Cerita Dewasa Hot Mesum Panas Seks Sex Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku 2 Terbaru
![]() |
| Obsesi Ibuku yang Mencelakaiku 2 |
jelas terdengar. “nah,hisap asapnya”katnya kudengar suara mbah. Sedang dukun yang lain,aku tak mendengar suaranya. Aku kemudian mendengar mereka ke kamar mandi,sesaat suasana kembali hening,hanya terdengar gumanan seperti sedang membaca mantra2 tapi kemudian,kudengar tarikan nafas ibuku yang sesekali terdengar,bahkan terdengar suara oh,walau samar. “biar saya dulu yang member pengasihan”terdengar satu lelaki berkata. Setelah itu,sesekali kudengar bunyi kayu berdenyit,dan suara desahan ibu makin sering terdengar sampai akhirnya,satu orang berkata.”disana aja”katnya. Sesaat kemudian kudengar suara ibu mengaduh,bahkan beberapa kali”tahan ya,ilmunya mau diamsukin lagi,coba kasih asap”kata suara yang kutahu dari si mbah ke 2..setelah itu ibu sesekali mengaduh,diiringi bunyi besi yang berdenyit,kufikir mereka sudah pindah ke ranjang besi,gumanku dalam hati. “aduh mbah,aduh mbah”suara ibu makin terdengar lantang.”tahan,nanti juga gpp”bisik mbah ke 2. Rasa penasaran menghampiriku. Kudengar ibu seperti kesakitan tapi sekaligus menikmatinya. Aku kemudian berjalan pelan.lampu petromak telah dipindahkan ke depan rumah. Saat ku melihat dapur,lampu cempor menyala walau sangat redup. Perlahan aku berjalan pelan disamping kamar besar itu.sampai kemudian tepat di samping pintu. Sesaat kemudian aku menberanikan* diri mengintip ke kamar dari sela tirai kain yang tak rapat menutupi pintu. Aku kaget saat samar telihat ibuku berada diantara 2 lelaki. Mbah ke 3 berbaring dikasur,diatasnya ibu tertelungkup,dan diatas punggung* ibu sambil menghentak-hentakan pinggulnya,mbah ke2 berada. Sementara si mbah 1,bersimpuh,dengan menyodor-nyodorkan kontolnya ke muka ibu. “hayo isap,semua lubang harus ditutup”kata si mbah 1. Aku tak berani melihat lebih lama,karena badan si mbah ke 1,menghadap ke arahku.perelahan aku kembali ketempat tidurku. Lama-lama,bukan hanya suara ibu yang mendesah oh,tapi juga suara mbah-mbah itu. Entah berapa lama suara-suara itu terdengar,disela kebingungan aku terlelap.
Entah berapa lama aku terlelap,kemudian aku terjaga karena ingin buang air kecil. Aku akhirnya berjalan pelan. Tapi kemudian saat tiba didapur aku kaget,disana ada si mbah ke 2 sedang meneguk air. Dia tak berpakaian sama sekali. “mau kemana?katanya seperti kaget juga.”kencing mbah”jawabku sambil menguap.walau samar,sekilas aku melihat kontol si mbah sedang berdiri tegang,tapi aku tak berani melihatnya.. Aku menoleh ke arah tirai yang sedikit terbuka,tapi kemudian si mbah bergerak cepat merapatkanya. “ibu mu masih diisi”kata si mbah. Aku kemudian ke kamar mandi. Aku melihat bunga berserakan di sana. Keluar kamar mandi,aku melihat si mbah ke 2 masih berdiri tak jauh dari tirai,tapi sekarang bagian bawahnya telah ditutupi kain. Aku kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidurku.
