Room Service

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Room Service

Linda baru saja , menyelesaikan studinya di salah satu , universitas pariwisata . Linda kini kerja praktek . Sesuai dengan yang di pelajari selama ini , Linda memilih kerja di sebuah hotel bungalow di daerah jawa barat , di kota yang terkenal dengan sebutan Paris van Javanya itu .

Bungalow yang terletak di kaki gunung itu memang menjadi pilihan Linda . Linda menjadi room servis di bungalow tersebut . Memang bukan jabatan yang bisa di banggakan , tapi dia tak bisa terlalu memilih , toh hanya kerja praktek sementara .
Room Service
Room Service
Usianya belum genap 22 tahun , Linda masih muda dan cantik . Tubuhnya langsing , dengan buah dada yang tak terlalu besar . Kulitnya putih mulus dengan rambut yang sebahu , kadang di ikat jadi satu membentuk ekor kuda , kadang di biarkan terurai dengan bando di kepalanya . Linda sepintas terlihat mirip ABG berusia 17 tahunan .

Linda selama ini dikenal temannya sebagai gadis yang kuper dan pemalu , jarang sekali mau ikut temannya , bepergian . Dia lebih senang berdiam diri dirumah . Pernah sekali Linda punya pacar sewaktu kelas tiga SMU , tapi kisah kasih itu hanya seumur jagung . Dari masuk kuliah hingga tiga tahun ke depan , Linda terus sendiri .

Tapi jauh dalam lubuk hatinya Linda sebenarnya mengharapkan punya seorang kekasih . Linda juga sering berfantasi soal sex yang agak liar . Tapi tak pernah di ungkapkannya . Entah mungkin terpengaruh oleh film film biru yang kadang di tontonnya .
Kalau fantasinya berlangsung dia menjadi birahi , maka dia akan melakukan masturbasi untuk memuaskan dirinya sendiri .

Hari itu , kira kira jam 7.00 malam , saat Linda berjalan menuju dapur di hotel itu , Linda melewati beberapa rumah bungalow sewaan itu . Dia menghentikan langkahnya , ketika kupingnya yang indah itu menangkap suara suara manja dari seorang gadis . Linda mencari sumber suara itu , dan dia menemukan sebuah bungalow dengan jendela yang tak tertutup rapat .

Dari celah jendela itu Linda melihat sepasang manusia berlainan jenis sedang melakukan foreplay . Mereka melakukan oral sex dengan gaya 69 . Wajah si gadis cantik menghadap jendela itu , dengan mulutnya asik mengulum penis besar milik seorang pria setengah baya yang tidur terlentang di atas ranjang itu .

Linda melihat adegan itu dengan hati berdegup , ini pertama kali dia melihat adegan itu secara langsung . Walau sering melihat adegan seperti itu di film biru , tapi sekarang adegan langsung itu membuat kakinya bergetar . Adegan itu terus berlangsung di mana si gadis itu tampaknya agresif sekali melumat penis pria itu . Kepalanya naik turun , membuat penis itu semakin tegang keluar masuk mulut gadis itu .

Birahi Linda pun naik dan terasa vaginanya menjadi lembab. Linda menghentikan intipannya . Kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan , Dia pun kawatir , ada orang lain yang melihatnya .

Linda memutuskan meninggalkan tempat itu . Tapi kemudian , suara desahan desahan gadis itu membuat dia membatalkan niatnya . Kembali kepalanya menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekelilingnya aman .

Linda pun kembali mengintip dari celah jendela itu . Dan kini Linda di suguhkan adegan utamanya . Saat tubuh wanita itu berada di atas tubuh pria itu . Dan penis besar pria itu terlihat jelas berada di vagina gadis itu , keluar masuk . Gadis itu terus mendesah desah kenikmatan . Linda pun semakin terangsang .

Linda tidak dapat sepenuhnya menikmati adegan langsung itu , sebentar sebentar dia menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekeliling aman . Tapi walau begitu Linda terangsang sekali . Menit demi menit berlalu sampai akhirnya , tubuh pria itu mengejang menikmati sex mereka .

Linda segera berlalu dari tempat itu , dia ke dapur sesuai rencana semula . Dia menemui seorang teman nya . Yang sama sama praktek kerja di sana . “ eh , Lin , eloe udah ganti shif yah ..” tanya Susan temannya itu . “ iyah , eloe ..” tanya Linda . “ bentar lagi deh , tanggung .. “ kata Susan yang masih di dapur mendapat tugas membersihkan piring .
“ eh.. yah udah kunci kamar mana ..gua mau mandi dulu ..” kata Linda .

Setelah mendapatkan kunci kamarnya dari Susan , Linda pun ke kamarnya . Susan teman sekamar Linda di temat kerja prakteknya itu . Mereka di beri tempat sebuah rumah di belakang bungalow itu . Rumah yang cukup besar dengan lima kamar . Setiap kamar di isi oleh dua mahasiswa .

Linda masuk ke rumah itu , beberapa rekannya menyapanya . “ Lin .. cepe yah ..” kata seorang temannya . “ yah lumayan lah .. “ jawab Linda . “ eloe gantian sama siapa , shif siapa sekarang ..” tanya temannya lagi . “ oh si Jeni ..” jawabnya sambil memutar anak kunci pintu kamarnya . Setelah pintu terbuka Linda masuk ke kamarnya . “ eh gua mau mandi dulu yah..” katanya lalu menutup pintu kamarnya .

Linda bediri di hadapan cermin di depan kamarnya . Dia melepas bajunya . Baju seragam hotel itu , kemeja putih , dan rok hitam . Lalu branya yang pink terlepas , buah dadanya yang yang hanya sekepalan pria dewasa itu tampak menawan dengan lingkar agak kemerahan , serta putting yang kecil . Putting itu tampak menonjol sedikit karena desakan birahi Linda .

Tangannya perlahan meraba sendiri buah dadanya , matanya terpejam saat jarinya meraba putting susunya sendiri . Rasa nikmat segera dirasakannya .

Tangan yang sebelahnya pun menyusup masuk ke balik celana dalam yang berwarna senada dengan branya . Sambil mengatup bibirnya rapat , jarinya merabai vaginanya sendiri .

Sesaat kemudian Linda berbaring di atas ranjangnya , lalu perlahan melepas celana dalam pinknya . Kakinya pun membuka lebar . Vaginanya yang basah , bukit vaginanya , dengan bulu bulu halus , terlihat merangsang untuk di nikmati . Jarinya segera merabai bibir kemaluannya yang rapat itu .

Jari Linda bergerak ke atas dan kebawah . semakin lama gerakkan jarinya kian cepat . Pikirannya melayang berfantasi , dirinya sedang bercumbu hebat dengan seorang cowok . Semua itu membuat Linda semakin birahi , vaginanya tampak semakin basah sekali ..

Pantat gadis itu tiba tiba terangkat , dia menahan sebentar lalu terlihat tubuhnya bergetar beberapa kali , kemudian pantat sexynya terhempas kembali ke ranjangnya .

Linda hari itu tampak seperti biasa , mendorong troly membawakan makan atau minuman kepada tamu yang menginap di bungalow tersebut . Merapikan kamar bungalow , jika tamu sudah chek out dan lainnya .Selebihnya dia hanya menunggu perintah dari atasannya . Sampai jam kerjanya berakhir.

Malam itu setelah tugasnya selesai dan temannya sudah mengambil shiftnya . Linda berniat kembali ke kamarnya . Dia pun melewati bungalow yang kemarin dia mengintip .
Tamu yang menginap itu baru akan chek out esok hari .

Saat Linda melintas , jendala kamar itu malah terbuka lebar membiarkan semilir angin gunung menyejukkan kamar itu . Linda terus saja lewat dan menoleh ke arah jendela itu . Pria setengah baya itu menatapnya . Linda pun agak grogi lalu menyapa dengan sopan “ maaf , pak ..selamat malam..”

“ malam…. “ jawab pria itu sambil duduk di sofa dengan gadis muda duduk di sebelahnya yang memakai lingeri putih itu . Linda segera berlalu . “ ah .. dia pasti habis main .. atau belum mulai yah ..” demikian katanya dalam hati . “ wah ..gua udah gila nih ..koq jadi mau ngintip aja sih …” ujarnya dalam hati .

Jam 8.30 malam , setelah Linda selesai mandi dia keluar dari kamarnya . Kebenaran malam itu teman sekamarnya mendapat shitf malam , menggantikan temannya yang lain , yang sedang tidak enak badan .

Kakinya melangkah menuju bungalow yang di sewa pria setengah baya dengan seorang gadis muda itu . Jendela kamar itu sekarang tertutup . Tapi tidak terlalu rapat . Jantungnya kembali berdegup , saat dia mendengar suara erangan pelan gadis itu .
Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan , setelah yakin semua aman dia mendekatkan kepalanya , matanya membuka lebar mengintip dari celah jendela itu .

Kembali Linda menonton adegan sex live show . Kali ini , pria itu tengah menindih gadis muda itu dengan penis yang bergerak cepat di dalam vagina gadis muda itu . Udara sejuk di sana menjadi panas untuk Linda , birahinya terbakar , Linda menjadi sangat hot . Yakin hari sudah malam dan keadaan sepi , Linda menjadi leluasa menonton tayangan itu.

Tanpa di rasanya , sepasang mata sedang mengamatinya . Linda masih terlihat asik dengan tontonannya , sampai suara pria itu melenguh panjang menikmati orgasmenya .
Tontonan selesai . Linda membalikkan badannya dan dia terkejut melihat seorang cowok yang muda sedang berada di depannya sekarang.

“ eh eh .. selamat malam pak ..” katanya terbata . Lalu Linda segera berjalan dengan kepala tertunduk . Cowok itu pun mengikutinya . Setelah agak menjauh dari bungalaw tersebut , cowok itu memanggilnya . “ eh maaf .. bisa minta tolong , saya minta air putih ..” .

Linda menghentikkan langkahnya , “ maaf pak , shif saya telah selesai , coba bapak telp ke room servis aja ..” . “ yah , tapi saya telp , gak di angkat ..tolonglah .. “ katanya sambil tersenyum . Linda pun mengangguk , “ baik.. bapak di nomer berapa ? “ . Pria itu menunjuk bungalow nya yang terletak tak jauh dari bungalow tempat Linda mengintip .

Linda pun berdiri di depan pintu bunglow dengan membawa baki dan setermos air . Linda mengetuk pintu bungalow itu . Dan Pintu itu terbuka . Linda masuk dan meletakkan baki dengan setermos air itu di atas meja . “ silahkan pak “. kata Linda .
“ terima kasih ..” jawab pria muda itu . Linda pun melangkahkan kaki hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ eh omong omong kamu suka mengintip yah ..” kata pria itu tiba tiba . “ eh .. ah ..ma maksud bapak , apa ..” tanya Linda dengan grogi . “ loh yang tadi itu ..memang kamu lagi ngapain , mengintip dari jendela khan ..” kata pria itu lagi . “ eh anu pak , tadi saya dengar suara , lalu saya lihat , kalau kalau ada sesuatu yang terjadi di kamar itu ..” jawab Linda .

Pria muda tersenyum ,” koq lama lihatnya , memang apa yang terjadi di dalam sana ..”. Linda hanya diam , menatap pria itu . “ gak apa apa koq , saya cuma kesal , itu jatah saya , seharusnya saya yang ngintip..” kata pria itu dengan senyumnya yang menawan .

Linda di buatnya binggung dengan perkataannya.

“ omong omong kamu suka juga ngintip yah ..” tanya cowok itu lagi . “ eh ..enggak koq sungguh tadi saya tidak sengaja “ . jawab Linda .
Cowok itu tersenyum lagi , “ nama saya Herbert , boleh tahu nama kamu siapa ?..” Linda menatap pria itu , dalam hati Linda bertanya tanya , apa maunya pria ini . Linda pun menjawab “ saya Linda..”

“ Oh , Linda nama yang cantik , sesuai dengan orangnya ..” kata pria itu . “ selamat malam , pak ..” kata Linda lalu membalikkan badan hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ Linda , tadi kamu bilang shift kamu sudah selesai , jadi apa salahnya kita berbicara , soal hobby kita , kebetulan saya sendiri di sini..” kata Herbert . Maksud bapak ..” kata Linda , dan menahan langkahnya .

“ yah soal hobby ngintip kamu , kita bisa bertukar pengalamankan ..” kata Herbert . “ saya sudah bilang tadi , saya tidak punya hobby ngintip , tadi saya gak sengaja pak..” kata Linda. “ oh , sengaja atau tidak , tapi kan setidaknya kamu bisa cerita , apa rasanya ..” kata Herbert lagi . “ saya tidak mengerti maksud bapak ., selamat malam pak “ kata Linda lalu berjalan ke arah pintu .

