam , menggantikan temannya yang lain , yang sedang tidak enak badan .

Kakinya melangkah menuju bungalow yang di sewa pria setengah baya dengan seorang gadis muda itu . Jendela kamar itu sekarang tertutup . Tapi tidak terlalu rapat . Jantungnya kembali berdegup , saat dia mendengar suara erangan pelan gadis itu .
Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan , setelah yakin semua aman dia mendekatkan kepalanya , matanya membuka lebar mengintip dari celah jendela itu .

Kembali Linda menonton adegan sex live show . Kali ini , pria itu tengah menindih gadis muda itu dengan penis yang bergerak cepat di dalam vagina gadis muda itu . Udara sejuk di sana menjadi panas untuk Linda , birahinya terbakar , Linda menjadi sangat hot . Yakin hari sudah malam dan keadaan sepi , Linda menjadi leluasa menonton tayangan itu.

Tanpa di rasanya , sepasang mata sedang mengamatinya . Linda masih terlihat asik dengan tontonannya , sampai suara pria itu melenguh panjang menikmati orgasmenya .
Tontonan selesai . Linda membalikkan badannya dan dia terkejut melihat seorang cowok yang muda sedang berada di depannya sekarang.

“ eh eh .. selamat malam pak ..” katanya terbata . Lalu Linda segera berjalan dengan kepala tertunduk . Cowok itu pun mengikutinya . Setelah agak menjauh dari bungalaw tersebut , cowok itu memanggilnya . “ eh maaf .. bisa minta tolong , saya minta air putih ..” .

Linda menghentikkan langkahnya , “ maaf pak , shif saya telah selesai , coba bapak telp ke room servis aja ..” . “ yah , tapi saya telp , gak di angkat ..tolonglah .. “ katanya sambil tersenyum . Linda pun mengangguk , “ baik.. bapak di nomer berapa ? “ . Pria itu menunjuk bungalow nya yang terletak tak jauh dari bungalow tempat Linda mengintip .

Linda pun berdiri di depan pintu bunglow dengan membawa baki dan setermos air . Linda mengetuk pintu bungalow itu . Dan Pintu itu terbuka . Linda masuk dan meletakkan baki dengan setermos air itu di atas meja . “ silahkan pak “. kata Linda .
“ terima kasih ..” jawab pria muda itu . Linda pun melangkahkan kaki hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ eh omong omong kamu suka mengintip yah ..” kata pria itu tiba tiba . “ eh .. ah ..ma maksud bapak , apa ..” tanya Linda dengan grogi . “ loh yang tadi itu ..memang kamu lagi ngapain , mengintip dari jendela khan ..” kata pria itu lagi . “ eh anu pak , tadi saya dengar suara , lalu saya lihat , kalau kalau ada sesuatu yang terjadi di kamar itu ..” jawab Linda .

Pria muda tersenyum ,” koq lama lihatnya , memang apa yang terjadi di dalam sana ..”. Linda hanya diam , menatap pria itu . “ gak apa apa koq , saya cuma kesal , itu jatah saya , seharusnya saya yang ngintip..” kata pria itu dengan senyumnya yang menawan .

Linda di buatnya binggung dengan perkataannya.

“ omong omong kamu suka juga ngintip yah ..” tanya cowok itu lagi . “ eh ..enggak koq sungguh tadi saya tidak sengaja “ . jawab Linda .
Cowok itu tersenyum lagi , “ nama saya Herbert , boleh tahu nama kamu siapa ?..” Linda menatap pria itu , dalam hati Linda bertanya tanya , apa maunya pria ini . Linda pun menjawab “ saya Linda..”

“ Oh , Linda nama yang cantik , sesuai dengan orangnya ..” kata pria itu . “ selamat malam , pak ..” kata Linda lalu membalikkan badan hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ Linda , tadi kamu bilang shift kamu sudah selesai , jadi apa salahnya kita berbicara , soal hobby kita , kebetulan saya sendiri di sini..” kata Herbert . Maksud bapak ..” kata Linda , dan menahan langkahnya .

“ yah soal hobby ngintip kamu , kita bisa bertukar pengalamankan ..” kata Herbert . “ saya sudah bilang tadi , saya tidak punya hobby ngintip , tadi saya gak sengaja pak..” kata Linda. “ oh , sengaja atau tidak , tapi kan setidaknya kamu bisa cerita , apa rasanya ..” kata Herbert lagi . “ saya tidak mengerti maksud bapak ., selamat malam pak “ kata Linda lalu berjalan ke arah pintu .