Mungkin sekitar jam 7 pagi aku bangun,Susana hening. Perlahan aku berjalan ke dapur,sepi sekali. Saat melihat ke dalam dari balik tirai,kulihat seorang tertidur di bale,mataku kemudian beralih ke kasur. aku melihat ibuku masih tertidur dengan hanya mengunakan sarung yang lilitanya didadanya telah terlepas. Mbah ke 2 dan ke 3 berada disamping kanan kirinya,ke duanya bertelanjang dada. Sementara bagian bawah si mbah ke 2 hanya ditutupi sarung dan si mbah ke 3 memakai celana pangsi hitamnya yang tidak dikancingkan,hingga bulu-bulunya Nampak sekali keluar. Akhirnya aku tahu yang tidur di bale si mbah ke 1.diapun hanya mengenakan kain menutupi bagian bawahnya saja.
Aku akhirnya kembali ke kamar,melamunkan kembali kejadian semalam.baru sekitar satu jam kemudian, kudengar di kamar ada yang berbincang. Aku pura-pura tidur,sebelum akhirnya ada satu orang datang dan kutahu itu ibuku,telah berpakaian rapi walau belum mandi.
Sekitar jam 10,mbah ke 3 pamit. Ibu kemudian berbincang dengan mbah ke 1 dan ke 2. “ndo,seperti aku bilang kemarin,gmana,anakmu juga perlu loh ndo”kata mbah 1. “iya mbah,kapan”kata ibu. Setelah menyakan wedalku,yang hari jumat,ibu akhirnya setuju minggu depan aku di ruat. Aku sempat heran. Tapi saat diperjalanan pulang ibu akhirnya menceritakan semuanya. Supaya ayahku sayang dan mewariskan banyak uang,aku juga perlu di beri pengasihan.”tujuan utama kitya ke sana kan buat kamu,jadi memang kamu juga harus di doain”kata ibu. Kulihat wajah ibu Nampak beda,sangat ceria dan berseri-seri. Bahkan beberapa lelaki berusaha ada yang mengajak senyum. “ibu,ibu kok kelihatan lain?bisiku. “masa?ibu diberi pengasihan”bisik ibu didalam bis.”bu,kmarin malam,saat aku pipis,aku melihat mbah didapur tampa baju”bisiku.”sss,ingat kata2 mbah,nati bisa gagal”bisik ibu,aku menganguk. “kalau mengisi ilmu,memang gitu,tubuh kita harus bersih dari apapun”lanjut ibu berusaha member penjelasan. Aku hanya bengong,tapi memang,setelah ke dua kali datang,ibuku sangat berebeda. Kelihatan lebih cantik. Nenekupun merasakanya. Auranya seperti keluar.
Saat pulang,ibu dikejutkan dengan kabar dari nenek bahwa ayahku mencari aku. “suamimu marah2,pergi gak bilang2,mbok bilang mbak yu mu sakit”kata nenek. kami akhirnya bergegas ke rumah ayah. Ayah menyuruhku menginap,itu membuat aku dan ibu kaget.”gpp,nginap aja disini”kata istri tua ayah. Aku sebenarnya belum pernah menginap,tapi ibuku pernah.