“ Linda , tolonglah , saya benar benar butuh seseorang untuk di ajak bicara , saya sedang binggung nih , bantu saya tolong lah please ..” kata Herbert dengan suara merendah , dan mengiba.

Kembali langkah Linda terhenti , Linda menatap wajah Herbert . “ serius saya sedang ada problem dengan pacar saya , dia berselingkuh , membuat saya sakit hati .. “ kata Herbert lagi , lalu dia duduk di sofa , sambil kedua tangannya memegang kepalanya .

Linda menjadi sedikit simpati , lalu berjalan mendekat , “ apa yang bisa saya bantu ..” .
“ bantu saya , beri saya pendapat kamu , kasih saya jalan keluar. Tolong saya tak bisa berpikir..” jawab pria itu . Linda tertegun . “ tapi ini masalah pribadi bapak , saya tak bisa ikut campur..” .

“ saya tidak minta kamu ikut campur , tapi beri saya nasehat , langkah apa yang harus saya ambil ..” kata pria itu lagi . “ baik pak ...coba saya bantu ..” kata Linda . “ Begini ceritanya Lin , eh lebih baik kamu duduk dulu deh ..” pinta pria itu .

Linda pun duduk di sofa itu , dan pria itu berkisah . Tentunya dia berkisah palsu . Herbert bukan seorang cowok yang baik . Dia suka memainkan wanita wanita . Itu sebabnya dia menyewa bungalow tersebut , tujuannya hendak mencari cewek di tempat clubbing , lalu membawanya ke bungalow itu , nanti malam .

Tapi dia bertemu Linda yang tadi di pergokinya sedang mengintip . Ini kesempatan buat Herbert . Dia pun mencoba merayu Linda , dengan segala tipu dayanya .

Herbert pun bercerita tentang pacarnya dan Herbert juga tentang bagaimana dia dan pacarnya melakukan hubungan sex . Yang tentu saja membuat Linda tersipu tapi juga terangsang .

Setelah Herbert selesai dengan dongengnya dan Linda mendengarnya dengan seksama , lalu Herbert bertanya “ bagaimana menurut pendapat kamu Lin , apa saya pantas menerimanya kembali ? “ . Linda terdiam .. sepertinya Linda serius berpikir .

Saat itu Herbert berdiri , dia membuka kulkas , “ Linda , mau minum apa .. “ tanyanya . “ eh gak usah pak ..gak apa apa..” jawab Linda . Herbert lalu menuangkan minuman ringan dan tanpa sepengetahuan Linda , Herbert memasukkan obat perangsang di minuman ringan itu . Lalu menyajikannya pada Linda . “ ayo , di minum , terus pikirkan , bantu saya ..tolong..” katanya .

“ gah usah pak , enggak enak ..saya pelayan di hotel ini ..” kata Linda . “ loh , apanya pelayan , saya anggap kamu teman baik saya dan saya berharap kamu juga bisa menganggap saya teman kamu .. dan jangan panggil pak , panggil Herbert .. please..” katanya lagi dengan nada merayu ..

Linda mengangguk dan tersenyum , penampilan Herbert yang modis dan wajahnya yang ganteng serta kata katanya yang merayu tentu membuat Linda terbuai .

“ minum dulu Lin ..” kata Herbert . “ ma kasih pak ..eh Herbert..” kata Linda tersenyum .
Dan minuman ringan yang tercampur obat perangsang tanpa rasa itu , segera mengalir masuk ke tenggorokkannya , lalu beredar dalam tubuhnya . Obat perangsang itu akan segera di serap oleh tubuh gadis cantik itu dan mempengaruhi system syaraf di otaknya .

“ Linda gimana , apa pendapat kamu ..” tanya Herbert . “ eh gimana yah , kalau kamu memang mencintainya , gak ada salahnya koq menerimanya kembali ..” jawab Linda.
“ ha .. tapi ..dia pernah selingkuh , sampai begituan loh ..aku gak bisa terima ..deh kayaknya ..” kata Herbert lagi . “ eh ..yah udah ..kalau kamu memang gak bisa . yah tinggalkan aja “ kata Linda lagi .

Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi . Linda tampak gelisah . Dia duduk dengan tidak nyaman . “ itu saya juga sudah pikirkan , tapi saya benci sendiri , kecuali kalau kalau….” . Kata Herbert terputus , membuat Linda penasaran . “ kalau apa ..” .
“ kalau kamu mau menjadi pacar saya..” kata Herbert .

“ ha… gak bisa …ah..” kata Linda . Linda merasakan ada gejolak yang hebat di dalam tubuhnya . Semua kata kata Herbert membuat hatinya berbunga . “ Linda kamu sudah punya pacar …” tanya Herbert . Linda menggeleng . “ nah kebetulan dong.... jadi pacar saya yah ..please ..” rayu Herbert .

Linda semakin tak bisa berpikir Jernih , di tambah rayuan rayuan Herbert yang terus di lontarkannya . “ Linda kamu cantik sekali , …” . Linda hanya tersipu , lalu Herbert berkata lagi “ Linda boleh saya mencium kamu ..”
Dorongan obat perangsang itu begitu kuat membuat syaraf syaraf di otak Linda tak bisa bekerja sempurna . Libidonya meningkat , tak terkontrol . Linda mengangguk , sambil memejamkan matanya . Tanpa membuang waktu Herbert mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya mendesak masuk lidahnya ke dalam mulut Linda , menggelitik langit langit mulutnya .

Detak jantung Linda meningkat tajam , Herbert yang berpengalaman itu tahu Linda sudah mulai terangsang. Herbert mulai merabai dadanya yang masih tertutup t-shirt putihnya itu , Linda merintih. ” jangan Bert.. malu ..” . Herbert menjilati lehernya , ”sayang , saya suka sama kamu , jangan kawatir tenang aja , nikmati ..” . Linda benar benar tak kuasa menolak semua itu , dia hanya pasrah menikmati permainan Herbert.

Kembali Herbert menciumi bibir Linda lagi . Linda pun membalasnya dengan penuh nafsu . Dengan cepat Herbert melepas t-shirt putih yang di kenakan Linda . Linda sama sekali tak bisa menolak . Dadanya telah terbuka ,dia memakai bra putih . Tangan Herbert dengan cekatan melepas bra putih . Kini matanya bebas menatap buah dada , milik Linda itu.

Buah dada yang terbuka itu tak luput dari sentuhannya . Tubuh Linda gemetar , baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria . Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Herbert . Linda mendesah “ ahh.. .. ehhh ….ahhh Bert ohh … “ erang Linda.

Lidah Herbert pun menjulur , menjilat putting susu Linda yang tampak menonjol keluar . Linda sudah sepenuhnya di kuasai birahi . Herbert dengan bernafsu melumat , menyedot buah dada Linda . Membuat Linda semakin birahi . Suara erangan nikmat Linda terdengar , menambah gairah Herbert .

Tangan Herbert pun mencari resleting rok hitam Linda dan membuka resleting itu . Herbert pun melepas roknya , pangkal pahanya masih terbalut celana dalam putih . Tangan Herbert dengan lembut meraba raba paha putih mulus Linda, Linda yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang itu seakan tak lagi berkuasa atas tubuh nya .

Perlahan kedua tangan Herbert mengelus elus paha putih Linda , Sambil sedikit demi sedikit merenggangkan kedua kakinya , Herbert dapat jelas melihat bercak basah , cairan nikmat yang merembes dari vagina Linda membasahi selangkangan celana dalam putihnya . “ sayang , saya cinta kamu , saya akan membahagiakan kamu .. ..” ujar Herbert di telinga Linda, lalu menjilati daun telinga Linda sehingga membuatnya terangsang geli .

Satu sentuhan lembut , jari Herbert tepat di selangkangan celana dalam putih milik Linda. Membuat suara erangan birahi keluar dari mulut Linda. “ AAhh …… “ . Lidah Herbert terus aktif menyapu putting susu Linda, buah dadanya tampak mengeras karena
nafsu . Di sertai getaran getaran jari Herbert di atas selangkangan celana dalamnya , membuat tubuh Linda bergejolak .

Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat membuat Linda tak bisa bertahan lama dengan birahinya.. “ ohh .. ahhh .. sudah Herbert aku gak tahan lagi .. ..” erang Linda ketika jari Herbert bergerak semakin cepat di selangkangan celana dalamnya . Herbert tidak berhenti , jari itu bergetar semakin liar , Putting susunya juga di jilat cepat . Tubuh Linda mengejang , Linda menjerit menikmati orgasmenya

Rasa nikmat yang berbeda dan baru pertama kali di rasakannya . Nafasnya masih memburu di sertai degup jantungnya yang berdetak cepat . Herbert pun menciumi bibir indah Linda “ sayang , kamu merasa nikmat ..” tanyanya . Herbert pun mendiamkan gadis itu , sebentar , sambil terus menciumi bibirnya dengan mesra.

Kemudian tangan Herbert perlahan melepas celana dalam putih Linda yang telah basah itu . “ Bert ..jangan ..saya malu …” kata Linda, dengan tangannya berusaha menghentikan tangan Herbert . Tapi usaha itu sia sia , tangan Linda sepertinya kehilangan tenaga . Tangan Herbert tak bisa di hentikan , sampai celana dalam Linda lepas dari tubuhnya.

Herbert melihat bukit kemaluan Linda dengan bulu bulu tipis yang sangat merangsang itu . Dengan dua jarinya , bibir vaginanya di kuak lebar oleh Herbert . Linda mengerang . Mata Herbert menatap vagina Linda , dengan liangnya yang rapat serta basah . Klitorisnya tampak memerah dan membesar . Lidah Herbert menjulur menjilati klitorisnya . Lagi lagi Linda mengerang nikmat .

Rasa rasa nikmat yang belum pernah di rasakannya . Saat klitorisnya bersentuhan dengan lidah seorang pria . Rasa yang selama ini cuma ada dalam fantasi liarnya sekarang tengah di rasakan dengan sesungguhnya.

Jilatan lidah Herbert di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Linda . Sebentar saja Gadis itu telah kembali birahi . Linda terus mengerang kenikmatan . Lendir vagina Linda mengalir terus .Rasa nikmat dan gatal mendera klitorisnya yang tegang terangsang .

Dan tubuhnya kembali menegang . “ ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya . Lidah Herbert terus bergerak menyapu klitoris dan membawa Linda kembali mengejang kerena orgasme . Tubuh Linda pun kembali lemas .

Setelah beberapa saat , Herbert membawa tubuh bugil Linda dan membaringkannya di ranjang itu . Linda berjalan agak gontai dan sempoyongan , tubuhnya terasa lemas dan tenaganya seperti hilang .

Sekarang Linda telah berbaring di ranjang itu . Herbert pun mulai membuka pakaiannya sendiri . Penisnya yang tegang itu sudah siap untuk memasuki tubuh linda . Herbert menghampiri Linda . Sambil mengangkat kepala Linda , Herbert meminta Linda mengoral penisnya . “ ah ..jangan ..saya gak bisa ..” kata Linda .

“ ayo coba saja .. jilat dulu saja ..” pinta Herbert . Perlahan tangan Linda menyentuh daging bulat panjang itu . Baru kali ini dia memegang penis seorang pria . Tangan Linda yang lembut terasa nikmat bagi penis Herbert .

“ ayo , sayang , jilatin dong ..” rayu Herbert . Linda sedikit ragu untuk melakukan hal itu . Tapi Herbert terus mendesaknya . Lidah Linda pun menjulur dan menjilati ujung penisnya . Tapi Linda tak mau mengulum penis itu . Herbert mendorong penisnya hingga ke mulut Linda . Tapi Linda mengatup mulutnya rapat .

“ ayo dong ..sayang , kulum ..dong..” pinta Herbert . Linda pun perlahan membuka mulutnya . Penis itu segera melucur masuk ke dalam mulutnya .. “ ufff …ughh …. “ suara Linda tertahan penis itu . Herbert menggerakkan penisnya dalam mulut Linda .
Tapi Herbert tak begitu menikmati oral sex dari Linda , Linda tak berpengalaman sama sekali .

Herbert memutuskan untuk segera mencicipi tubuh gadis cantik itu . Herbert semakin mendekat tubuh Linda , Herbert menatap penuh nafsu wajah cantik Linda . Dia membuka lebar kedua kaki Linda dan menahannya .Kepala penisnya sudah menempel tepat di bibir vaginanya .