“ Linda , tolonglah , saya benar benar butuh seseorang untuk di ajak bicara , saya sedang binggung nih , bantu saya tolong lah please ..” kata Herbert dengan suara merendah , dan mengiba.

Kembali langkah Linda terhenti , Linda menatap wajah Herbert . “ serius saya sedang ada problem dengan pacar saya , dia berselingkuh , membuat saya sakit hati .. “ kata Herbert lagi , lalu dia duduk di sofa , sambil kedua tangannya memegang kepalanya .

Linda menjadi sedikit simpati , lalu berjalan mendekat , “ apa yang bisa saya bantu ..” .
“ bantu saya , beri saya pendapat kamu , kasih saya jalan keluar. Tolong saya tak bisa berpikir..” jawab pria itu . Linda tertegun . “ tapi ini masalah pribadi bapak , saya tak bisa ikut campur..” .

“ saya tidak minta kamu ikut campur , tapi beri saya nasehat , langkah apa yang harus saya ambil ..” kata pria itu lagi . “ baik pak ...coba saya bantu ..” kata Linda . “ Begini ceritanya Lin , eh lebih baik kamu duduk dulu deh ..” pinta pria itu .

Linda pun duduk di sofa itu , dan pria itu berkisah . Tentunya dia berkisah palsu . Herbert bukan seorang cowok yang baik . Dia suka memainkan wanita wanita . Itu sebabnya dia menyewa bungalow tersebut , tujuannya hendak mencari cewek di tempat clubbing , lalu membawanya ke bungalow itu , nanti malam .

Tapi dia bertemu Linda yang tadi di pergokinya sedang mengintip . Ini kesempatan buat Herbert . Dia pun mencoba merayu Linda , dengan segala tipu dayanya .

Herbert pun bercerita tentang pacarnya dan Herbert juga tentang bagaimana dia dan pacarnya melakukan hubungan sex . Yang tentu saja membuat Linda tersipu tapi juga terangsang .

Setelah Herbert selesai dengan dongengnya dan Linda mendengarnya dengan seksama , lalu Herbert bertanya “ bagaimana menurut pendapat kamu Lin , apa saya pantas menerimanya kembali ? “ . Linda terdiam .. sepertinya Linda serius berpikir .

Saat itu Herbert berdiri , dia membuka kulkas , “ Linda , mau minum apa .. “ tanyanya . “ eh gak usah pak ..gak apa apa..” jawab Linda . Herbert lalu menuangkan minuman ringan dan tanpa sepengetahuan Linda , Herbert memasukkan obat perangsang di minuman ringan itu . Lalu menyajikannya pada Linda . “ ayo , di minum , terus pikirkan , bantu saya ..tolong..” katanya .

“ gah usah pak , enggak enak ..saya pelayan di hotel ini ..” kata Linda . “ loh , apanya pelayan , saya anggap kamu teman baik saya dan saya berharap kamu juga bisa menganggap saya teman kamu .. dan jangan panggil pak , panggil Herbert .. please..” katanya lagi dengan nada merayu ..

Linda mengangguk dan tersenyum , penampilan Herbert yang modis dan wajahnya yang ganteng serta kata katanya yang merayu tentu membuat Linda terbuai .

“ minum dulu Lin ..” kata Herbert . “ ma kasih pak ..eh Herbert..” kata Linda tersenyum .
Dan minuman ringan yang tercampur obat perangsang tanpa rasa itu , segera mengalir masuk ke tenggorokkannya , lalu beredar dalam tubuhnya . Obat perangsang itu akan segera di serap oleh tubuh gadis cantik itu dan mempengaruhi system syaraf di otaknya .

“ Linda gimana , apa pendapat kamu ..” tanya Herbert . “ eh gimana yah , kalau kamu memang mencintainya , gak ada salahnya koq menerimanya kembali ..” jawab Linda.
“ ha .. tapi ..dia pernah selingkuh , sampai begituan loh ..aku gak bisa terima ..deh kayaknya ..” kata Herbert lagi . “ eh ..yah udah ..kalau kamu memang gak bisa . yah tinggalkan aja “ kata Linda lagi .

Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi . Linda tampak gelisah . Dia duduk dengan tidak nyaman . “ itu saya juga sudah pikirkan , tapi saya benci sendiri , kecuali kalau kalau….” . Kata Herbert terputus , membuat Linda penasaran . “ kalau apa ..” .
“ kalau kamu mau menjadi pacar saya..” kata Herbert .

“ ha… gak bisa …ah..” kata Linda . Linda merasakan ada gejolak yang hebat di dalam tubuhnya . Semua kata kata Herbert membuat hatinya berbunga . “ Linda kamu sudah punya pacar …” tanya Herbert . Linda menggeleng . “ nah kebetulan dong.... jadi pacar saya yah ..please ..” rayu Herbert .

Linda semakin tak bisa berpikir Jernih , di tambah rayuan rayuan Herbert yang terus di lontarkannya . “ Linda kamu cantik sekali , …” . Linda hanya tersipu , lalu Herbert berkata lagi “ Linda boleh saya mencium kamu ..”
Dorongan obat perangsang itu begitu kuat membuat syaraf syaraf di otak Linda tak bisa bekerja sempurna . Libidonya meningkat , tak terkontrol . Linda mengangguk , sambil memejamkan matanya . Tanpa membuang waktu Herbert mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya mendesak masuk lidahnya ke dalam mulut Linda , menggelitik langit langit mulutnya .

Detak jantung Linda meningkat tajam , Herbert yang berpengalaman itu tahu Linda sudah mulai terangsang. Herbert mulai merabai dadanya yang masih tertutup t-shirt putihnya itu , Linda merintih. ” jangan Bert.. malu ..” . Herbert menjilati lehernya , ”sayang , saya suka sama kamu , jangan kawatir tenang aja , nikmati ..” . Linda benar benar tak kuasa menolak semua itu , dia hanya pasrah menikmati permainan Herbert.

Kembali Herbert menciumi bibir Linda lagi . Linda pun membalasnya dengan penuh nafsu . Dengan cepat Herbert melepas t-shirt putih yang di kenakan Linda . Linda sama sekali tak bisa menolak . Dadanya telah terbuka ,dia memakai bra putih . Tangan Herbert dengan cekatan melepas bra putih . Kini matanya bebas menatap buah dada , milik Linda itu.

Buah dada yang terbuka itu tak luput dari sentuhannya . Tubuh Linda gemetar , baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria . Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Herbert . Linda mendesah “ ahh.. .. ehhh ….ahhh Bert ohh … “ erang Linda.

Lidah Herbert pun menjulur , menjilat putting susu Linda yang tampak menonjol keluar . Linda sudah sepenuhnya di kuasai birahi . Herbert dengan bernafsu melumat , menyedot buah dada Linda . Membuat Linda semakin birahi . Suara erangan nikmat Linda terdengar , menambah gairah Herbert .

Tangan Herbert pun mencari resleting rok hitam Linda dan membuka resleting itu . Herbert pun melepas roknya , pangkal pahanya masih terbalut celana dalam putih . Tangan Herbert dengan lembut meraba raba paha putih mulus Linda, Linda yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang itu seakan tak lagi berkuasa atas tubuh nya .

Perlahan kedua tangan Herbert mengelus elus paha putih Linda , Sambil sedikit demi sedikit merenggangkan kedua kakinya , Herbert dapat jelas melihat bercak basah , cairan nikmat yang merembes dari vagina Linda membasahi selangkangan celana dalam putihnya . “ sayang , saya cinta kamu , saya akan membahagiakan kamu .. ..” ujar Herbert di telinga Linda, lalu menjilati daun telinga Linda sehingga membuatnya terangsang geli .

Satu sentuhan lembut , jari Herbert tepat di selangkangan celana dalam putih milik Linda. Membuat suara erangan birahi keluar dari mulut Linda. “ AAhh …… “ . Lidah Herbert terus aktif menyapu putting susu Linda, buah dadanya tampak mengeras karena
nafsu . Di sertai getaran getaran jari Herbert di atas selangkangan celana dalamnya , membuat tubuh Linda bergejolak .

Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat membuat Linda tak bisa bertahan lama dengan birahinya.. “ ohh .. ahhh .. sudah Herbert aku gak tahan lagi .. ..” erang Linda ketika jari Herbert bergerak semakin cepat di selangkangan celana dalamnya . Herbert tidak berhenti , jari itu bergetar semakin liar , Putting susunya juga di jilat cepat . Tubuh Linda mengejang , Linda menjerit menikmati orgasmenya

Rasa nikmat yang berbeda dan baru pertama kali di rasakannya . Nafasnya masih memburu di sertai degup jantungnya yang berdetak cepat . Herbert pun menciumi bibir indah Linda “ sayang , kamu merasa nikmat ..” tanyanya . Herbert pun mendiamkan gadis itu , sebentar , sambil terus menciumi bibirnya dengan mesra.

Kemudian tangan Herbert perlahan melepas celana dalam putih Linda yang telah basah itu . “ Bert ..jangan ..saya malu …” kata Linda, dengan tangannya berusaha menghentikan tangan Herbert . Tapi usaha itu sia sia , tangan Linda sepertinya kehilangan tenaga . Tangan Herbert tak bisa di hentikan , sampai celana dalam Linda lepas dari tubuhnya.

Herbert melihat bukit kemaluan Linda dengan bulu bulu tipis yang sangat merangsang itu . Dengan dua jarinya , bibir vaginanya di kuak lebar oleh Herbert . Linda mengerang . Mata Herbert menatap vagina Linda , dengan liangnya yang rapat serta basah . Klitorisnya tampak memerah dan membesar . Lidah Herbert menjulur menjilati klitorisnya . Lagi lagi Linda mengerang nikmat .

Rasa rasa nikmat yang belum pernah di rasakannya . Saat klitorisnya bersentuhan dengan lidah seorang pria . Rasa yang selama ini cuma ada dalam fantasi liarnya sekarang tengah di rasakan dengan sesungguhnya.

Jilatan lidah Herbert di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Linda . Sebentar saja Gadis itu telah kembali birahi . Linda terus mengerang kenikmatan . Lendir vagina Linda mengalir terus .Rasa nikmat dan gatal mendera klitorisnya yang tegang terangsang .

Dan tubuhnya kembali menegang . “ ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya . Lidah Herbert terus bergerak menyapu klitoris dan membawa Linda kembali mengejang kerena orgasme . Tubuh Linda pun kembali lemas .

Setelah beberapa saat , Herbert membawa tubuh bugil Linda dan membaringkannya di ranjang itu . Linda berjalan agak gontai dan sempoyongan , tubuhnya terasa lemas dan tenaganya seperti hilang .

Sekarang Linda telah berbaring di ranjang itu . Herbert pun mulai membuka pakaiannya sendiri . Penisnya yang tegang itu sudah siap untuk memasuki tubuh linda . Herbert menghampiri Linda . Sambil mengangkat kepala Linda , Herbert meminta Linda mengoral penisnya . “ ah ..jangan ..saya gak bisa ..” kata Linda .

“ ayo coba saja .. jilat dulu saja ..” pinta Herbert . Perlahan tangan Linda menyentuh daging bulat panjang itu . Baru kali ini dia memegang penis seorang pria . Tangan Linda yang lembut terasa nikmat bagi penis Herbert .

“ ayo , sayang , jilatin dong ..” rayu Herbert . Linda sedikit ragu untuk melakukan hal itu . Tapi Herbert terus mendesaknya . Lidah Linda pun menjulur dan menjilati ujung penisnya . Tapi Linda tak mau mengulum penis itu . Herbert mendorong penisnya hingga ke mulut Linda . Tapi Linda mengatup mulutnya rapat .

“ ayo dong ..sayang , kulum ..dong..” pinta Herbert . Linda pun perlahan membuka mulutnya . Penis itu segera melucur masuk ke dalam mulutnya .. “ ufff …ughh …. “ suara Linda tertahan penis itu . Herbert menggerakkan penisnya dalam mulut Linda .
Tapi Herbert tak begitu menikmati oral sex dari Linda , Linda tak berpengalaman sama sekali .

Herbert memutuskan untuk segera mencicipi tubuh gadis cantik itu . Herbert semakin mendekat tubuh Linda , Herbert menatap penuh nafsu wajah cantik Linda . Dia membuka lebar kedua kaki Linda dan menahannya .Kepala penisnya sudah menempel tepat di bibir vaginanya .