Kejadian itu makin membuat aku,ibu dan nenek percaya akan bantuan mbah dukun tersebut. Hingga akupun sedikit antusias menerima ruatan dari mbah. Akhirnya saat yang ditentukan tiba,hari itu hari kamis dan untungnya sekolahku bebas,karena sekitar 2 minngu lagi aku mau ulangan semester pertama di smp ku. Kami tiba sore hari. Begitu samapi kulihat si mbah ke 1 dan ke 2 ada di rumah. Si mbah begitu ramah menyambutku. Ibu seperinya sudah tidak canggung. Dia langsung membuka bngkusan yang kami bawa dan menghidangkanya di meja makan, mbah-mbah itu akhirnya makan. Setelah itu kami ngobrol. “mbah,aku ingin awet muda,kasih yam bah”kata ibuku. “iya,tapi harus banyak gaul ma anak muda,bagus2 bisa ngedapetin yang sepantaran anakmu”kata si mbah. Ibuku hanya tersenyum.”pantanganya banyak yam bah”kata ibuku. “lah,ga ada”kata mbah. “yang kmarin kok ada mbah”kata ibu. “itu kan khusus,dan yang penting dilatih aja”kata mbah,aku tak mengerti pembicaraan mereka. Tapi aku kemudian bertanya.”mbah di ruatnya nanti sakit gak?kataku.”sedikit”kata mbah. “duh mbah,jangan sakit dong”kataku.”takut?kata mbah.”iya bah,”jawabku.”nanti kayak ibu aduh2an”kataku lagi.”hus,gpp sakit dikit,nanti kan yang penting hasilnya”bisik ibu,sambil tersenyum.si mbah hanya mesem2. Saat asyik ngobrol terdengar orang datang,ternyata si mbah ke 2 dan membawa satu lagi,mbah 4,akhirnya mereka memperkenalkannya. “kami memang suka saling tolong,dulu ketika cari2 ilmu,saya ketemu sama mbah ke 3,baru yang ke 2,dan yang terahir paling muda dia ”kata mbah ke 1 menunjuk mbah ke 4 dan memang paling muda walau berewokan juga.”umur kamu berapa? Tanya mbah 1.”sebulan lagi 13 ya bu”kataku,ibu menganguk. “kamu sudah mimpi basah”tiba-tiba si mbah ke 2 bertanya. Aku tak menjawab hanya senyum2. “jangan malu,gpp”kata mbah ke 1. Aku menganguk. “bagus kalau gitu”kata mbah ke 2.”sejak kapan”kata mbah ke 2. Ibuku kelihatan hany senyum.”sekitar 3 bulan yang lalu mbah”kataku. Kemudian saat aku berbincang dengan mbah ke 2,ibuku kemudian ke dapur,berbincang dengan mbah ke 3 dan ke 4.
Sekitar jam 9,lebih mbah ke 1 menyuruh ibu siap-siap. “jadi sekarang mau yang awet muda’kata mbah 1. “iya mbah,tapi sekarangkan bukan wedalku”kata ibuku. “gpp,yang penting yang pertma harus sesuai wedal,kesananya gak apa”kata mbah.”oh gitu yam bah”kata ibu.”nanti sekalian ngelanjutin dan ngetes yang kemarin.kebetulan kalau buat awet muda,dia jagonya”kata mbah menunjuk mbah ke 4. “kamu mau sekalian sekarang”kata mbah ke 1. “nanti mas,sekitar jam 11 aja”kata mbah ke 2. “mbah boleh liat gak”kataku.”nanti le,kalau saatnya.boleh”kata mbah.dia kemudian berlalu diikuti ibu. Agak lama mereka dikamar,kemudian aku melihat ibu keluar diikuti mbah ke 1. Ibuku mengenakan kain dililit didada,badanya seperti mengkilat dan rambutnya kelimis.”ibu mau apa mbah”tanyaku. “mau di mandiin,setelah tubuhnya diminyaki dan dijampe2”kata mbah. Lumayan lama mereka di kamar mandi,akhirnya ibuku keluar dengan basah kutup dan di rambutnya ada bunga2. Setelah itu aku melihat mbah ke 3 masuk wc dan keluar dengan basah kuyup,lalu mbah ke 4, dan terakhir mbah ke 1 pun mandi. Suasan didalam hening,tapi perlahan ku dengar sura desahan ibuku. “sudah jangan di dengar,kamu mau minta apa”kata mbah.”ingin ujian saya lancer aja mbah”kataku.