Linda memejamkan matanya dan dia bersuara lemah “ saya masih perawan .. saya takut Herbert… “ ibanya . Herbert tercengang mendengar kata Linda . “ apa betul dia masih perawan ..” pikirnya dalam hati . “ Linda sayang ..tenang saja ..saya akan pelan pelan koq ..” kata Herbert .

Penis Herbert perlahan mendesakkan penisnya masuk lebih dalam , membuka belahan vagina Linda . Linda meringis , Penis itu pun bergerak masuk lebih dalam . “ ahhh .. sakit.. stop sakit Bert .. ..” erang Linda .

Herbert pun benar benar menikmati jepitan erat vagina Linda . Dia mulai menggoyang , menarik keluar batang penisnya dan mendorong masuk kembali dengan pelan dan lembut . Linda mengerang setiap kali penis Herbert menusuk liang vaginanya .

Setelah beberapa kali penisnya keluar masuk , Herbert menarik habis batang penisnya keluar dari liang vagina Linda . Dan dia melihat ada bercak merah di sprei kasur . “ gila ..nih cewek benar benar perawan ..” katanya dalam hati .

“ aghh … sakit ..udah ..stop …” erang Linda ketika Herbert kembali memasukan batang penisnya ke vagina Linda . Herbert benar benar menikmati jepitan erat otot otot vagina perawan itu . Gerakan penisnya lambat , walau begitu Linda tak sepenuhnya menikmati . Tapi itu tak lama , semakin Herbert mendekati puncak birahinya , semakin cepat pula penisnya bergerak dalam liang vagina Linda yang perawan itu .

Gerakkan Herbert pun makin lama semakin liar . Penisnya terus bergerak keluar masuk , membuat Linda mengerang ke sakitan . Herbert tak peduli lagi ., yang di rasakan hanya nikmat tubuh Linda .
Penisnya terus bergerak keluar masuk . Gerakkan Herbert semakin cepat , menghentak hentak keras dan tiba tiba Herbert menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Linda .

Saat itu Linda merasakan cairaan hangat sperma Herbert telah memenuhi vaginanya . Perlahan Herbert mencabut batang penisnya dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Linda beserta darah perawannya .

Linda merasakan seluruh tubuhnya lemas . Juga ada rasa nyeri di vaginanya . Herbert membelai kepala Linda dan mencium bibirnya . Tak lama Linda tertidur pulas .

Bunyi bip yang terus menerus dari jam tangan digitalnya membangunkan tidurnya .
Jam 5.30 , yah ini memang saatnya untuk bangun dan mempersiapkan diri untuk kerja .
Tapi pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya , tubuh Linda tertidur tanpa busana dan dia masih merasa nyeri di vaginanya .

Linda pun bangun dari ranjang itu , dia mencari pakaianya yang berantakan tergeletak di sofa . Dia memakainya , matanya berkeliling mencari Herbert , tapi dia tak menemukannya .

Linda duduk di sofa itu , termenung tentang kejadian semalam . Linda ingat semuanya , dia sadar telah melakukan hubungan intim dengan seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya . “ mengapa bisa terjadi , mengapa saya bisa semudah itu menyerahkan diri saya pada cowok itu ..” pertanyaan itu memenuhi otaknya ..

“ Linda , eloe dari mana ? ” tanya temannya yang melihatnya . “ enggak , dari depan aja…” jawab Linda . “ yah udah , sana ganti baju ..pakai seragam .. gua mau tidur nih..” kata Susan , yang baru saja berganti shif .

Linda pun segera masuk , ke kamar mandi , dia membasuh tubuhnya . Membersihkan vaginanya dari sisa sisa sperma Herbert . Ada rasa penyesalan yang dalam di hatinya . Tapi mau apa lagi .. Linda pun meneruskan mandinya itu .

Setelah selesai mandi , Linda pun segera memakai baju seragamnya lagi , dan siap bertugas .

Agustus 09, 2018 Add Comment

Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda

Saat SMA aku tinggal bersama keluarga yang terhitung masi saudara. Untuk membantu pekerjaan rumah, keluarga itu memperkerjakan seorang pembantu, janda, masih abg dan cantik. Seneng aku melihat Narti, begitu nama janda yang pembantu itu. Aku mondok di salah satu kamar dan Narti tidur dikamar sebelah kamarku. Sudah beberapa kali aku ngintip Narti ketika dia abis mandi.

Dari jendelanya yang tidak tertutup korden dengan sempurna aku sudah beberapa kali memandang penuh napsu ke body Narti yang putih mulus, toketnya sempurna bentuknya, gak besar si, tapi gak juga tocil, dihiasi dengan pentil imut berwarna pink, pertanda belum sering diemut lelaki. Kalo toh Narti dah gak prawan, paling dia baru beberapa kali ngerasain kemasukan kontol di memeknya. Perutnya rata dengan puser yang berbentuk segaris, dan jembutnya lebat juga, rapi menutupi daerah memeknya.
Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda
Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda
Pernah satu malem, aku pulang terlambat, kudengar erangan dari kamar Narti, ketika kuintip, Narti sedang telentang telanjang bulet, tangan satunya meremas toketnya sembari memelintir pentilnya sedang tangan satunya sedang mengilik itilnya sendiri. Wah napsuku melonjank drastis, kontolku langsung keras, tetapi aku belum berani melakukan lebih jauh dari sekadar ngintip terus, akhirnya aku gak tahan.

aku masuk ke kamarku sendiri dan mengocok kontolku abis2an sembari membayangkan sedang ngen totin Narti sampe akhirnya pejuku muncrat dengan derasnya. Ketika aku keluar kamar, kulihat kamar Narti sudah gelap, rupanya dia sudah selesai mengilik dirinya sendiri, gak tau klimax atu enggak. Esok harinya, aku berusaha nanya ke Narti, "Ti, semalem kamu sakit ya". "Enggak kok mas", dia memanggilku mas. "Aku denger kamu merintih2 kok". Narti kulihat merah mukanya, "Gak apa kok mas", sembari menghindar supaya aku gak bertanya lebih jauh. "Kok malu si Ti, emangnya semalem kamu ngapain, aku tau lo kamu ngapain", gangguku. "Mas ngintipin Narti ya", katanya malu. "Abis rintihan kamu bukan rintihan sakit si".

"Abis rintihan apa". "Rintihan berahi, lagi napsu ya Ti, kok gak ngajak2 si kalo lagi horny", kataku to the point. Kemudian dia berlalu sambil tersipu.

Malemnya, Narti papasan ma aku ketika dia mo kembali ke kamarnya. "Mo merintih lagi Ti", godaku. "Ah mas nggodain Narti aja nih, kan malu, mana diintip lagi". "Abis kedengaran, aku kira kamu sakit, gak taunya lagi nikmat. Kok dadakan ngilik sih". "abis liat mas telanjang". "Hah", sekarang aku terkaget2 rupanya dia juga ngintipin aku kalo aku dikamar telanjang dan ngocok sendiri. Pantes aku suka denger kresek, sampe aku kirain ada tikus, gak taunya Narti yang ngintip lewat korden yang gak rapet. "satu sama dong", kataku lagi. "Daripada kamu ngintip gak jelas, aku mau kok kasi liat ma kamu. Mau liat gak".

"Mas punya besar ya, panjang lagi". "Memangnya kamu dah perna liat punya lelaki laen". "Cowok Narti dulu". "Besar gak". "Besaran dan panjangan punya mas". "Sekarang masi?" "Udah enggak, padahal aku dah kasi nikmat ma dia, dia malah ninggalin aku ma cewek yang lebi montok dari aku". "Kasian deh, dah jadi cewek aku aja ya, aku tipe lelaki setia kok". "Setia apanya, suka ngintipin orang kok setia". Aku cuma tertawa mendengarnya. "Kamu bisa mijet kan, aku mau dong dipijetin". "Mas pengen dipijet ato mo mijet Narti". Dua2nya, pijetin aku ya, pegel2 nih badan". "Iya deh, tapi cuma mijetin aja yah". Aku menggangguk. Kuajak dia masuk kekamarku, pintu kututup. aku masuk kamar mandi dan melepaskan semua yang nempel dibadanku. kontolku dah tegak keras banget, napsuku dah sampe diubun2, pokoknya malem ini aku harus nikmati Narti, kayanya dia juga gak keberatan kok ngen tot ma aku. Aku keluar dari kamar mandi dengan membelitkan handuk di pinggang, "Kamu gak buka baju Ti, ntar keringatan".

Narti hanya mengenakan tank top dan celana pendek ketika itu. "Ntar mas napsu lagi kalo Narti buka baju, gini aja gak apa ya mas". "Ya terserah kamu ja, kan gak enak kalo kringeten". Aku menelungkup didipan. Dia mulai memijat pahaku. Pijatannya makin keatas, sampai batas handuk, kemudian langsung ke pinggang, terus sampe ke pundak. Setelah selesai dia melap badanku dengan anduk basah. "Depannya enggak Ti, sekalian aja", pintaku sambil membalikkan badan. Dia terkejut ketika aku sudah berbaring telentang, kontolku nongol dari lipatan handuki. kontolku besar dan panjang dan sudah keras banget. "Ih mas, kok ngaceng sih", katanya genit. "Berdua sama cewek cakep dan seksi kaya kamu, mana bisa nahan napsu. Remes kontolku aja ya Ti", kataku sambil menarik tangannya dan kuarahkan ke kontolku. Dia menurut saja, langsung kulepas lipatan handukku, sehingga terbukalah akses ke kontolku. Diremes dan dikocok pelan, "mas besar banget kontolnya, panjang lagi.

Ngacengnya keras banget". napsunya bangkit juga, sehingga kocokannya makin cepat. Aku segera duduk dan memeluknya. Bibirnya langsung kucium. "Ti, dilepas ya baju kamu, aku dah kepengen gantian mijit kamu ni". "Janjinya enggak kan mas". Kembali bibirnya kucium dengan ganas, sementara tanganku mulai mengelus2 toketnya. "Ti dibuka ya bajunya, aku pengen meremes langsung toket kamu". Tanpa menunggu jawabannya, aku melepas tanktopnya. Narti mengangkat tangannya keatas untuk mempermudah aku melepaskan tank topnya. Kemudian giliran celana pendeknya yang aku selorotkan. aku membelalak melihat bodinya yang hanya terbungkus bra dan cd, "Ti, kamu napsuin sekali". Lampu kamar segera kupadamkan. Yang menyala sekarang hanya lampu tidur yang temaram. Biar lebih romantis. Aku segera membaringkan tubuhnya disampingku.

Dia menggeliat dan menghadap ke arahku. Aku menggeser badanku mendekati dia. kontolku langsung melonjak begitu bersentuhan dengan lengannya. Dia berbaring diam di sampingku. Tiba-tiba dia memeluk dadaku. “Kenapa Ti, dingin yaaa……..”, kataku, aku meluncurkan tangan kiriku ke atas kepalanya. Dengan reflek dia mengangkat kepalanya dan tanganku jadi memeluk kepalanya. Dengan manja dia menyandarkan kepalanya ke bahu kiriku. Aku mengelus kepalanya dengan lembut. Kuciumi rambut dan kepalanya dengan lembut. Aku semakin mempererat pelukannya dan melingkarkan kakiku ke pahanya. Sehingga pahanya menyentuh kontolku. "mas…”, desahnya sambil menengadahkan wajahnya ke wajahku. Aku segera memagut bibirnya. Lama bibir kami berpagutan.

Kami sampai terengah-engah karena terlalu bersemangatnya berciuman. Kami berhenti berciuman karena sudah tidak bisa bernafas lagi. Setelah menarik nafas sebanyak-banyaknya, kami saling berpandangan, dan tersenyum. Aku kembali merenggut lengannya dan cepat memagut bibirnya. Dia melayani cumbuanku. Aku melepas branya dan meremas-remas toketnya . Dia mendengus-dengus dan seperti kejang-kejang waktu aku memlelintir pentilnya. Aku kembali memagut bibirnya. Dia menggeliat-geliat. Kuciumi toketnya. Dia agak menggeliat. Kemudian aku mulai menjilati toketnya, memutari toketnya bergantian. Kuselingi dengan gigitan-gigitan kecil. Kemudian kusedot pentilnya sambil kugigit pelan. Dia kembali menggeliat sambil mengangkat pantatnya.