Linda memejamkan matanya dan dia bersuara lemah “ saya masih perawan .. saya takut Herbert… “ ibanya . Herbert tercengang mendengar kata Linda . “ apa betul dia masih perawan ..” pikirnya dalam hati . “ Linda sayang ..tenang saja ..saya akan pelan pelan koq ..” kata Herbert .

Penis Herbert perlahan mendesakkan penisnya masuk lebih dalam , membuka belahan vagina Linda . Linda meringis , Penis itu pun bergerak masuk lebih dalam . “ ahhh .. sakit.. stop sakit Bert .. ..” erang Linda .

Herbert pun benar benar menikmati jepitan erat vagina Linda . Dia mulai menggoyang , menarik keluar batang penisnya dan mendorong masuk kembali dengan pelan dan lembut . Linda mengerang setiap kali penis Herbert menusuk liang vaginanya .

Setelah beberapa kali penisnya keluar masuk , Herbert menarik habis batang penisnya keluar dari liang vagina Linda . Dan dia melihat ada bercak merah di sprei kasur . “ gila ..nih cewek benar benar perawan ..” katanya dalam hati .

“ aghh … sakit ..udah ..stop …” erang Linda ketika Herbert kembali memasukan batang penisnya ke vagina Linda . Herbert benar benar menikmati jepitan erat otot otot vagina perawan itu . Gerakan penisnya lambat , walau begitu Linda tak sepenuhnya menikmati . Tapi itu tak lama , semakin Herbert mendekati puncak birahinya , semakin cepat pula penisnya bergerak dalam liang vagina Linda yang perawan itu .

Gerakkan Herbert pun makin lama semakin liar . Penisnya terus bergerak keluar masuk , membuat Linda mengerang ke sakitan . Herbert tak peduli lagi ., yang di rasakan hanya nikmat tubuh Linda .
Penisnya terus bergerak keluar masuk . Gerakkan Herbert semakin cepat , menghentak hentak keras dan tiba tiba Herbert menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Linda .

Saat itu Linda merasakan cairaan hangat sperma Herbert telah memenuhi vaginanya . Perlahan Herbert mencabut batang penisnya dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Linda beserta darah perawannya .

Linda merasakan seluruh tubuhnya lemas . Juga ada rasa nyeri di vaginanya . Herbert membelai kepala Linda dan mencium bibirnya . Tak lama Linda tertidur pulas .

Bunyi bip yang terus menerus dari jam tangan digitalnya membangunkan tidurnya .
Jam 5.30 , yah ini memang saatnya untuk bangun dan mempersiapkan diri untuk kerja .
Tapi pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya , tubuh Linda tertidur tanpa busana dan dia masih merasa nyeri di vaginanya .

Linda pun bangun dari ranjang itu , dia mencari pakaianya yang berantakan tergeletak di sofa . Dia memakainya , matanya berkeliling mencari Herbert , tapi dia tak menemukannya .

Linda duduk di sofa itu , termenung tentang kejadian semalam . Linda ingat semuanya , dia sadar telah melakukan hubungan intim dengan seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya . “ mengapa bisa terjadi , mengapa saya bisa semudah itu menyerahkan diri saya pada cowok itu ..” pertanyaan itu memenuhi otaknya ..

“ Linda , eloe dari mana ? ” tanya temannya yang melihatnya . “ enggak , dari depan aja…” jawab Linda . “ yah udah , sana ganti baju ..pakai seragam .. gua mau tidur nih..” kata Susan , yang baru saja berganti shif .

Linda pun segera masuk , ke kamar mandi , dia membasuh tubuhnya . Membersihkan vaginanya dari sisa sisa sperma Herbert . Ada rasa penyesalan yang dalam di hatinya . Tapi mau apa lagi .. Linda pun meneruskan mandinya itu .

Setelah selesai mandi , Linda pun segera memakai baju seragamnya lagi , dan siap bertugas .

Agustus 09, 2018 Add Comment

Montir Cantik dan Seksi

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Montir Cantik dan Seksi

Saya ingin menceritakan suatu pengalaman unik saat saya berlibur ke kota tempat paman saya tinggal, Malang. Kejadiannya kira-kira dua minggu yang lalu. Hari Minggu itu keluarga paman yang terdiri dari paman, bibi dan ketiga anak laki-lakinya yang masih remaja mengajakku pergi ke suatu kota kecil dekat Malang, yaitu Batu. Daerah itu terkenal karena buah apelnya dan hawanya cukup dingin. Kami berenam naik mobil Panther kesayangan saya.