Lama-lam suara ibu makin nyaring,sesekali diikuti suara lelaki.”kita sekarang aja yuk”kata mbah,aku menganguk. Aku disuruh masuk kekamar,tak lam si mbah datang dengan baskom kecil.”buka baju kamu,semuanya”katanya.”semuanya mbah?tanyaku.”iya”perlahan aku melepas semua bajuku,terakhir celana dalamku. Si embah tersenyum. Dia kemudian mengelar plastic diatas kasur,lalu menimpahnya denga sprei. Aku disuruh tertelengkup. Kemudian kurasakan tubuhku dibaluri minya dan bunga-bunga. Mbah seperti mengurut dari ujung rambut samapi kaki. Setelah itu dia mengurut bantatku,bahkan seseai jarinya dia masukan pelan ke lubang duburku.saat itu kurasakan sedikit sakit sekaligus geli. Mbah kemudian menyuruhku berbalik,dia kemudian membaluri seluruh badanku dengan minya dan bunga yang sama. Dia bahkan meminyaki kontolku hingga perlahan berdiri. Si mbah tersenyum. Dia kemudian mengelap tubuhku dengan cairan wangi dari baskom. Akhirnya dia menyuruhku bnagun dan membawaku ke kamar mandi. Air dingin mulai menjalari tubuhku saat mbah menguyurku dengan air bunga.setelah itu kami kembali ke kekamar,aku sempat melirik ke kamar besar,tapi tak keliatan,hanya desahan dan kata oh yang kadang terdengar dari mulut orang2 didalamnya. Setelah mengeringkan tubuhku dengan kain,perlahan mbah membuka satu persatu pakaianya,samapi tak ber sisa sekalipun,dia kemudian menyuruhku berbaring dan meninggalkan. Kemudian dia kembali dengan rambut dan tubuh sedikit basah,dia kemudian mengeringkanya dengan kain yang aku pakai.dia kemudian berbaring disampingku dan menyuruhku memejamkan mata.aku pejamkan mataku.sesaat kurasakan bibirnya menciumi dadaku,lalu teteku dia isap. Tak lama kurasakan jarinya mulai masuk diantara selangkangaku dan kursakan dia membalurkan cairan kental di duburku,setelah itu jarinya dia tekan-tekan dan berusaha masuk,aku mengeliat,menahan sedikit sakit,tapi lama-lam jari itu masuk maju mundur. Kemudian dia membalikan badanku hingga tertelungkup dia menganjal bantal tepat di kontolku.perlahan kurasakan duburku dia jilati dan kembali jarinya dia berusaha masukan.setelah itu kurasakan benda tumpul hendak memaksa masuk.”mbah,sakit”kataku. Sesaat si mbah menghentikanya dan dia kemudian beranjak pergi,dia kemudia kembali dan menyruhku duduk, kamu hisap asapnya. Kata si mbah sambil menaburkan sepertri baku di dupa. Aku merasa sesak,dan akhirnya batuk2 saat asap ku hisap. Setelah beberapa kali,kurasakan agak pening,tapi kurasakan fikiranku tenag juga. Aku juga melihat kontol mbah yang sudah berdiri,percis dihadapanku. Setelah menyuruhku kembali tengkurap,mbah pergi lagi,dan kemudian kembali.kembali dia menciumi duburku dan meminyakinya,setelah jarinya masuk,sesaat benda tumpul kembali berusaha masuk. Sakit masid sedikit kurasa,tapi aku tahan,namun saat benda itu makin dalam,rasa mual menjalar perutku.”mbah,sakit”bisiku.”tahan,mbah lagi masukin ilmu”bisiknya sambil menciumi pipiku.aku terus merintih,saat benda itu mulai maju mundur di pantatku. Lama sekali mbah melakukan itu,sampai akhirnya dia mendekap tubuhku erat,erangan keluar dari mulutnya berbarengan dengan keluarnya cairan hangat di pantatku. Perlahan benda itu keluar dari pantatku. Mbah mengelap