Aku menggapai cdnya dan kupelorotkan ke bawah. Sambil tetap menggigit dan mengisap pentilnya, aku menggunakan kaki kananku untuk menurunkan cdnya sampai terlepas sama sekali. Kemudian kuusap memeknya yang dilingkari jembut yang lebat. Aku mengangkat kepalaku untuk lebih jelas melihat memeknya. Kemudian aku mengulum pentilnya. Kemudian jilatanku mulai turun ke arah perutnya. Dia agak meregang waktu lidahku menelusuri permukaan kulitnya dari mulai pentil sampai ke arah pusernya. Kemudian aku kembali memandangi memeknya. Aku duduk langsung menghadap memeknya. "Ti, jembut kamu lebat, pasti napsu kamu besar ya. Kamu gak puas kan kalo cuma dien tot seronde", kataku sambil mendekatkan wajahku ke memeknya. Dia hanya mendesah saja. Pelan kucium memeknya.

Dia menggeliat. Kemudian kujilat dengan lembut sekitar bibir memeknya. Dia mengangkat pantatnya sambil berpegangan pada sepre sambil mendesah, “aaaaaaahhhhhh..”. Aku kemudian menciumi pahanya. Dia melonjak-lonjakan pantatnya beberapa kali. Setelah agak lama menciumi pangkal paha sampat lututnya, aku mulai mengarahkan jilatan pada memeknya. Aku menjilati bibir memeknya. Dia menggelinjang dan mendesah, "auuhhhhhhhhh…….”. Kubuka sedikit bibir memeknya yang sudah basah kuyup, dan segera menjilat it ilnya, “AAAGGGHHHHHHHH……..!!!!!!”, lenguhnya keras dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Kumasukkan lidahku ke dalam memek nya kemudian kuputar-putar dengan tekanan yang kuat ke sekeliling memeknya. Dia semakin bernapsu.

Dijambaknya rambutku sambil menekan kepalaku semakin keras ke arah memeknya. Sesekali aku menggigit it ilnya diselingi dengan sedotan. Napasnya makin tidak beraturan. Dia mendesah-desah dan kadang-kadang menjerit kecil, terutama pada saat it ilnya kugigit-gigit.Akhirnya, kedua kakinya menjepit kepalaku dengan kuat sekali. Kedua tangannya juga menekan kepalaku sekuat tenaga sehingga hidungku pun tenggelam dalam bukit memeknya. Dia mengerang dan menggelinjang. Aku menyedot memeknya sambil menggigit it ilnya terus. Dia terhempas ke kasur dengan mengeluarkan suara dengusan yang kuat. Aku terbebas dari jepitan kakinya. Aku terengah-engah sedang dia tergeletak lemas. Kucium sekali lagi memeknya. dia hanya tersenyum, "mas, luar biasa deh lidahnya, pake lidah saja Narti sudah nyampe, apalagi pake ****** besar mas ya".

Kemudian aku menaiki tubuhnya dan ****** kutempelkannya di bibir memeknya. Kudorong kepala kontolku dengan jari supaya masuk ke memeknya. Dia mendesah waktu kepala kontolku memasuki memeknya. Kemudian aku menggerakkan sedikit maju mundur sehingga dengan pelan tapi pasti seluruh kontolku terbenam di memeknya. Dia mendesah dan berpegangan erat pada sprei. Setelah kontolku masuk semua, aku menciumi bibirnya, kemudian agak membungkukkan badanku untuk mengemut pentilnya. “Siap, Ti?”, tanyaku. “Hmmmm..”, dia mengangguk kecil dan tersenyum.

Aku meletakkan kedua tanganku di samping bahunya seperti orang push up. Kemudian pelan-pelan mulai mengangkat pantatku. Setengah kontolku keluar, kemudian kudorong lagi. Semakin lama gerakan naik turun semakin cepat. toketnya terguncang-guncang waktu aku melakukan gerakan memompa ini. Dengan gemas aku mencium, menyedot dan menggigit pentilnya juga. Dia mengimbangi gerakanku dengan memutar pantatnya seirama dengan gerakan pantatku naik turun. Terasa sekali kontolku seperti mengaduk-aduk memeknya. memeknya sesekali dikejang2kan memijat kontolku yang sedang keluar masuk dengan cepat. Kemudian akupun menegakkan tubuh dengan posisi berdiri di atas lutut. Untuk keseimbangan, aku membuka kakinya lebar-lebar. Sambil berpegangan pada pahanya, akupun memberikan pijatan-pijatan berputar di pangkal paha sampai daerah sekitar memeknya.

Dia menjadi mendengus keenakan. Gerakan putaran pantatnya jadi semakin liar. Dengan posisi ini aku bisa memandangi dengan leluasa keluar masuknya kontolku di memeknya. Kadang-kadang aku merendahkan pantatku sehingga sodokan di bagian atas dinding memeknya lebih terasa. Dia mulai menceracau, gerakan pantatnya sudah mulai melonjak-lonjak tak karuan, aku sengaja menghentikan gerakan maju mundurku. Setelah pantatnya gerakannya pelahan lagi, aku tarik pelan-pelan kontolku dan kemudian memberikan sodokan yang cepat ke memeknya. Pantatnya langsung melonjak dan berputar lagi dengan keras. Setiap aku menarik kontolku, terasa bibir memeknya ikut tertarik keluar. Tapi begitu aku menyodokkan kontolku, bibir memeknya terasa melipat ke dalam dan seperti menelan kontolku.

Setengah jam kemudian, badanku sudah basah oleh keringat. Kadang-kadang dia mengangkat badannya, menciumku dan kemudian menjatuhkan badannya lagi. Yang jelas sprei tempat tidur sudah tidak beraturan lagi. Dia masih mengelinjang-gelinjang menikmati sodokan-sodokan kontolku. Akhirnya, dia merenggut leherku dan mendekapnya dengan kuat. Kakinya juga menjepit pinggangkua kuat sekali, sambil mendesah “aaagggghhhhhhh”. Akupun tidak menunggu lebih lama lagi. Segera kujatuhkannya badannya ke kasur dan kupeluk dengan erat sambil mempercepat pompaannya. Pantatku hampir-hampir tidak bisa bergerak karena jepitan kakinya. Aku mempercepat gerakan kontolku, dan sekali, dua kali, tiga kali, sampai empat kali aku mengejan, menyemprotkan pejunya didalam memeknya.

Badanku menjadi tegang sambil masih berpelukan kuat dengannya. Beberapa saat tubuh kami masih tegang berpelukan sambil menahan nafas berusaha menikmatinya. Akhirnya tubuh kami menjadi lemas dan pelukannyapun mengendor. Kakinya sudah tidak menjepit pinggangku lagi. Tapi aku masih tetap tergeletak di atas tubuhnya. Aku mencium kening, mata, hidung dan bibirnya. Akhirnya kami saling melepaskan pelukan. Dengan pelahan kucabut kontolku dari memeknya.

Dia sedikit menggelinjang waktu aku mencabutnya. "mas, nikmat banget deh dien tot sama mas. Lagian mas mesra banget deh memperlakukan Narti, seperti Narti ini pacar mas saja. Istirahat dulu ya mas, abis itu Narti masih kepingin ngerasain kontol mas ngaduk2 memek Narti lagi", kataku. "Iya sayang, apa sih yang gak boleh untuk kamu", jawabku sambil tersenyum. Setelah itu kami berpelukan dan tertidur karena kelelahan.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Si Narti, Pembantu ABG Cantik Namun Sudah Janda

Agustus 09, 2018 Add Comment

Oh My God.... Enak Tenan

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Oh My God.... Enak Tenan

Kira2 jam 3 sore, sedang enak2 nya baca koran di ruang tamu rumah mertuaku sambil minum kopi, Si Ami ( anaknya adik ibu mertuaku yang masih duduk di kelas 1 SMU dan adiknya Asih ) datang menghampiriku lalu duduk di kursi sebelahku dengan wajah yang agak serius. Ooom, Ami mau ngomong sedikit dengan Om ( menceng juga si Ami ini, aku masih terhitung Masnya kok malah di panggil Om ). Aku jadi agak deg-degan melihat wajah Ami yang serius itu dan aku jadi yakin kalau yang ngintip tadi malam itu pasti dia, tapi dengan mencoba menenangkan diri aku bertanya pelan .Ami ..ada apa kok .kelihatannya serius benar..sih ? Ami mau cerita ke Ibu dan mbak Sri, soal Om tadi malam dengan mbak Asih.., sahut Ami dengan ketusnya. Lho lho tenaaang..sedikit dong Aaam , Om kok nggak mengerti maksud Ami, jawabku dengan sedikit gemetar. Aaaaah .Om ini .pura2 nggak mengerti .. padahal Ami melihatnya cukup lama apa yang Om lakukan dengan mbak Asih dikamarnya.
Oh My God.... Enak Tenan
Oh My God.... Enak Tenan
Aku jadi benar2 kaget mendengar kata2 Ami, yang rupanya cukup lama melihat apa yang aku kerjakan dengan Asih, tapi aku masih berusaha tetap tenang dan berpikir

masak sih kalah dengan anak kemarin sore ? Ami , kataku lirih tapi tetap kubuat agar setenang mungkin, jadi ..Amiii .lama melihatnya ? Kok Ami .sampai tahu sih , tanyaku lagi. Dengan tetap menunjukkan wajahnya yang serius segera Ami menceritakan bahwa tadi malam, sewaktu selesai kencing di kamar mandi dan mau kembali ke kamarnya, samar2 seperti mendengar orang sedang merintih. Karena berpikiran pasti ada yang lagi sakit, lalu Ami mencari dari mana datangnya suara rintihan itu dan ternyata datangnya dari kamar mbak nya. Tetapi karena rintihannya terdengar bukan seperti rintihan orang sakit, Ami membatalkan niatnya untuk masuk kamar Mbaknya tetapi hanya mengintip lewat korden yang menutupi pintu kamarnya Asih yang setengah terbuka dan diperhatikannya agak lama. Ami segera meninggalkan kamar Mbaknya dan lalu pergi tidur karena Ami menyangka kalau aku melihatnya sewaktu wajahku menatap ke arah pintu kamar Asih.

Ooooh .., Ami melihatnya cukup lama .yaaaa ? jadi tahu doong semuanya, kataku seperti bertanya tapi nggak mendapat jawaban dari Ami yang tetap membisu. Amiii .., kataku tetap lirih sambil kupegang tangannya, toloooong .dooong . Am ., jangan cerita ke orang lain apalagi ke Ibu dan mbak Sri, Ooom janji nggak ngulangi lagi deeeh dan oom mau deh bantu Ami apa saja..asaaal .Ami nggak cerita-cerita, kataku lanjut. Ami tidak segera menjawab kata2ku dan juga nggak berusaha melepas tangannya yang kupegang, tapi tiba2 Ami menarik tangannya dari peganganku dan balik memegang tanganku sambil mengguncangnya serta berkata .jadiiiii Oom mau bantu Amiiii ? Mendengar kata2 Ami terakhir ini, dadaku terasa agak plong. Amiii , seperti kata Oom tadi, Oom akan bantu Ami apa saja .asaaaal .Ami janji nggak cerita-cerita, jawabku dengan sedikit penuh kehawatiran, kataku. Jadiii apa yang bisa Oom bantu buat Ami ..? tanyaku melanjutkan. Amiii .janji..deeeh Oom, cuman Ami saja yang tahu, kata Ami lalu diam sebentar. Oom .begini.., kata Ami lalu dia menceritakan kalau pacarnya mau Ulang Tahun besok dan Ami mau mentraktir makan dan memberikan hadiah ultah pacarnya, karena dulu dia juga diberi hadiah sewaktu ultah, tetapi waktu kemarin minta ke ibunya bukannya dikasih tetapi malah dimarahi. Setelah Ami menyelesaikan ceritanya, lalu kutanya ..Amiiii ., Ami butuh uang berapa..? Ami nggak segera menjawab, tapi kemudian katanya .yaaaa .terserah..oom saja seratus ribuu juga boleh oom, katanya sambil meremas tanganku yang dari tadi di pegangnya.

Nggak kusangka aku bisa diperas oleh anak kecil, tapi yaa..apa boleh buat daripada rahasia terbongkar, kataku dalam hati sambil terus kucabut dompetku dari kantong belakang dan mengeluarkan uang sebesar 250 ribu dan kusodorkan ke tangan Ami sambil kukatakan niiiih ..Am .oom kasih 250 buat Ami ..tapii .sekali lagi janjii..lho .yaaaa ? Ami menyambut uang yang kusodorkan sambil memelototkan matanya seperti tidak percaya serta berseru ..betuuul .niiih ..oom ? dan aku menjawabnya dengan senyuman saja dan tiba2 Ami berdiri, memelukku sehingga kedua teteknya yang kurasa lebih kecil dari teteknya Asih kakaknya menempel di dadaku serta terus mencium pipiku sambil berseru maa kasiiiih .yaaa Ooom . Ami.. janjiii deeeeeh dan langsung mau lari ngabur karena kesenangan. Tetapi langkahnya tertahan ketika tangannya kupegang dan segera kukatakan .Amiiii .tunggu dulu dooong kita ngobrol dulu . mumpung nggak ada orang. Ngobrool ..apaan sih..Oom, tanya Ami sambil duduk kembali di kursinya.