Perjalanan kami saat itu cukup menyenangkan. Kami ngobrol kesana kesini tentang keadaan kota kecil yang akan kami datangi. Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya bahwa mobil Panther yang saya kendarai itu bakal membuat masalah. Dan benar saja, sepuluh menit sebelum kami tiba di Batu, mobil itu mogok. Paman dan anak-anaknya berusaha mendorong dari belakang dengan sekuat tenaga. Sementara Bibi duduk dalam mobil itu dengan raut wajah cemas.
Montir Cantik dan Seksi
Montir Cantik dan Seksi
Seperempat jam mobil itu belum juga dapat dinyalakan mesinnya. Walaupun dibantu oleh beberapa orang tukang becak, namun si Panther masih juga mogok. Akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke bengkel yang tidak jauh dari tempat itu. Sementara itu keluarga Paman akhirnya pulang kembali ke Malang dengan naik angkutan umum yang lewat di sana.

Mobil yang dipaksa didorong itu akhirnya sampai juga di depan bengkel. Bengkel itu disebut BENGKEL TIARA oleh penduduk setempat, menurut mereka TIARA itu singkatan dari TIDAK ADA PRIA. Setelah kuperhatikan, ternyata semua montirnya, walau berseragam montir yang berlepotan oli, adalah para wanita muda yang cantik dan sexy. Mereka terlihat ramah dan senang diajak ngobrol. Kasirnya juga seorang wanita. Jadi sama sekali tidak ada pegawai pria di sana. Hebat juga ya? Melihat kenyataan itu, pikiran isengku muncul.

Kebetulan mobil Pantherku mereka tarik ke ruang dalam bengkel yang sunyi senyap dan tertutup. Dua orang montir cantik ditugaskan untuk menangani mobil itu. Saat mereka tengah memeriksa bagian depan mobil Panther tempat mesinnya berada, dengan sengaja kujulurkan kedua tanganku ke arah pantat mereka. Mereka sedang berdiri menunduk untuk memeriksa mesin mobil. Perlahan kuraba pantat mereka dengan pelan. Tidak ada reaksi. Karena kelihatannya mereka tidak keberatan, lalu kuremas-remas pantat mereka berdua. Nah kali ini mereka menoleh.

"Mas... tangan Mas nakal deh... kalo mau yang lebih enak, tunggu ya. Begitu kami selesai menservis mobil ini, pasti yang punya mobil akan kami servis juga. Jangan kuatir deh.., kami ahlinya dalam menservis dua-duanya. Ha-ha-ha-ha..." ujar salah seorang montir cantik yang belakangan kuketahui bernama Gita sambil tersenyum genit.

Aku kaget bukan kepalang. Nah ini dia yang kucari. Jarang lho ada bengkel seperti ini. Ternyata apa yang dijanjikan Gita ditepati mereka berdua. Saat itu juga aku diajak ke lantai atas di sebuah rumah di belakang bengkel besar itu. Di sana ada beberapa kamar yang dilengkapi dengan perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi yang serba moderen. Begitu mewah dan mentereng tempatnya. Jauh sekali perbedaannya bila dibandingkan dengan bengkel di depannya.

Kedua cewek montir tadi (seorang lagi bernama Tutut), saat aku terperangah menatap ruangan kamar itu, tiba-tiba entah dari mana muncul dengan hanya mengenakan pakaian minim. Alamaak..! Hanya BH dan celana dalam tembus pandang yang menutupi tubuh seksi mereka. Aku tidak menyangka bahwa tubuh mereka yang tadinya terbungkus seragam montir berwarna biru muda, begitu sexy dan montok. Buah dada mereka saja begitu besar. Gita kelihatannya berpayudara 36B, dan Tutut pasti 38. BH yang menutupinya seperti tidak muat. Langsung saja si penis andalanku mulai mengeras. Tanpa menunggu waktu lagi, aku segera membuka pakaianku.