pantatku. Dia menyuruhku berbaring sambil menutupi tubuhku denagn kain.dia memeluku dari samping. Kira-kira setenagh jam,mataku teras berat tapi tak begitu ngantuk,kemudian si mbah pergi kekamar sebelah. Tak lama si mbah kembali,kulihat kontolnya mengacung. Si mbah kembali meminyaki pantatku. Tapi kali ini aku terlentang dan pantatku dia ganjal. Setelah jarinya keluar masuk,mbah mendekatkan kontolnya dan kemudian perlahan dia benamkan kontolnya. Saat itu kakiku dia buka lebar2.”aduh mbah”hanya itu yang keluar dari mulutku saat kontol mbah makin dalam dan akhirnya perlahan maju mundur di pantatku. Rasa sakit bercampur geli,kurasakan apalagi saat perlahan tangan mbah memijat-mijat kontolku. aku mengeliat-geliat. Kurasakan kontolku makin mengeras,dan nafasku makin tak menentu,saat itu kurasakan si mbah mencabut kontolnya dan kemudian dia menghisap kontolku dalam-dalam,aku tak kuasa menahan rasa nikmat yang datang tiba-tiba,samapi akhirnya,kontolku mengeluarkan cairan yang begitu melegakan sekaligus member kenikmatan luar biasa. Kulihat si mbah menghisap dala-dalam,dan menelan seluruh cairan kontolku,setelah itu dia kembali menggenjotku,sampai akhirnya dia mencabut kontolnya. Kemudian setelah dia lap dengan kain basah. Dia menyruhku membuka mulut dan akhirnya memasukan kontolnya di mulutku, kemudian menaju mundurkan.saat itu aku baru sadar kontolnya lumayan besar dan membuatku ingin muntah. Tapi kemudian mbah mengejang”kamu harus minum airnya”kata si mbah,dan akhirnya kurasakan cairan kental asin dimulutku,sebagian bahkan langsung masuk tenggorakanku,aku akhirnya menelanya walau rasanya aneh. Setelah itu mbah melakukan ritual,membasa sesuatu,dan terakhir memandikanku. Aku akhirnya di suruh tidur. Dan akupun terlelap.
Saat bangun,hany tinggal ibu,mbah ke 2 dan ke 1 yang ada,mbah yang lain sudah pulang. Kulihat ibu menyiapkan makan,untuku,setelah itu dia bahkan membereskan kamarku dan mencuci sprei2nya. Wajanya kelihatan berseri. Aku sendiri tak menyangka,di kunjunganku yang ke 3,aku akan mengalami ritual macam itu.”burungmu bisa dibikin lebih besar lo le”kata si mbah 2.ibu hany senyum.”masa mbah”kataku.”iya,apalgi kamu masih nubuh,lebih gampang”kata mbah lagi,aku hany senyum. Saat akan pulang,mbah 1 mengingatkan ibuku. “ya kalau mau bagus,harus dapat yang muda2:katnya. Ibuku tersenyum.
*Entah,ibuku jadi ketagihan datang ke tempat si mbah,bahkan meski ayah sakitnya makin parah,ibu bukan menunguinya,bahkan mengajaku kembali menemui si mbah sesegera mungkin. Bahkan baru selesai ulangan hari jumat,dia langsung membawaku pergi menemui si mbah. “kita kan sudah bilang bu,kalau gak jumat ini,jumat depan,sudah jumat depan aja bu”kataku. Tapi akhirnya aku menyerah,memang kurasakan juga hasilnya. Kurasa ujianku keliatan mudah. Dan ayah walau sakit,tetap ingat denga uang sekolahku.
Tapi aku tak menyangka,kunjungan kali ini,merupakan kunjungan yang membuatku makin terperosok ke dalam kenikmatan semu dunia. Bahkan aku terjerumus ke hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Selepas magrib,kamu baru tiba. 4 orang dukun itu sudah menunggu kami. “kirain hari ini gak datang lagi,minggu kemarin kami juga menunggu”kata mbah ke 4.