Ami ., oom mau tanya yaaaa ., tadi malam Ami melihatnya sampai lamaaaa . sekali .kenapa siiiih ? pasti Ami pernah melakukannya juga yaaa dengan pacar Ami ?. Aaaahh ..Oom siiih .mancing mancing, jawab Ami sambil ketawa cekikikan.
Bener kan .Am ? Buat apa sih Oom .mancing2, lihat dari jalannya Ami saja, Om sudah yakin kok kalau Ami sudah pernah, kataku sedikit serius agar Ami mempercayai omongan bohongku, padahal dari mana tahunya kataku dalam hati. Ami sepertinya sudah termakan dengan omonganku, lalu sambil menggeser kursinya mendekati kursi yang kududuki Ami segera bertanya bee tul yaaa Oom ? Jadi kira2 Ibu apa juga tahu .Oom ? Aduuuuh .mati..saya Oom, kalau Ibu sampai tahu ? kata Ami sedikit sedih dan ketakutan. Karena aku sudah bisa menguasai Ami, lalu kuteruskan saja gombalanku. Amiii ., coba deh ceritain ke Oom dan Om juga yakin kalau Ibu nggak akan tahu, karena sesama wanita biasanya nggak bisa melihat gelagat2nya, kataku dan kelihatannya Ami percaya betul dengan gombalanku.

Setelah diam sebentar dan mungkin Ami sedang berpikir dari mana mau memulai ceritanya, lalu setelah menarik nafas panjang kudengar Ami mulai bercerita beginiii .. oom .. Untuk menyingkat cerita, jadi pada prinsipnya Ami sudah dua kali melakukan dengan pacarnya yang duduk di kelas 2. Pertama, dilakukan dirumah pacarnya, tapi baru saja nyenggol barangnya Ami, eh..sudah moncrot dan yang kedua katanya kira2 dua minggu yang lalu dan kembali dilakukan dirumah pacarnya, barang Ami terasa sakit sewaktu pacarnya mulai menusukkan barangnya, tapi ketika Ami baru memegang barang pacarnya, eh..tiba2 barang pacarnya mengeluarkan cairan putih dan langsung letoi, katanya Ami sambil terus ketawa cekikikan.

Oom .., apa sih enaknya gituan, tanyanya Ami kok nggak pernah merasakan apa2, tapi yang tadi malam sepertinya ..mbak Asih .kok terus2an .merintih keenakan dan Oom juga begitu, katanya lagi. ..memangnya ..enak.. yaaaa .oom ? Gila juga anak2 sekarang ini, pikirku, sudah berani berbuat sejauh itu padahal Ami baru kelas 1 SLA. Yaaaa .enaaak doooong Miiii, kataku sambil kuusap-usap salah satu pipinya yang terasa sangat mulus dengan punggung tanganku dan kelihatannya Ami mendiamkan saja dan menikmati usapan itu. Pacar Ami saja yang .payah yang nggak bisa membuat Ami enak .memangnya .Ami kepingin yaaaa, sambungku.
Iiiiiihhhh .Oom .genit aaaah, jawab Ami sambil menepuk pahaku agak keras lalu terdiam sesaat seperti sedang berpikir. Oom .., kata Ami sambil terus berdiri dari kursi Ami mau pergi dulu ..yaaaa mau cari2 hadiah Oh iyaaa..Oom yang tadi terima kasih yaaa ,katanya lagi sambil terus beranjak meninggalkanku, tapi baru beranjak selangkah Ami segera berbalik melihatku sambil berkata .Oom , nanti malam tolong ajarin Ami pelajaran kimia yaaa ? Karena takut Asih curiga lalu kujawab saja permintaan Ami Nggak mau ah Am, besok siang saja nanti mbak Asih curiga. Lho .Om Tris .nggak tahu..yaaa kalau mbak Asih dan Ibu tadi pagi pergi ke Surabaya mau lihat Bapak ? Apa..tadi nggak pamit..Om ? kata Ami sambil terus pergi tanpa menuggu jawabanku.

Malam harinya setelah selesai mendengarkan Dunia Dalam Berita dan beranjak mau mengunci pintu2 rumah mertuaku lalu terus tidur, muncul si Ami dari rumahnya sambil agak berlari dan memegang pintu yang akan kututup serta langsung berkata ..lho Oom sudah mau tidur ? Iyaa Am om sudah ngantuk, jawabku malas. Yaa oom kok gituuuuu .katanya mau ngajarin Ami .ayooo..dong Oom ajarin pelajaran kimia, rengek Ami sambil mengguncang tanganku. Melihat Ami hanya pakai celana pendek dan baju yang cekak sehingga perut dan pusarnya kelihatan, memdadak kantukku jadi hilang, lalu sambil keluar dari pintu dan menutupnya dari luar, lalu kujawab ayooo .kalau mau Ami begitu .

Ami duduk ditempat di satu satunya tempat duduk yang diduduki oleh Asih kemarin di meja makan sambil membuka buku pelajarannya dan karena nggak ada kursi lain, aku berdiri dibelakang kursi yang diduduki Ami. Ketika aku menuliskan dan menerangkan rumus2 kimia, aku hanya menjulurkan kepalaku kesamping kanan kepala Ami dan sesekali kualihkan pandanganku kedalam baju Ami dan terlihat tetek Ami yang kecil tanpa memakai Bh. Melihat ini kontolku mulai berdiri didalam celana pendek yang kupakai, sedangkan Ami tetap serius mendengarkan keterangan2 yang kuberikan dan tidak menghindar atau menjauhkan badannya kala aku beberapa sengaja menempelkan pipiku ke pipinya.

Pada saat Ami sedang menulis jawaban soal2 yang kuberikan, kudekatkan wajahku ke wajahnya dan segaja kuhembuskan nafas ku ke dekat kupingnya sehingga Ami sambil terus menulis berkomentar Oom ..nafasnya.. kok panas ? Komentar Ami nggak kujawab, tapi segera kucium pipinya dua kali dan Ami segera menghentikan menulisnya dan berkata oom ..jangaaan . nakaaal dooong ., sambil kembali mau menulis. Karena nafsuku semakin meningkat dan Ami hanya mengatakan begitu, keberanianku semakin bertambah dan pelan2 tanganku menyelusup lewat baju pendeknya bagian bawah dan kudekap kedua tetek Ami yang kecil itu serta kuremas pelan, dan Ami kulihat melepaskan pinsil yang di pegangnya dan menutup kedua matanya sambil berdesah lirih..Ooom ssssssshhh .. jaa ngaaan oooom .dan memegang serta meremas pelan kedua tanganku dari luar bajunya. Sambil tetap kuremas remas teteknya, segera wajahku mencari bibir Ami dan kucium dan Ami seperti kesetanan melumat bibirku dengan ganasnya sehingga dalam benakku terlintas pikiran anak sekecil ini kok sudah pintar berciuman. Dengan masih tetap kudekap kedua teteknya dan berciuman, kugunakan kekuatan badan dan sikuku untuk merubah posisi kursi yang diduduki Ami dan setelah kuanggap baik, sambil tetap kucium bibirnya kupelaskan dekapan tangaku pada teteknya dan kuraih kedua pahanya serta kubopong badan Ami serta kukatakan ..Amiiii .. kitaaaa .kekamar ..mbak Asih ..yaaaa , Ami tidak menjawab tapi hanya memegangkan tangannya ke bahuku.

Kutidurkan Ami ditempat tidurnya kakaknya dan segera kuangkat bajunya dari bawah serta kujilat dan kuisap-isap tetek Ami yang masih terbilang kecil, maklum baru kelas 1 SLA tapi sudah berani belajar ngewe dengan pacarnya dan Ami meremas-remas rambutku sambil mendesah Ooooom ooom sssssshhhh .. ssssshhh . ooooom. Kuteruskan jilatan dan isapanku di kedua teteknya bergantian dan kugunakan tangan kananku berusaha mencari dan membuka celana pendek Ami dan setelah kutemukan ternyata celana pendeknya memakai resleting. Kubuka resletingnya pelan2 dan kususupkan tanganku kedalam Cdnya serta kuelus permukaan memeknya yang kecil dan terasa masih licin dan mulus seperti punya bayi tanpa ada bulu2 nya dan ketika kuelus permukaan memeknya, terasa Ami menggerakkan pinggulnya pelan dan masih tetap dengan desahannya yang kudengar semakin agak teras oooooomm . sssssshhhh .. ssssshh oooom. Lalu sambil mengelus memek Ami yang cembung, kuselipkan jari tengahku di belahah memeknya dan terasa sudah basah sekali dan jari telunjukku itu kutekan agak masuk dan kuusap-usapkan sepanjang belahan memek Ami dan ketika sampai di itilnya yang terasa kecil, kuusap-usapkan di seluruh itilnya sehingga membuat Ami menggelinjang agak keras dan mendesah semakin kuat ooom ..ssssshhh ..ooom ..jaaaa ngaaaan oooom .ssssshhh..dan desahan ini membuat nafsuku semakin tinggi dan kontolku semakin tegang dan agak sakit terjepit celana pendekku.

Perlahan-lahan aku menurunkan badanku kebawah dan jilatankupun sudah disekitar perut dan pusarnya, dan kedua tanganku kugunakan melepas celana pendek dan celana dalam Ami bersamaan, sedang tangan Ami masih tetap meremas-remas rambut dan kepalaku. Sambil melepas kedua celananya, mulutku sekarang sudah sampai di memeknya yang menggembung mulus tanpa bulu2 sama sekali dan tercium bau aroma memek yang khas. Karena Ami masih tetap merapatkan kedua kakinya, lalu kugunakan kedua tanganku untuk membuka kedua kakinya. Pertama-tama agak susah karena Ami berusaha menahan supaya kakinya tetap rapat sambil terdengar rintihan desahannya.. oooom ..jaaaaa ngaaaaaaan ..oooom suuuu .daaaah .ooom, tetapi ketika lidahku kujulurkan dan kujilatkan sepanjang belahan memek Ami yang agak terbuka itu, pertahanan kaki Ami untuk tetap merapat itu sudah hilang dan kedua kakinya dapat kubuka lebar dengan mudah dan terlihat bagian dalam memek Ami yang basah dan kemerahan itu dan malah terasa Ami menaik naikkan pinggulnya tapi tetap mengeluarkan rintihannya ..ooooom ..suuuu daaaah oooom .ssssshhhh .oooom.

Semakin Ami mendesah atau merintih, nafsuku semakin kuat dan kujilati seluruh bagian memek Ami dan sesekali itilnya kuhisap-hisap membuat desahan Ami semakin kuat dan kedua tangannya semakin keras meremas-remas rambut dan menekan kepalaku sehingga seluruh wajahku terasa basah semuanya dengan cairan yang keluar dari memek Ami, dan beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggulnya naik turun semakin cepat dan jambakan di rambutku semakin kuat serta desahannya semakin keras oooooohh ..ooooooh .oooom aduuuuuuh ..oooom sssssshhh ..aaaaaahh ..oooooh.. dan aku jadi agak kaget karena tiba2 kepalaku terjepit kedua kakinya yang dilingkarkan dibadanku serta kepalaku di tekan kuat2 kedalam memeknya serta tubuhnya bergerak kekiri dan kekakan sambil mgngeluarkan erangan agak kuat .aaaaaaaaah aaaaaah aduuuuuh ..ooooom aaaaahh oooom .enaaaaaaaaaaaak, lalu Ami terkapar diam, kedua kakinya yang tadi menjepit kepalaku jatuh diatas kasur disertai nafasnya terengah-engah dengan cepat, rupanya Ami telah mencapai orgasmenya.

Aku hentikan jilatanku di memeknya dan merangkak keatas dan kupeluk Ami serta kuelus elus rambutnya, serta merta dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal, Ami menciumi pipiku serta berkata oooom .aduuuh kook .begitu yaaa rasanyaaaa.

Itu..belum seberapa .Am .., nanti pasti Ami akan merasakan yang lebih enak lagi, kataku meyakinkannya sambil tetap kuusap-usap rambutnya dan kucium pipinya . Ami tidak menjawab tapi malah menutup kedua matanya dan kelihatan sedang mencoba mengatur nafasnya.