Setelah hampir semua baju dan celanaku terlepas, keduanya tanpa banyak bicara mendorongku supaya jatuh telentang di atas tempat tidur. Aku pun diserbu. Saat itu hanya tinggal celana dalam yang masih melekat di tubuhku. Gita dengan ganasnya langsung menyerang bibir dan mulutku. Ciuman dan permainan lidahnya begitu menggebu-gebu, hampir saja aku tidak dapat bernafas dibuatnya. Tutut pun tidak kalah ganasnya. Tangannya langsung meraba-raba senjataku dari luar celana dalamku. Pelan tapi pasti rabaan dan remasannya itu membuatku menggelinjang hebat. Ia pun menjilati bagian penisku itu, terutama di bagian kepalanya.

Lalu dengan inisiatifnya sendiri, Tutut menurunkan celana dalamku. Maka si kecil pun langsung mencuat keluar, keras, tegak, dan besar. Tangan Gita langsung mengocok-ngocok penisku. Sementara Gita mulai terus menjilati buah zakar dan terus ke bagian pangkal penisku. Memang penisku tergolong besar dibandingkan ukuran rata-rata penis orang Indonesia, panjang 24 cm dan diameter 8 cm.

Kedua cewek montir itu sekarang bergantian menjilati, mengocok dan mengulum penisku seperti orang kelaparan. Aku sih senang-senang saja diperlakukan seperti itu. Sementara itu dengan leluasa kedua tanganku bergegas membuka pengait bra mereka berdua. Setelah penutup payudara mereka terbuka, tanganku mulai sibuk meremas-remas kedua gunung kembar mereka.

Beberapa menit kemudian, Tutut mulai membuka celana dalamnya. Lalu ia mengarahkan vaginanya ke mulutku. Oh aku mengerti. Kini gantian aku yang harus menghisap bagian liang kewanitaannya. Seumur hidupku sebenarnya aku belum pernah melakukannya. Aku takut karena baunya yang tidak sedap. Ternyata perkiraanku salah. Saat kuendus baunya, ternyata vagina si Tutut terasa amat wangi. Karena baunya menyenangkan, aku pun menjulurkan lidahku ke liang kemaluannya. Lidahku berputar-putar masuk keluar di sekitar vaginanya.

Sementara itu, Gita masih terus mengulum dan mengisap penisku. Kemudian tanpa dikomando, ia pun melepaskan CD-nya dan langsung duduk di atas perutku. Dengan lembut tangan kirinya meraih penis tegakku lalu pelan-pelan dimasukkannya ke dalam liang senggamanya.
"Bless... bless... bless..!" terdengar suara kulit penisku bergesekan dengan kulit vaginanya saat ia mulai turun naik di atas tubuhku.
Aku jadi merem melek dibuatnya. Kenikmatan yang luar biasa. Ia juga terlihat terangsang berat. Tangan kanannya memegang payudara kanannya sementara matanya terpejam dan lidahnya seperti bergerak keluar masuk dan memutar. Dari mulutnya terdengar suara erangan seorang wanita yang sedang dilanda kenikmatan hebat.

Rupanya si Tutut tidak mau kalah atau tidak dapat bagian. Ia mendekati Gita yang sedang bergerak dengan asyiknya di atas perutku. Gita pun mengerti. Ia turun dari perutku dan menyerahkan penisku kepada Tutut. Dengan raut wajah terlihat senang, Tutut pun duduk di atas penisku. Yang lebih gilanya lagi, gerakannya bukan saja naik-turun atau memutar, tapi maju mundur. Wah.., aku jadi tambah terangsang nih jadinya. Dengan sengaja aku bangkit. Lalu kucium dan kuemut payudara kembarnya itu.

Dua puluh menit berlalu, tapi 'pertempuran' 2 in 1 ini belum juga akan berakhir. Setelah Tutut puas, aku segera menyuruh keduanya untuk berjongkok. Aku akan menyetubuhi mereka dengan gaya doggy style. Konon gaya inilah yang paling disukai oleh para montir wanita yang biasa bekerja di bengkel-bengkel mobil bila ngeseks. Aku mengarahkan penisku pertama-tama ke liang kenikmatan Gita dan tanpa ampun lagi penis itu masuk seluruhnya.
"Bless! Jeb! Jeb..!"
Kepala Gita terlihat naik turun seirama dengan tusukanku yang maju mundur.