Waktu belum jam 8,tapi mereka sepakat melakukanya. Aku masuk ke kamr depan,setelah digosok,aku kemudian ke karma mandi,saat keluar,ibu dan mbah ke 1 keluar dari kamar. Ibu tersnyum padaku.dia kemudian masuk ke kamar mandi.saat masuk kamar,kembali mbah 2 menciumi dan menjilatiku,samapi akhirnyamperlahan kembali kurasakan kontolnya mulai menembus lubang duburku,walau sedikit sakit,tapi kali ini,aku bisa menghadapinya,bahakn lama-lama kursakan kenikmatan saat kontolnya maju mundur,samapi kemudian mbah mengerang dan mengeluarkan cairan hangat di duburku.”udag gak sakit kan”bisiknya,aku mengangguk. Dia memeluku. Tak lam aku berkata”mbah,boleh liat ke sebelah gak?bisiku. “ya dah,tapi harus dirahasiakan,kalu gak,kamu akan dapat bencana”katnya,aku mengangguk. Kmaipun tmapa pakaian melangkah. Jantungku berdegup kencang. Aku kaget melihat pemandangan yang kali ini jelas terlihat walau cempor kamar tak begitu terang menyalanya. Saat perlahan,aku melongokan muka ke tirai yang telah setengah terbuka.diranjang besi itu.Mbah ke 3 tengah memaju mundurkan kontolnya di momok ibu.sementara mbah ke 1 dan ke 4 berjongkok dikanak kiri kepala ibu,menyodorkan kontolnya.kontol itu ibu pegang sambil bergantian dia masukan ke mulutnya. Ibu tak menyadari kehadiran kami,tapi mbah 1 yang menghadap pintu melihat kami dan hanya tersenyum. Sesekali ibu cekikikan seperti tidak sadrakan diri. “ibumu lagi diisi. Itu semua demi kamu,ingat”bisik mbah 2 sambil meraba raba dadaku,perlahan kurasakan kontolnya mengeras di punggungku,sambil sesekali dia tekan-tekan di belahan pantatku.”liat kontol mbah,gede kan”katnya. Aku melihat ke kontol mbah ke 1,aku sempat kaget,ukuranya mungkin sama percis pergelangan tanganku.”kamu mau gak kayak gitu”bisik mbah 2.aku hany diam.tak lam kulihat mbah ke 3 mengejang,lalu mbah ke 1 mengantikanya,saat kontol mbah masuk,ibu mengerang hebat.”aduh mbah,enak,yang dalam”katnya. Mbah ke 3 melirik kearh kami.dia kemudian tampa malu mendekati kami,dan hany senyum lalu ke dapur mengambil air. Kemudian mbah ke 1 memeluk ibu dan membuatnya menyamping,membelakangi kami,sesaat mbah ke 4 berbaring di belakang ibu,dan perlahan memasukan kontolnya ke pantat ibu.ibu kemudian mengeliat,sambil teriak ahh,tak lama* mbah ke 4 pun memaju mundurkan pinggulnya di pantat ibu. Tapi kemudian mbah ke 2 melepaskan *pelukanya di dadku,dia menghampiri ranjang itu, “kamu isi anaknya aja”kata mbah 2. Mbah 4 kemdian bangkit,dia melihat kearahku,lalu menghampiriku dan membawaku kekamar depan. Tampa kata dia langsung menelungkukanku dan memasangkan kontolnya di pantatku. Samar2 kudengar ibu mengaduh. Saat itu,aku pejamkan mataku dan menikmati kontol mbah ke 4 yang lebih besar dibanding mbah ke 2. Sesaat kemudian,mbah membalikan badanku,dan kemudian melebarkan pahaku,lalu kembali dia masukan kontolnya ke dubur.tak lama tanganya mulai mengocol kontolku,dan kurasakan nikmat luar biasa sampai akhirnya sperma mengucur deras dari ujung kontolku. setelah itu,mbah pun mengejang dan memuncratkan spermanya di pantatku.

EmoticonEmoticon