Setelah kuperhatikan nafas Ami mulai teratur, lalu sambil kucium pipinya kubisiki.. Amiiii .sekarang ..Oom..boleh masukin punya .oom .ke punya Amiii ., Ami yang masih menutup matanya tidak segera menjawab. Setelah kutunggu sebentar dan tetap tidak ada jawaban lalu kuulangi bisikanku didekat telinganya .boleeeeh .. Aaaaam ? dan Ami membuka matanya sebentar dan melihatku dengan wajah yang agak khawatir serta menjawab tapi dengan suara agak lirih yang hampir2 tidak terdengar ooom ..Ami ..ta kuuut oooom. Takut apa Am .,tanyaku pelan .oom . nanti pelan2 koook ..nggak apa2, sambil pelan2 kunaiki badan Ami dan kupegang kepalanya dengan kedua tanganku serta kuelus-elus rambutnya serta kucium kedua pipinya bergantian, sementara kurasakan kedua kaki Ami bergerak agak terbuka sedikit, entah karena menghindar tindihan kakiku atau memberikan persetujuan permintaanku serta kudengar suaranya kembali yang pelan didekat kupingku ooom Amiiii .ta .. kuuuut ..jaa .ngaaaaan ..ooom.

Sambil kembali kucium pipinya, kubisiki Ami .Ammm .nggak..apa2 ..oom .pelan2 kok, sambil segera kugunakan tangan kananku untuk memegang batang kontolku serta mulai kuusap-usapkan kepala kontolku di belahan memek Ami, sedangkan Ami yang mungkin merasakan memeknya tergesek oleh kepala kontolku lalu dia membuka kaki nya lagi agak lebar. Kepala kontolku sekarang kumasukkan sedikit di belahan memeknya dan kuusapkan keatas dan kebawah beberapa kali sepanjang belahan memek Ami yang masih sangat basah. Lalu ketika kepala kontolku berada di bagian bawah memeknya dan kurasakan sudah tepat di lobang yang kutuju, lalu kucoba menekannya kedalam sedikit dan kusetop tekanan kontolku ketika terasa mentok. Karena nggak ada reaksi dari Ami, segera kutekan lagi kontolku lebih dalam dan kuperhatikan wajah Ami agak meringis sambil berkata agak berbisik aduuuuh ooom saa..kiiiiiit jaaaaa ngaaaan oooom dan mendengar suara ini segera ku hentikan tekanan kontolku kedalam memeknya. Setelah kudiamkan sebentar, kutekan lagi kontolku dan kembali kudengar Ooooom ..saa .kiiiiit, sambil kurasakan kuku Ami mencengkeram di punggungku.

Aku jadi berpikir, kata Ami kontol pacarnya sudah pernah masuk walau belum semuanya, kok sekarang sulit betul masuknya, padahal ukuran kontolku termasuk ukuran normal-normal saja. Setelah beberapa kali kucoba tekan dan setiap kali kuhentikan karena Ami berkata sakit. Pada tekanan kontolku yang entah ke berapa kali nya dan tekanan kontolku kulalukan agak kuat, tiba2 kontolku terasa seperti menyobek sesuatu crrrreeeeet ., terperosok sedikit lalu terjepit dan bersamaan dengan itu kudengar Ami agak berteriak aduuuuuuh . ooooom .. sakiiiiiit .. dan dari kedua matanya yang masih tertutup terlihat keluar air mata. Kuhentikan tekanan kontolku dan aku juga tidak berusaha untuk menariknya keluar, jadi kubiarkan kontolku terjepit di memeknya dan bisa kupastikan kalau kontolku saat ini sudah masuk sedikit dalam memek Ami. Lalu kulepas pegangan tanganku pada batang kontolku dan kembali kugunakan kedua tanganku untuk memeluk kepala Ami serta mengelus rambutnya serta kucium kedua matanya yang tegenang air mata.

Lalu kucium bibir Ami yang serta merta dengan matanya masih tetap merem mengimbangi ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku dan kesempatan ini kugunakan untuk menekan kontolku masuk lebih dalam ke memek Ami dan kulihat Ami merapatkan merapatkan matanya lebih rapat lagi serta melepas ciumanku serta berteriak kecil aaaaaaaaah sakiiiiiiiiit oooom dan kembali kuhentikan tekanan kontolku walau posisinya sekarang mungkin sudah setengahnya masuk kedalam memek Ami dan kembali kuciumi kedua pipinya dengan harapan Ami akan lebih tenang. Ketika kembali kucium bibirnya dan Ami kembali meladeni ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, kembali kugunakan kesempatan ini untuk menekan kontolku masuk semuanya kedalam memeknya dan kulihat sekarang hanya memejamkan matanya lebih rapat lagi seakan menahan rasa sakit tapi ciumanku tidak dilepaskannya dan untuk sementara kudiamkan kontolku tanpa gerakan. Beberapa saat kemudian, sambil tetap masih berciuman kugerakkan kontolku naik turun pelan2 dan kulihat sesekali Ami lebih merapatkan kedua matanya seperti menahan rasa sakit. Tetapi lama kelamaan sambil tetap kumasuk keluarkan kontolku dalam memeknya, wajah Ami sudah tidak lagi kelihatan tegang lalu gerakan kontolku sedikit kupercepat dan aku tidak menyangka kalau sekarang Ami juga mulai menggerakan pinggulnya pelan2. Beberapa saat kemudian kuhentikan gerakan kontolku keluar masuk sambil kubisiki Amiiii ..coba Ami sekarang hentikan gerakan pinggul Ami dan konsentrasikan otot2 memek yang bagian dalam sehingga memek Ami bisa .menjepit dan menghisap ..kontol Oom.

Ami nggak menjawab tapi segera menghentikan gerakan pinggulnya dan diam sambil tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku. Ooom ..Amiii ..nggak bisaaaaa , kata Ami lirih, cobaaaa teruuus Aaam tadi sudah terasa memek Ami .sudah menjepit-jepit ..cuma masih lemah, jawabku sambil kucium bibirnya. Kulihat Ami tetap diam tapi wajahnya dengan matanya masih tertutup, terlihat seperti lebih berkonsentrasi dan sekarang kurasakan jepitan-jepitan memek Ami terasa lebih kuat dan membuat kontolku lebih enak karena terpijit-pijit memek Ami dan kubisiki dengan desahanku dan sekalian memberitahukan kalau usahanya mempraktekkan pelajaran kilatku sudah cukup berhasil..Amiii yaaaa ..begituuuu Aaaam teruuus . enaaaaak aaaam . ooouuhhh .. yaaaaa begituuuu enaaaak .aaam, dan sehingga secara nggak sadar aku kembali menggerakkan kontolku keluar masuk memeknya lagi dengan agak cepat dan Ami pun segera menggoyangkan pinggulnya serta jepitan-jepitan memeknya pada kontolku terasa makin kuat dan kembali kudengar desahan Ami lirih ..Oooom ..ooom . ooouuhhh .ssssshhhh .oooouuuuhh . enaaaaaak ooom berulang-ulang sambil kedua tangannya menekan nekan punggungku dan kuimbangi desahan Ami dengan bisikan berulang ulang yaaaaa . Aaam ., teruuuus ..saa .yaaaang . aaaaaooohh . teruuuus . Aaam ., jepit yang keras Aaaam .aduuuuh . enaaak .sayaaaaaang. Mungkin merasa usaha menjepit-jepit kontolku berhasil dan mungkin menjadi terangsang dengan bisikan-bisikanku,

Ami semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan tangannya semakin kuat menekan punggungku dan kadang terasa agak sakit karena kuku2 tangannya seakan menusuk punggungku serta desahannya semakin kuat terdengar ooooooh oooouuh ..ooom .. oooouuuh aduuuuuuh ..ooom dan kuimbangi ini semua dengan mempercepat kocokan kontolku keluar-masuk memeknya yang kayaknya sudah sangat becek dengan cairan2 sehingga sangat jelas terdengar bunyi ccccrrooot ..ccccrrrooottt cccrroooottt. Beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggul Ami semakin cepat dan liar serta kepalanya digeleng gelengkan kekiri kekanan dan wajahnya menegang seperti menahan sesuatu dan tiba2 Ami mengeluarkan teriakan agak keras dan panjang, sambil menekankan tangannya kuat2 dipunggungku oooooouuhh .. aaaahhh . ooooooom .. aaaaacccrrrhh .. oooouuh . aaduuuuuuh .ooooom . aaaaaaaarrrccchhhh ..dan terus terkulai lemas dengan nafas terengah engah, rupanya Ami sudah mencapai orgasmenya.

Walaupun nafsuku sudah mendekati puncak tapi aku masih bisa menahan diri agar pejuku tidak keluar dan melihat Ami sudah terkapar lemas dan untuk memberi kesempatan Ami melepaskan lelahnya aku segera menghentikan gerakan kontolku keluar-masuk memek Ami, tapi masih tetap berada di dalam memeknya sambil kupegang kepala dan keciumi seluruh wajahnya. Setelah nafas Ami mulai agak teratur, sambil mencium pipiku Ami berkata lirih ooooom , Amiiiiii ..capeeeeeek ..ooom ., sudaaaaah yaaa ooom ? sambil tangannya terasa berusaha sedikit mendorong punggungku.

Amiii ., Oom kan belum selesai .sayaaaaaang ? Ami istirahat dulu saja sebentar sampai cepeknya hilang , sahutku lirih sambil kucabut kontolku dari dalam memek Ami dan tiduran disampingnya dengan tangan kiriku kuletakkan dibawah kepalanya sambil kuelus elus rambutnya serta tangan kananku kuremaskan pelan di salah satu teteknya yang kecil dan hanya terlihat menonjol sedikit karena Ami tidur terlentang dan Ami dengan masih merapatkan matanya, hanya diam saja dan memegangkan serta sedikit meremaskan tangan kirinya ke tanganku yang sedang mendekap teteknya.

Setelah berdiam beberapa saat, lalu sambil kucium pipinya segera kubisiki didekat telinganya Amiiiii masih capeeeek .yaaaaang ? Ami tidak segera menjawab bisikanku melainkan hanya sedikit meremaskan tangannya yang ada ditangan kananku, entah apa yang dimaksud dengan remasan ini. Setelah kutunggu sebentar dan masih tidak ada jawaban dari Ami, lalu segera kucium pipinya dan kubisiki lagi..Amiiii .., kalau sudah nggak capek ..tolooooong doong ..isap .punya Oom dengan .iniiii yaaa .sayaaaang , sambil ku letakkan jari tangan kananku di mulut Ami dan kembali kuremaskan di teteknya serta kucium lagi pipinya sambil menunggu jawaban Ami.

Ami membuka matanya sebentar seperti terperengah mendengar kata2ku tapi kemudian matanya ditutup kembali seraya menjawab lirih .Ooom ., Ami nggak bisaaa ..oom, Ami ..belum pernaaah. Aku segera menjawab dicoba . sayaaang, nanti juga bisa ., kataku sambil terus bangun dan memiringkan badan Ami kearah kanan serta aku duduk agak mengangkang sehingga kontolku sekarang sangat dekat dengan wajah Ami. Lalu kupegang tangan kanannya dan kubimbing serta kupegangkan di batang kontolku yang masih basah kuyup dengan cairan yang keluar dari memek Ami, mula2 jarinya seperti ditegangkan dan nggak mau memegang batang kontolku, tapi setelah kuremaskan tanganku di jarinya, sekarang jarinya sudah memegang seluruh batang kontolku walaupun terasa agak kaku sambil berkata lirih jaaaa ngaaaan .oooom. Kemudian dengan tanganku masih menggenggam jarinya yang sudah menggenggam kontolku, kubawa mendekati mulutnya dan sekarang kepala kontolku sudah menempel pada mulutnya dan mungkin karena merasa mulutnya ditempeli kontolku, Ami berusaha menggeleng gelengkan kepalanya lemah sambil dari mulutnya berbunyi ..hhhhhmmmm ..hhhhmmmm.. hhhhmmm tanpa kata2, mungkin karena takut membuka mulutnya.