Tiba-tiba saja Gita memegang bagian kepala ranjang dengan kuatnya.
"Uh..! Uh..! Uh..! Aku mau keluar, Mas..!" erangnya dengan suara tertahan.
Rupanya ia orgasme. Lalu aku pun mencabut penisku yang basah oleh cairan kemaluannya Gita dan kumasukkan ke vagina Tutut. Perlu kalian tahu, vagina Tutut ternyata lebih liat dan agak sulit ditembus dibanding punyanya Gita. Mungkin Tutut jarang ngeseks, walau aku yakin betul kedua-duanya jelas-jelas sudah tidak perawan lagi.

Begitu penisku amblas ke dalam vagina Tutut, penisku seperti disedot dan diputar. Sambil memegang pantat Tutut yang amat besar dan putih mulus, aku terus saja maju mundur menyerang lubang kenikmatan Tutut dari belakang. Hampir saja aku ejakulasi dari tadi. Untung saja aku dapat menahannya. Aku tidak mau kalah duluan. Sepuluh menit berlalu, tapi Tutut belum juga orgasme. Maka kubaringkan dia sekali lagi, dan aku akan menusuk vaginanya dengan gaya konvensional. Seperti biasa, ia berada di bawahku dan kedua kakinya menjepit punggungku. Aku dapat naik turun di atas tubuhnya dengan posisi seperti segitiga siku-siku. Matanya merem melek merasakan kedahsyatan penis ajaibku.

Permainanku diimbangi dengan usahaku untuk mengulum puting payudaranya yang besar dan kenyal. Ternyata dengan mengulum payudara itu, spaningku semakin naik. Penisku terasa semakin membesar di dalam kemaluannya Tutut. Dan tiba-tiba.., sesuatu sepertinya akan lepas dari tubuhku.
"Crot..! Crot..! Crot..!" aku mengalami ejakulasi luar dahsyatnya.
Sebanyak dua belas kali semprotan maniku berhamburan di dalam vaginanya Tutut. Aku pun lemas di atas tubuhnya.

Saat aku sudah tertidur di atas kasur empuk itu, tanpa setahuku Tutut dan Gita cepat-cepat mengenakan pakaiannya kembali dan kemudian pergi entah ke mana. Lalu kudengar langkah seorang pria berjalan masuk ke kamar itu. Ia mendekati ranjang dan membangunkanku.
"Van.., bangun, Van..!" tangannya yang kekar terasa menggoyangkan punggungku yang telanjang.
Saat aku membuka mata, ternyata Paman!
"Lho, Paman.., bukankah Paman tadi udah pulang bersama Bibi dan adik-adik..?"

Ia menjawab sambil mengganggukkan kepala, "Benar, Ivan... kedua wanita tadi adalah pegawai-pegawai Paman sebenarnya... Mereka berdua Paman suruh men'servis' kamu karena Paman dan Bibi tidak sempat memberimu hadiah ultahmu ke 28 bulan yang lalu, jadi itu hadiahnya. Dan mengenai mobil Panther itu, Paman sengaja mengotak-atik kabel mesinnya, lalu kuajarkan si Sri Hadiyanti dan Regita Cahyani itu untuk membetulkannya. Anggap aja kejutan ya, Van... tapi kamu puas kan atas pelayanan mereka berdua? Jangan kuatir.., selama kau berada di sini, Paman mempersilakan kamu mengencani mereka sampai kamu bosan. Kebetulan kan tiap hari mereka masuk kerja. He-he-he-he..."

Wah.., pengalaman tidak terlupakan nih! Memang sejak itu, selama 15 hari aku berada di Malang dalam rangka libur semesteran kuliahku di Amerika, aku sepertinya tidak bosan-bosan melayani kencan seks kedua gadis seksi itu. Setiap kali kami selesai melakukannya, Gita selalu berkata, "Mas Ivan... kami belum pernah merasakan penis yang begitu hebat dan perkasa menerobos vagina kami.., biasanya kalo tamu Pamanmu, mereka baru 1 menit udah KO! Tapi kau kuat sekali... bisa sampai dua setengah jam... minum apa sih, Mas..?"
Setiap kali ditanya begitu, aku hanya tersenyum simpul dan menjawab, "Ada deh..."
Keduanya menatap keheranan...

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Montir Cantik dan Seksi

Agustus 05, 2018 Add Comment