Usaha ini terus kulakulan sambil menggeser-geserkan kepala kontolku di sepanjang mulutnya yang kecil mungil itu dan kadang2 sedikit kutekankan pada mulutnya yang semakin dirapatkan sambil tetap berbunyi hhhhmmm ..hhhmmm . hhhmmm.., tapi sekarang sudah tidak sering lagi menggelengkan kepalanya. Pada usahaku berikutnya, ketika kepala kontolku kembali kutekankan lebih kuat pada mulutnya yang masih tertutup rapat itu, dari mulut Ami masih terdengar bunyi hhhhhmm ..hhhhmmmm, tapi tiba2 kudengar dia mengatakan jaaaaa .ng dengan mulutnya sedikit terbuka, kesempatan ini nggak kusia siakan, segera kusodokan kepala kontolku pada mulutnya yang terbuka sedikit dan masuk seperempat batang kontolku kedalam mulutnya dan terdengar suara hhhhhppppp dari mulut Ami yang tidak sempat menyelesaikan kata2nya tadi karena sekarang sudah tersumpal oleh kontolku. Ayoooo .Aaam .tolooong .diisaaaap .yaaaang, kataku sambil kulepaskan tangan kananku dan kugunakan untuk mengelus elus rmbut Ami dan dari mulut Ami hanya terdengar benyi hhhhhmm .hhhhhmmm hhhhmmm tanpa mau menghisap apalagi menggerakkan mulutnya.

Terpikir dalam benakku, mungkin Ami nggak mau berbuat lebih jauh mungkin malu karena wajahku ada didekatnya, apalagi ini baru pengalaman pertamanya mengulum kontol orang. Lalu aku berusaha merebahkan badanku disampingnya sehingga sekarang kepalaku sudah berada di depan memek Ami ( posisi 69 ) dan aku menjadi agak kaget karena di bibir memeknya terlihat ada bekas darah yang sudah mengering. Aku jadi terpikir, kata Ami sudah pernah dengan pacarnya walau nggak masuk semua. Dasar Ami belum pengalaman, mungkin waktu itu punya pacarnya belum sampai masuk. Jadi aku rupanya yang beruntung dapat perawannya dan dengan agak was-was kucari di alas tempat tidur Ami mungkin ada tercecer disitu dan untungnya nggak ada, sehingga was-was ku menjadi hilang.

Segera saja kujilat jilatkan lidahku pada belahan bibir memeknya dan benar saja dugaanku tadi, sekarang Ami sudah berani menggerakkan tangannya yang memegang batang kontolku dan mulutnya maju mundur walaupun masih pelan2 sehingga membuat kontolku terasa enak dan secara nggak sadar aku menyuarakan Aaaam ..teruuuus aam .enaaaak .aduuuuh . enaaak . Yaaaang, teruuuus .sampai dalaaam yaaaang .sedooooot ..aaam, sedangkan dari mulut Ami hanya kudengar suara hhhhmmm ..hhhhhhmm hhhhhmm saja.

Karena posisi badan Ami yang miring dengan kedua kakinya bertumpu satu dengan lainnya, sehingga membuat memeknya Ami menjadi rapat dan ini membuatku sulit untuk menjilati dan menyedot lobang memeknya, lalu kuangkat kaki kirinya dan kuselipkan kepalaku diantara kedua kakinya, sehingga sekarang kepalaku bersandar pada kaki kanannya serta kugunakan kedua tanganku untuk memegang kedua bibir memek Ami dan membukanya lebar2 sehingga dengan mudah lidah dan mulutku menjilati dan menghisap bagian dalam memek Ami yang kemerahan serta penuh dengan cairan itu sehingga terasa seluruh wajahku seperti basah semua dan mungkin jilatan dan hisapanku ini membuat nafsu Ami semakin tinggi sehingga membuat Ami semakin cepat dan semakin dalam mengulum kontolku keluar masuk mulutnya dan sesekali disertai sedotan yang kuat serta kocokan tangannya di batang kontolku semakin cepat disertai suara yang keluar dari mulutnya hhhhhhmmm .hhhhmmm .. hhhhhmmm hhhmmm . semakin keras.

Ini semua membuat nafsuku semakin tinggi dan lagi lagi secara tidak sadar, kubalik dan kuangkat badan Ami sehingga sekarang sudah berada diatas tubuhku dengan memeknya menutupi seluruh mulutku dan sekarang makin leluasa mulut dan lidahku menjilati seluruh memeknya tanpa perlu harus membuka bibir memeknya dan kugunakan kedua tanganku bergantian kadang2 kucengkeramkan di pantatnya, kadang2 ku remas-remas kedua teteknya yang kecil dan memijat badannya dan posisi ini pun yang ada diatasku , rupanya membuat Ami lebih bebas sehingga Ami dapat memaju-mundurkan mulutnya lebih jauh sehingga kadang2 kontolku terasa ditelannya semua dan kocokan tangannya lebih cepat dan Ami pun menggerak pinggulnya naik-turun dengan cepat sampai2 kadang2 terasa sulit bernapas karena hudingku tertutup memeknya. Hal ini berlangsung beberapa menit dan akhirnya aku merasa agak sulit mempertahankan agar pejuku jangan keluar dulu, lalu kudekapkan tanganku pada pantat Ami dan berteriak Aaammm .aaam ..ooom . nngak tahaaaaan ..mau .keluaaaaaar ayoooo .yang cepaaaat ..aduuuuhhh . aaam . aaaarrgg... aaacrrrhh, sambil kutekan kontolku kuat2 kedalam mulut Ami dan kutumpahkan pejuku didalam mulutnya dan yang kudengar dari mulut Ami hanya suara ..aaaaarcccrhhh ..aaaarrccrhh ..aaaarrccchhhhh sambil melepas kontolku dari mulutnya dan membantingkan badannya turun dari atas badanku.

Dengan nafasku masih terengah engah, aku memutar badanku dan sambil kupeluk dan kucium dahinya aku bilang Aaam ..terima..kaaa siiiiiiih .sayaaaaang, sedangkan Ami sambil mengelap mulutnya yang penuh dengan ceceran pejuku dengan tangannya lalu memencet hidungku sambil berkata Ooom ..jahaaat ..mau keluar nggak bilang2 .sampai ada yang ter telaaaan sambil terus memelukku dan mencium pipiku. Sambil balas kupeluk dan kucium bibirnya yang masih tercium bau pejuku, kubilang . saayaaaang . nggak apa apa, ..itu ..vitamin kooook.

Setelah berciuman beberapa kali, lalu kubilang Aam .sudah..malaaam .oom mau pulang yaaaa .terima kasih yaa Aaam, kataku sambil terus bangkit dari tempat tidur serta melihat lihat seluruh alas tempat tidur Ami, siapa tahu ada darah gadisnya yang tercecer dan untungnya nggak ada dan Ami pun segera bangkit dari tempat tidur dan segera mengenakan Cdnya sambil terus merangkulku dan mencium pipiku sambil berkata .Ooom , Ami . puaaas oom, dan setelah berhenti sebentar dia lanjutkan kata2nya Oom kalau nanti Ami kepingin lagiiii .gimana .doooong ? Lho kan ada pacarnya..Ami , kataku. Aaah nggak enak..oom .dia masih..bodo.

Setelah selesai kukenakan celana pendekku lalu aku pamit Aaam oom pulang yaaa.. dan sekali lagi Ami mencium pipiku sambil berkata..tidur .yang nyenyak yaa..oom.

Nah begitulah kawan2, true story yang kudapat selama cuti di rumah mertuaku yang secara nggak sengaja maupun direncanakan aku bisa meniduri 2 keponakanku yang sedikit bandel serta yang satu masih perawan dan mungkin nggak akan bisa terulang lagi.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Oh My God.... Enak Tenan

Agustus 09, 2018 Add Comment

Kecanduan Ngentot Sama Adik Kandung Hingga Kini

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Kecanduan Ngentot Sama Adik Kandung Hingga Kini

Nama Gw dian, gw mahasiswi ekonomi Universitas Pajajaran. Semenjak dua tahun yang lalu, saat diterima kuliah di Universitas Pajajaran, Gw tinggal di Bandung. Gw berasal dari Sukabumi, ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi. Mereka tinggal di Sukabumi. Cerita Sex Sedarah ini menceritakan kisahku yang terjadi saat Gw kelas 1 SMU di waktu Gw masih tingal di Sukabumi dan cerita dewasa ini masih terus berlanjut sampai detik ini!gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.
Kecanduan Ngentot Sama Adik Kandung Hingga Kini
Kecanduan Ngentot Sama Adik Kandung Hingga Kini
Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi
Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.
Ada apa sih kak? katanya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.
hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.
o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.
Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.
Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.
Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.
Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.
Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.
Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.
Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.
Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.
Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.
Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu†ujarku

Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.
Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…
Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.
Hihihi.. kakak terangsang ya..?
Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.
Ini basah banget apaan Kak..?
Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.
Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.
Dikit aja Kak… Please..!
Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…
Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.
Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?
Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!
Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah  kontolnya.
Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.
Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!
hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.
Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.
Iya Kak..!
Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.
Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
Wahh..! Gila adik ya..!
Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan.

Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Beginilah cerita sex sedarah yang kami lakukan sampai sekarang! Terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw!

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Kecanduan Ngentot Sama Adik Kandung Hingga Kini

Agustus 09, 2018 Add Comment

Anugrah Tak Terduga

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Anugrah Tak Terduga

Semasa SMU aku dikenal sebagai kutu buku yang bercita-cita tinggi, yang tak bisa memegang bola basket, minder terhadap urusan cewek dan tak punya pacar. Sehingga hampir setiap sabtu teman-teman melantunkan lagu Koes Plus untukku, "Sabtu malam kusendiri..." Namun ketika kami mengadakan reuni sepuluh tahun kemudian, ternyata teman-temanku justru terlihat seperti suami yang hidup di bawah bayang-bayang istri dan mertua, sedangkan aku justru mendapat pengalaman-pengalaman seks yang berkesan.

Tanpa sepengetahuan mereka, pengalaman pertamaku terjadi justru ketika aku masih mereka kenal sebagai kutu buku. Berawal dari kepindahan tugas ayahku ke kota lain, aku si rangking satu di sekolah diminta kepala sekolah untuk tidak ikut pindah dan menyelesaikan sekolahku di SMU itu, karena ada undangan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia agar rangking pertama dari SMU-ku kuliah di sana. Demi masa depan, orang tuaku setuju dan menitipkanku di rumah temannya yang kebetulan anaknya, Budi, adalah teman sekelasku, sehingga aku menghabiskan kelas tiga SMU seribu kilometer jauhnya dari keluarga yang kucintai.
Anugrah Tak Terduga
Anugrah Tak Terduga
Kamar kost-ku tidak berada di ruang utama bangunan, tetapi cukup strategis untuk memonitor penghuni dan tamu yang keluar masuk rumah itu. Malam minggu itu seluruh keluarga temanku menghadiri pesta pernikahan sepupunya, meninggalkan aku si kutu buku asyik belajar sendiri. Untuk menghilangkan kantuk, aku menuju dapur di bangunan utama bermaksud membuat secangkir kopi dan semangkok mie instan. Tiba-tiba terdengar pintu pagar terbuka, rupanya Yumul, adik Budi, pulang lebih awal ditemani pacarnya Wadi. Mereka sudah pacaran setahun lebih dan kelihatannya telah direstui oleh kedua orang tuanya, karena Wadi meskipun baru berusia 21 tahun tetapi sudah hampir menyelesaikan kuliahnya dan Yumul berusia 17 tahun menjelang kelas tiga SMU.

"Tuh liat, kamarnya si kutu buku lagi terang. Seperti biasa, paling-paling dia lagi asyik ngapalin rumus-rumus yang njelimet, jadi kita aman di sini," terdengar suara Yumul. Selang beberapa menit setelah mie dan kopiku siap hidang, aku beranjak menuju kamarku, namun aku terkesima karena di ruang tamu kulihat pemandangan yang jauh berbeda dengan rumus matematika yang sedang berputar di otakku. Yumul sedang merem-melek karena buah dadanya sedang dikulum Wadi. Karena khawatir mereka tahu kehadiranku bila kuteruskan langkahku maka aku berhenti, dan dengan hati berdegup terpaksa kuikuti lakon itu. Wadi terus menghisap kedua puting dari bukit mini namun ranum langsat, sembari tangannya menyusup ke dalam gaun pesta Yumul, dan seketika membuat Yumul menggeliat lirih, "Aahh.. uhh.." Berdasarkan ilmu biologi, jari tangan Wadi menemukan klitoris sensitif Yumul.

Sambil mendesah, tangan Yumul mencoba melakukan serangan balasan dengan mencari persembunyian meriam Wadi, meskipun harus bersusah payah melepas ikat pinggang, membuka reitsleting, memelorotkan celana panjang dan menyusup ke dalam benteng terakhir celana dalam. Wadi yang sudah tahu arah serangan, tetap saja tersentak dan mengerang sambil menekan pantatnya ke depan. Yumul terlihat lebih cekatan, mengeluarkan meriam Wadi dan mengulumnya hingga menekan tenggorokan. Wadi yang sempat terkesima sesaat, tergopoh-gopoh menyusun posisi untuk dapat memelorotkan celana dalam Yumul dan melahap kemaluan yumul dengan rakus sambil jari tengahnya merogoh ke dalam liang kewanitaan Yumul. Sambil berbaring mereka membentuk posisi enam sembilan dan terdengar duet alunan merdu. "Mmmh.. nyam-nyam.. sluurrp.. yessshh.."

Setelah merasa puas tiba-tiba Wadi berdiri, dan Yumul bagai telah hapal akting selanjutnya, juga ikut berdiri. Mereka berdekapan erat, berpagutan bibir, dan menggoyangkan pantat saling bertabrakan. "Astaga, mereka bersengggama," pikirku sambil menelan ludah dan mengusap keringat saking menghayati ketegangan adegan.

Entah telah berapa puluh kali mereka saling menghunjam, tiba-tiba kudenggar Yumul berkata lirih, "Mas, kali ini dimasukkin beneran yach, jangan cuma dioles-oles."
"Kamu nggak takut," tanya Wadi dan dijawab dengan gelengan kepala Yumul.
"Nanti kamu nyesel," tanya Wadi dan sekali lagi Yumul menggeleng sambil berkata, "Khan kata Papa kita akan menikah dua tahun lagi, yang penting jangan sampai hamil dulu."
Wadi menghentikan goyangannya dan menatap Yumul dalam-dalam, "Jangan sekarang, kita beli kondom dulu."
Yumul menggelayut manja dan merengek, "Yumul nggak tahan, pinginnya sekarang, nanti maninya mas jangan dikeluarin di dalam tapi di luar saja, seperti biasa."
Meskipun adegan makin menegangkan, namun aku menghela napas lega, "Ah syukurlah, mereka belum bersenggama, tapi mereka akan... bagaimana cara mencegahnya?" Pikiranku buntu untuk bisa menghentikan mereka, karena jantungku terlalu kencang berdegup tak memberi kesempatan otakku berputar, sedangkan ujangku ikut-ikutan tegang tanda setuju adegan selanjutnya.

Nun jauh disana, Wadi telah menidurkan Yumul di atas karpet, Yumul membuka gerbang kangkangan kaki, dan laras torpedo Wadi mulai diarahkan, perlahan maju, mendekati liang, menempel dan.. tiba-tiba Wadi menghentikan gerakannya, menatap Yumul, sambil menelan ludah berkata, "Sebaiknya Kamu yang di atas, biar menekannya hati-hati, biar nggak terlalu sakit, soalnya kata orang hubungan yang pertama sakit buat perempuan." Yumul yang sedari tadi memejamkan mata menghitung mundur saat terobosan pertama, kaget dan menjawab, "Yumul sudah merasakan sakitnya waktu Mas memasukkan jari ke memek Yumul." Wadi belum mengerti maksudnya tapi kurang lebih Wadi harus tetap di atas dan menekan meriamnya ke dalam liang kewanitaan Yumul. Maka sekali lagi Wadi mengambil ancang-ancang, meluruskan, perlahan menekan dan akhirnya... "Kriingg..." suara telepon berdering, Wadi dan Yumul terkejut dan setelah sadar itu suara telepon mereka saling tersenyum, "Oo cuma telepon.. tapi bagaimana kalau si kutu buku mendengar dering telepon dan datang ke sini mau ngangkat telepon? Cepat Mas angkat dulu teleponnya biar nggak berdering terus," Kata Yumul. Dengan mengendap Wadi mengangkat telepon, sesaat wajahnya serius, menutup telepon, sekonyong-konyong mengenakan kembali celana dan pakaiannya dan tergesa-gesa berkata, "Aku harus pergi, Mama sakit keras.." seraya menuju pintu keluar. Yumul yang berharap dapat melanjutkan adegan penerobosan pertama hanya terbengong tanpa sempat melakukan sesuatu kecuali mengucapkan, "Salam buat Mama, semoga lekas sembuh!"

Terkesima oleh pembatalan sepihak yang dilakukan sekejap, Yumul hanya dapat memandangi tubuhnya yang telah bugil. Perlahan tangannya membelai bibir kemaluannya seolah membujuk agar tidak sedih. Lalu Yumul memutuskan untuk menghibur diri dengan mempermainkan klitorisnya sendiri. Aku yang merasa drama telah berakhir bermaksud menyelinap ke kamarku, namun Yumul menangkap ada gerakan di dekat dapur. Sambil menutup tubuh seadanya ia menghampiri dapur dan memergokiku berdiri di sana. Yumul kaget dan terpaku, akupun gemetar tak mampu mengucap maaf. Antara malu, menangis, marah dan tertawa Yumul berkata, "Bang Obi dari tadi melihat kami?" Aku menunduk, tak berani menatap dan berkata lirih, "Maaf..." Sejenak hening, lalu tiba-tiba Yumul tesenyum simpul, "Hi, ada burung apa di celana Bang Obi.." Rupanya meriamku belum turun dan menyembul diantara celana hawaiku, karena memang kebetulan aku tidak pernah memakai celana dalam bila menjelang tidur. Belum hilang kagetku, tiba-tiba Yumul maju menangkap burungku dan mengelus, sementara aku tak bisa mundur meskipun ingin, karena kakiku terlalu gemetar.

Melihat aku tak berdaya bagai patung, Yumul memelorotkan celanaku sehingga burungku tak bersangkar lagi, dan seperti telah kulihat sebelumnya, Yumul mulai menjilati dan mengulum batang kejantananku. Aku semakin gemetar dan gagu serta tak mampu menghindar dari wanita birahi yang belum sempat terlampiaskan dengan Wadi. Yumul menarik pundakku turun lalu mendorong untuk merebahkanku. Di hadapanku terpampang gadis manis berambut ikal yang selama ini hanya kukenal keayuan wajahnya, kini memamerkan kemulusan tubuhnya. Lehernya yang jenjang menyatu dengan pundaknya yang lebar. Sembulan dua gunung kecil dengan puting centil merah muda, padat menantang selaras lekukan pinggul. Bulu-bulu halus di selangkangannya tak mampu menyembunyikan bibir tebal liang kewanitaannya dan mancungnya klitoris yang masih sedikit memerah akibat gesekan meriam dan jari Wadi.

Bidadari 17 tahun itu melangkahkan kaki jenjangnya berdiri mengangkangiku dan perlahan turun. Sambil memegang batang kejantananku Yumul meluruskan liang kewanitaannya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Yumul langsung menekan.., "Blesss..." mulai terjadi penetrasi, aku merasakan sempit dan seretnya. "Yumul.." hanya itu yang keluar dari mulutku tak tahu apa lanjutan kalimatnya. Yumul berhenti sejenak, mengatupkan mulutnya rapat-rapat, sedikit menutup matanya. Antara nikmat dan sakit, perlahan Yumul menekan lebih dalam..., "Blesss..." aku merasakan batang kejantananku didekap dan diremas hangat oleh liang kewanitaannya. Yumul berhenti lagi sejenak, menengadahkan wajahnya sambil menggigit bibirnya sendiri dan memejamkan mata. Lalu kembali perlahan Yumul menekan..., "Blesss..." terus menekan perlahan hingga selangkangan kami beradu, Yumul menghentikan tekanannya. Ah, burungku telah bersangkar di dalam liang kewanitaan Yumul dan merasakan pijatan dinding kewanitaannya. Yumul menatapku sambil tersenyum, akupun berusaha tersenyum sementara detak jantungku sudah tak beraturan dan keringatku mengalir dimana-mana.

Yumul menggoyangkan pantatnya kekiri kekanan dan berputar, stress-ku mulai mengendur dan mulai merasakan nikmatnya pijatan nikmat terhadap batang kejantananku. Lalu perlahan Yumul menaikkan dan menurunkan kembali pantatnya, semakin lama semakin cepat. Berulang naik turun, kiri kanan, berputar. Ketika melihat senyumnya yang menandakan kepuasannya, tanpa sadar akupun ikut menaikturunkan pantatku seirama dengan gerakannya. "Uhhh, mentok Bang.. enaak." Karena batang kejantananku memang sudah tegang lama, maka tak lama kemudian kurasakan sesuatu mendesak untuk dimuncratkan. "Uhh.. aku mau keluar Yumul, uhh.." kataku tak jelas. "Iya.. hh.. tapi.. hh.. jangan dulu Bang, hh.. tunggu Yumul, hh.. nanti dikeluarinnya Bang.. hhh diluar saja.." kata Yumul sambil mempercepat goyangannya. Aku tak tahu bagaimana cara menahan pancaran yang siap mendesak keluar, hingga akhirnya, "Aaahh..." dan "Crottt.. crottt.." aku mengeluarkan maniku di dalam liang kewanitaan Yumul. Meskipun tahu aku sudah ejakulasi, Yumul terus bergoyang, seolah tak peduli atau mungkin karena iapun sedang menuju puncak. Tiba-tiba Yumul berteriak panjang dan keras sekali, "Aaahhhww..." dan terkulai lemas di atasku. "Sssttt.." kataku, karena takut terdengar entah oleh siapa.

Tanganku yang sedari tadi berperan sebagai penonton, memberanikan diri mendekapnya dan beberapa saat kami berpelukan erat. Aku penasaran dan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meraba buah dadanya, dan Yumul sedikit mengangkat badannya memberi kesempatan dan ruang gerak bagi tanganku agar leluasa meremas dan bahkan mempermainkan putingnya. Dan mulutku tak mau ketinggalan jatah, ikut mencium, mengulum dan mengisap puting yang baru mekar di bukit yang kenyal. Sementara dibagian bawah, batang kejantananku terus bersangkar di dalam liang kewanitaan Yumul, namun semakin lama semakin lunglai dan akhirnya keluar dari lubangnya, "Plup.."

Yumul menatapku dan berkata, "Bang Obi, tadi ngeluarinnya di dalam yaa.."
Aku mengangguk pelan.
"Bagaimana kalau Yumul hamil, Bang?" tanyanya.
"Yumul tetap dalam posisi tegak atau di atas, dan biarkan maniku mengalir keluar kemaluanmu sesuai gravitasi bumi," entah teori apa yang kukatakan tapi Yumul menurut.
Setelah Yumul yakin bahwa maniku telah keluar semua ia beranjak dan berkata, "Kalau Bang Obi melaporkan hubunganku dengan Mas Wadi yang sudah cukup jauh, Yumul juga akan laporkan pada orang tua Bang Obi dan Guru bahwa Bang Obi telah menggauli Yumul, dan masa depan kita sama-sama hilang," Yumul setengah mengancam dan segera beranjak dari tubuhku.

Yumul memperhatikan betapa banyak semprotan yang keluar dari liang kewanitaannya dan betapa banyak maniku yang mengalir kembali keluar dari liang kewanitaannya dan membasahi batang kejantananku. Selintas Yumul tersenyum namun tiba-tiba ia terkejut karena di batang kejantananku ada darah merah cukup banyak. "A..Aku masih perawan?!, oh.. kukira aku sudah tidak perawan karena tusukan jari Mas Wadi." ia tampak menyesal dan segera meraih gaun pesta, celana dalam dan bra-nya serta berlari menuju kamarnya. Sayup-sayup terdengar gemercik air siraman mandi Yumul, lalu senyap.

Ketika keluarganya pulang dari undangan, aku sedang membersihkan keringat, bercak-bercak mani dan darah yang berserakan di lantai. Kukatakan bahwa mie instanku tertumpah. "Yumul sudah tidur, tadi pulang diantar Mas Wadi," kataku ketika mereka menanyakan Yumul.

Keesokan harinya kudengar Yumul seharian mengurung diri di kamarnya dan hanya sesekali keluar untuk makan. Karena aku memang jarang ngomong sama Yumul tak ada yang curiga kalau Yumul sama sekali enggan ngomong denganku. Aku menyesal telah membuat Yumul menjadi pendiam dan aku berdoa agar dia dapat ceria kembali. Rupanya doaku terkabul. Tiga minggu kemudian kulihat ia sangat ceria, dan pada suatu kesempatan ia menghampiriku. "Maafkan Yumul ya Bang dan Bang Obi juga sudah Yumul maafka," bisiknya mesra. "Koq?" aku tulalit. Seolah mengerti maksud pertanyaanku, Yumul menjawab, "Aku telah bersetubuh dengan Mas Wadi, dan dia yakin bahwa perawanku telah hilang saat dia masukkan jarinya padaku, dan keluargaku yakin murungku selama ini adalah karena mamanya mas Wadi diopname, jadi masa depanku cerah lagi." Hanya itu yang dikatakan dan ia berlalu dengan ceria, gaya manja khas belia 17 tahun.

Cerita Dewasa Hot Mesum Seks Terbaru Anugrah Tak Terduga

Agustus 09, 2018 Add Comment